• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Kejutan untuk Belajar!
Pojok Rektor

Kejutan untuk Belajar!

Sebagian orang menikmati hidup yang berjalan linier. Sebagian lain menyukai hentakan tak terduga. Yang pertama mengasumsikan perubahan perlahan, yang kedua memaksa kita untuk menyiapkan diri menghadapi kejutan. Tidak selalu mengenakkan, tetapi juga tidak selamanya menyakitkan. Tidak jarang kejutan ini memicu titik balik.

Titik balik dalam hidup tidak selalu dirangsang oleh peristiwa besar. Tidak jarang peristiwa kecil mempunyai efek yang dahsyat. Unsur kejutan di saat yang pas menjadi penentu. Unsur anti kelaziman dan anti serba intuitif sangat penting. Mirip dengan konsep angsa hitam yang dibahas oleb Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya yang berjudul The Black Swan. Kejutan ini muncul persis ketika sebagian kita mencari angsa putih dan justru menemukan angsa hitam. Berkah atau musibah?

Atau, tentang melihat dari perspektif lain yang dibahas oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya What the Dog Saw. Kita tanpa sadar terlalu sering menjebakkan diri dalam bingkai kelaziman yang kita buat sendiri. Untuk membongkar bingkai ini, diperlukan kejutan. Sesuatu yang membangunkan kita dari tidur panjang, sesuatu pemahaman yang dianggap mapan tanpa bisa diganggu gugat. Mudahkah? Tidak selalu. Kejutan adalah misterinya.

Hal yang sama ketika dipaparkan kepada orang yang berbeda bisa jadi menghadirkan unsur magnitudo kejutan yang tidak serupa. Banyak faktor saling berkelindan. Ekspektasi dan pengalaman lampau kita mungkin mempengaruhi. Gaya hadir atau waktu hadirnya pesan yang berpotensi mempunyai daya kejut, bisa juga mempunyai andil.

Berikut beberapa ilustrasi ringan yang melintasi lini masa hidup saya.

Beberapa tahun lalu saya termasuk sering menghindar jika diminta untuk memberikan ceramah, terutama tentang agama. Apa pasal? Banyak sekali pertimbangan. Salah satunya, adalah kekhawatiran akut belum bisa menjalankan apa yang diceramahkan. Orang Jawa dengan berseloroh sering menyebutnya: jarkoni, “iso ngajar, ora iso ngelakoni”, “bisa mengajarkan, tetapi tidak bisa menjalankan”.

Kejutan hadir tanpa diduga ketika saya berdiskusi ringan dengan kolega di kantor. Mas Kholid Haryono, mengatakan ke saya, “Pak Fathul, ilmu yang tidak ditularkan belum dianggap ilmu yang bermanfaat”. Teng. Pesan sederhana yang mungkin sudah dilupakan oleh pengucapnya ini memberikan daya kejut ribuan volt. Akhirnya, perlahan, ketika saya diminta memberikan ceramah, pesan berdaya kejut itu selalu teringat. Memang tidak semua permintaan saya terima. Alasan penolakan selama ini cenderung teknis: soal waktu.

Apakah saya selalu nyaman ketika berceramah? Tidak selalu. Saya nampaknya memerlukan kejutan lain. Kejutan itu datang di waktu lain. Terjadi selepas Salat Zuhur di Masjid Ulil Albab.

Setiap Senin sebulan sekali, insyaallah Gus Baha’ (K.H. Ahmad Bahaudiddin Nursalim), yang sangat mumpuni dalam ilmu tafsir dan fikih itu, mengisi ceramah di masjid kampus Universitas Islam Indonesia. Jika waktu memungkinkan, sehabis salat, saya akan menunggu Gus Baha’ di ruang takmir untuk transit sebelum ceramah dimulai. Siang itu Allah memberikan kesempatan kepada saya.

Dalam pertemuan yang singkat tersebut, saya minta nasehat kepada Gus Baha’. “Gus, saya ini ilmunya belum dalam, tetapi kadang diminta ceramah agama. Menurut Gus Baha’, sikap saya sebaiknya seperti apa?” Ini permintaan nasehat yang tulus. Jawaban anti kelaziman dari Gus Baha’ memberikan kejutan, “Itu supaya Pak Rektor terus belajar!”. Teng. Singkat, padat, mengena. Berdaya kejut.

Terima kasih Gus untuk nasehatnya! Insyaallah saya terus belajar, ikhtiar memantaskan diri untuk berceramah, meningkatkan kebermanfaatan ilmu.

Renungan ringan ini ditulis dalam penerbangan Makassar-Yogyakarta, 20 Februari 2020.

21 Februari 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/02/kejutan-1.jpg 1239 2244 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022020-02-21 06:57:112020-02-21 07:13:17Kejutan untuk Belajar!

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Internasionalisasi dan Studi Pelacakan Alumni Penting Bagi Eksistensi PTIS Link to: Internasionalisasi dan Studi Pelacakan Alumni Penting Bagi Eksistensi PTIS Internasionalisasi dan Studi Pelacakan Alumni Penting Bagi Eksistensi PTIS Link to: Tim Sepak Bola Dokar UII Jajal Performa tim UNY Link to: Tim Sepak Bola Dokar UII Jajal Performa tim UNY Tim Sepak Bola Dokar UII Jajal Performa tim UNY Scroll to top Scroll to top Scroll to top