• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Kisah Salimah, Raih Beasiswa Kuliah Fakultas Kedokteran UII Berkat Hafiz...
Berita Kegiatan, Pilihan

Kisah Salimah, Raih Beasiswa Kuliah Fakultas Kedokteran UII Berkat Hafiz Qur’an

Kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) bisa jadi impian sebagian besar para pelajar. Sebab selain ditunjang fasilitas yang lengkap, FK UII juga telah mengantongi akreditasi A. Impian ini berhasil diraih oleh Salimah Syahidah, mahasiswa baru FK UII penerima beasiswa Hafiz Al-Qur’an di UII. Sebagai seorang penghafal Al-Qur’an 30 juz, mahasiswi dari Provinsi Banten tersebut berhak memperoleh beasiswa secara penuh selama empat tahun di UII. Setiap tahunnya, UII memang membuka program beasiswa tersebut dan Salimah adalah salah satu penerimanya.

Dikisahkan Salimah, ia meyakini janji Allah Swt. yang akan memuliakan penghafal Al-Qur’an. Tidak hanya di akhirat namun juga di dunia. Ia mengakui bahwa keberhasilannya tersebut tidak lepas dari peran orang tuanya yang sudah menanamkan rasa cinta Al-Qur’an sejak dini. 

Sedari kecil Salimah sudah dibiasakan untuk mendengarkan dan membaca Al-Qur’an. Kebiasaan itulah yang membuatnya ingin menjadi seorang hafizah sejak kecil. “Pertama kali menghafal saat sekolah menengah pertama,” tutur Salimah.

Selepas dari lulus sekolah menengah pertama tersebut, Salimah berhasil mengantongi hafalan sebanyak 18 juz. Melalui proses yang tidak mudah di antara kesibukan akademik, Salimah terus menambah hafalan setiap hari. 

Seperti halnya seorang siswi pada umumnya, tentu ia pun punya keinginan meluangkan waktu untuk bermain bersama teman-temannya. Namun, keinginan itu tidak selalu bisa diturutinya karena kesibukan menghafal Al-Qur’an yang membutuhkan komitmen tinggi. “Jadi, saat teman-teman asyik bermain saya terus mengaji Al-Qur’an,” ceritanya.

Salimah sedikit berbagi tips bagaimana mengatasi rasa jenuh saat menghafal Al-Qur’an. Solusi untuk mengatasinya cukup unik, yakni dengan rehat sejenak dan mengobrol hal-hal menarik dengan teman-temannya. Selain itu, Salimah juga mencari lingkaran pertemanan yang sehat (circle). Baginya lingkaran pertemanan sangat berpengaruh terhadap apa yang Salimah lakukan.

Niatkan Semua untuk Allah Swt.

Pada saat memasuki kelas tiga SMA, ia memiliki tantangan baru dalam hidupnya untuk mempersiapkan ujian masuk kuliah. Di sinilah ketekunan dan kesabarannya benar-benar diuji oleh Allah Swt. Ujian masuk kuliah kedokteran bukanlah hal mudah sehingga ia butuh banyak latihan soal dan membaca materi. Di waktu yang sama, Salimah juga berkutat mempersiapkan ujian hafalannya sebagai seorang hafizah. 

“Niatkan semua untuk Allah Swt.” adalah kalimat yang selalu Salimah ingat dan pegang setiap harinya. Salimah terus meningkatkan kualitas hafalannya dengan minimal sehari murojaah (mengulang hafalan) 5 juz. Ketekunan ini pada akhirnya membuahkan hasil, namun hal tersebut tidak membuatnya sombong. “Semua yang terjadi pada hidup saya adalah karena Allah Swt.,” katanya dengan amat rendah hati.

Selain itu, bagi Salimah keberhasilannya tak lepas dari doa dan ridha orang tua. Diketahui Salimah merupakan calon dokter dan penghafal Al-Qur’an pertama di keluarganya. Tentu, hal tersebut menjadi kebanggan dan rasa syukur tersendiri.

Salimah juga menceritakan perjuangan orang tuanya untuk membantu ujian beasiswa Hafiz UII, ”Sebelum ujian, umi dan abi mengajak saya ke Puncak (Bogor, red.) untuk menyiapkan ujian,” tuturnya. Selama di Puncak, kedua orang tuanya membantu menyimak hafalan Salimah. Sampai saat ini, Salimah setiap hari rutin menyetorkan hafalan ke ibundanya. (UAH/ESP)

20 September 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/09/Kisah-Salimah-Raih-Beasiswa-Kuliah-Fakultas-Kedokteran-UII-Berkat-Hafiz-Quran.jpg 450 670 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2022-09-20 10:06:192022-09-20 10:20:50Kisah Salimah, Raih Beasiswa Kuliah Fakultas Kedokteran UII Berkat Hafiz Qur’an

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Tips Menghadapi Wawancara Kerja dengan Penuh Percaya Diri Link to: Tips Menghadapi Wawancara Kerja dengan Penuh Percaya Diri Tips Menghadapi Wawancara Kerja dengan Penuh Percaya Diri Link to: Antisipasi Bahaya Sindroma Metabolik dengan Skrining Kesehatan Link to: Antisipasi Bahaya Sindroma Metabolik dengan Skrining Kesehatan Antisipasi Bahaya Sindroma Metabolik dengan Skrining Kesehatan Scroll to top Scroll to top Scroll to top