Dunia kerja tidak selalu monoton seperti yang dibayangkan banyak orang. Persiapan mental dan material seringkali menjadi krusial ketika berurusan dengan realita yang tidak dibekali oleh pengalaman yang memadai. Maka dari itu, Program Praktek Lapangan (PPL) bagi mahasiswa dianggap sangat penting karena menawarkan pengalaman untuk “terjun” langsung ke dunia kerja. Melalui program South East Asia (SEA) Teacher yang dipayungi hubungan kerja sama antara Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Universitas Islam Indonesia (UII) resmi mengirim 5 mahasiswa delegasi PBI UII untuk PPL ASEAN, antara lain Thailand dan Filipina pada Kamis, (25/07).

Lima mahasiswa yang resmi diberangkatkan adalah Andi Putrado (PBI 2016) dan Fatchan Faturrahman (PBI 2016) yang ditempatkan di University of Mindanao Filipina, M. Zaitun Ramadhan (PBI 2016) di Southern Leyte State University Filipina, serta Diah Agustina Ratu (PBI 2016) dan Vika Anisa Gusnadila (PBI 2016) yang telah sampai pada Sabtu, (03/08) lalu di Chiangrai Rajabhat University, Thailand.

Proses seleksi Program SEA Teacher yang ke-8 ini secara langsung dikoordinir oleh Ketua Jurusan Program Studi PBI Program Sarjana, Irma Windy Astuti, S.S., M.Hum. Menurutnya, pengalaman global mengajar Bahasa Inggris untuk penutur asing di negara lain bagi sebagian besar orang terbilang menjanjikan untuk prospek karir di dunia pendidikan tercermin dari banyaknya peserta yang mendaftar.

Sementara itu, Fatchan mengaku proses seleksi yang telah ia lewat terbilang ringkas, namun padat. “Pertama seleksi berkas, kemudian wawancara dari pihak prodi, lalu pihak Kantor Urusan Internasional (KUI), lalu terakhir wawancara daring bersama pihak universitas dari Thailand dan Filipina,” jelas Fatchan. Hal ini bertujuan untuk apakah kualitas masing-masing individu memenuhi kriteria sekolah yang akan mereka tempatkan nanti.

Sedangkan Andi menyampaikan bahwa program ini terbuka untuk mahasiswa pendidikan, khususnya PBI UII semester 5 atau yang telah menuntaskan mata kuliah Microteaching. “Microteaching merupakan kelas simulasi untuk mengajar Bahasa Inggris. Kelas ini juga merupakan salah satu penentu seleksi”, imbuhnya.

Sejak kecil, Andi memang bercita-cita sebagai guru. Ia mengaku bahwa pengalamnnya mengikuti program SEA Teacher merupakan salah satu dari pengalaman besar lainnya yang membuka peluang kerja, khususnya dalam ranah pendidikan global. “Di sana, saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia, memperkenalkan wajah UII dan generasi Ulil Albab pada dunia. Guru itu digugu dan ditiru”, Pungkasnya. (IG/ESP)