Minat yang tinggi untuk mempelajari ilmu arsitektur di negara lain menghantarkan seorang mahasiswa Arsitektur UII, Chairunnisa untuk belajar ke Turki. Melalui program Erasmus+, ia berkesempatan menimba ilmu selama satu semester ke Fatih Sultan Mehmet Vakıf Üniversitesi (FSMVÜ), Turkey. Program ini merupakan hasil kerjasama antara program studi Arsitektur UII dengan FSMVÜ. Setiap tahunnya, kedua universitas mengirimkan dua orang mahasiswa dan seorang dosen untuk mengikuti kegiatan akademik di kampus masing-masing. Mahasiswa yang akan mengikuti aktifitas itu harus melalui proses seleksi yang cukup ketat. Pelepasan mahasiswa diadakan di Gedung Rektorat, kampus terpadu UII pada Rabu (20/2).

Noor Cholis Idham ST., M.Arch., Ph.D., IAI selaku dosen Prodi Arsitektur UII menjelaskan aktifitas ini merupakan bagian dari student mobility program yang dirintis kedua universitas sejak 2015 silam. Awalnya UII dan FSMVU saling mengadakan summer school serta winter school yang mengundang sivitas akademika mempelajari ilmu arsitektur yang khas di masing-masing negara.

Seiring dengan semakin berkembangnya program, kemudian juga menggandeng Erasmus+ untuk menjadi sponsor kegiatan pertukaran pelajar dan dosen yang lebih intensif. Program pertukaran pelajar memberi kesempatan mahasiswa mengikuti perkuliahan selama 1 semester di universitas mitra. Hasil dari proses tersebut dapat dikonversi sebagai proses belajar sehingga ketika pulang ke kampus asal, mahasiswa tidak perlu mengulang mata kuliah yang pernah diambil di sana.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D berpesan agar mahasiswa UII dapat mengambil pelajaran sebaik-baiknya dari student exchange ke Turki. Menurutnya bagian yang terpenting adalah membawa pulang apa yang baik di Turki untuk kemudian menularkannya sebagai semangat serta hal positif kepada mahasiswa UII lainnya.

Pelepasan mahasiswa ini juga dihadiri Dr. Ir. Revianto Budi Santoso, M.Arch sebagai Wakil Dekan bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTSP UII. Ia turut memberi dukungan moril kepada mahasiswa yang akan terbang ke Turki dalam waktu dekat.

Chairunnisa turut menceritakan proses seleksi hingga ia terpilih mengikuti student exchange ke Turki. Proses seleksi meliputi tes bahasa, motivasi mengikuti program, hingga rencana studi.

“Salah satu tantangan adalah saya harus mempelajari dengan cermat mata kuliah apa yang akan diambil di sana. Perlu dilihat apakah sesuai dengan mata kuliah yang ada di kampus. Hal ini penting agar pelajaran yang diserap dapat maksimal”, tutur mahasiswi yang duduk di semester 6 tersebut. (ESP)