Mahasiswa UII kembali meraih kejuaraan di kancah internasional. Kali ini pada acara International E-Business & Enterpreneurship Idea Showcase (EBES) 2019 yang diselenggarakan di Melaka Multimedia University, Malaysia pada awal bulan Mei, tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Syarif Ihsanudin (2017), Moch. Rizal Bayu Bakti Nugroho (2018), Nailia Nurul Hikmah (2018) berhasil meraih 2 kejuaraan sekaligus yaitu Gold Medal dan Best Overall Winner.

Berawal dari melihat banyaknya permasalahan sosial yang ada di Indonesia terutama bidang ekonomi, seperti banyaknya pengangguran, tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah, juga nilai ekspor Indonesia. Permasalahan tersebut memotivasi Syarif Ihsanudin selaku ketua tim untuk medirikan bisnis yang berbasis Sociopreneurship yaitu membuat berbagai kerajinan tangan dari olahan limbah kulit kerang simping. Bisnis itu kemudian diikutsertakan dalam lomba di Malaysia.

Dijelaskan Nailia Nurul Hikmah, proses perlombaan diadakan dalam bentuk exhibition yang dinilai oleh dua orang juri. Aspek yang dinilai adalah presentasi tentang bisnis ini juga dari poster. “Dalam proses penilaian juri tidak banyak bertanya dan terlihat sangat tertarik, karena persentasi kami persiapkan sangat matang dan dikemas dengan menarik” jelas Nailia.

Dari penjelasan Nailia juga bahwa tim ini mempunyai nilai plus. “Karena bisnis kami ini memang sudah berjalan dan kami juga membawa produk handicraftnya juri menjadi yakin dan sudah punya gambaran kalo ide bisnis kita dijalankan dengan sungguh-sungguh” tambahnya.

Pesiapan mengikuti kompetisi ini memang tidak mudah. Mereka harus menyatukan tiga ide pemikiran dalam satu tim. Mengulik lebih dalam tentang manfaat yang akan didapat oleh masyarakat dari bisnis ini. Selain itu mereka juga membagi tugas secara spesifik sehingga masing-masing anggota sudah benar-benar paham pada bidangnya. Seperti, Rizal di bagian background, visi-misi, dan manfaat, Syarif menangani bidang Produksi, dan Nailia di bidang Marketingnya.

“Sebelum lomba ini bisnis kami juga mengikuti perlombaan di IBISMA UII dan masuk dalam kategori Top Ten. Dari pengalaman itu juga kami bisa mengetahui kekurangan dan apa saja yang harus kita perbaiki dan tingkatkan untuk menjadi persiapan kami” pungkasnya. (CSN/ESP)