• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membandingkan Inggris dan Amerika Merespon Pandemi Covid-19
Berita Kegiatan

Membandingkan Inggris dan Amerika Merespon Pandemi Covid-19

Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan diskusi perbandingan respon pemerintah Inggris dan Amerika Serikat (AS) dalam menangani pandemi Covid-19. Keduanya termasuk negara yang terdampak besar Covid-19 dengan jumlah pasien positif terbesar di dunia. Diskusi bertema Measuring the Global Impact of Covid-19, Responses to Covid-19: UK and US Compared ini diadakan pada Rabu (29/4) secara daring. Pembicara yang dihadirkan yakni Dr. Adam Quinn, dosen Politik Internasional, University of Birmingham, Inggris. Jalannya acara dipandu oleh moderator, dosen HI UII, Karina Utami Dewi, MA.

Dr. Adam Quinn menyampaikan bahwa di AS terdapat pasien positif Covid-19 sebanyak 1 juta dengan angka kematian 55 ribu orang dan bisa saja lebih dari angka resmi. Beberapa tempat juga mengalami kesulitan seperti di New York, Seattle, San Francisco.

Ia menilai pemerintah AS lambat dalam merespon permasalahan ini. Sebab sejak Januari sudah dilaporkan kasus penyebaran Covid-19, tetapi pemerintah tidak memberikan tanggapan yang cepat dan diperlukan dua bulan baru pemerintah benar-benar merespons.

Sistem federal di AS memberi negara bagian kekuatan yang lebih besar dalam menangani pandemi. Beberapa kebijakannya sangat ketat namun ada juga sangat longgar seperti di Florida dan Georgia yang terbuka lebih awal dari yang lain.

“Pandemi juga telah mengakibatkan pengangguran meroket dan turunnya investasi. dalam keadaan ini, Kongres AS memberikan suaranya untuk memberikan stimulus bagi orang-orang dan bisnis agar kegiatan ekonomi dapat pulih secara perlahan”, ungkapnya.

Sementara itu, ia juga memprediksi pandemi turut berdampak bagi pemilihan presiden AS mendatang. “Keadaan ekonomi adalah hal terpenting untuk pemilihan. Seperti pembangunan ekonomi akan menjadi kunci kampanye Trump. Kondisi ekonomi dan bagaimana pemerintah merespon akan menjadi titik kunci dalam pemilihan berikutnya”, jelasnya lagi.

Menurutnya, Trump mengirim pesan bahwa pandemi ini akan memberikan banyak pukulan bagi perekonomian sehingga ia akan berusaha mengamankan kondisi perekonomian negaranya.

Respon Inggris Mengatasi Pandemi Covid-19

Di sisi lain, respon pemerintah Inggris juga dinilai lambat. Awalnya mereka mencoba alternatif kebijakan selain lockdown. Pemerintah juga kurang jelas menyampaikan pesan mengenai rencana, apa yang harus dilakukan masyarakat, dan apa yang terjadi ketika orang berdekatan.

Adapun penyebaran dan kematian akibat Covid-19 di Inggris serupa dengan AS dimana kelompok minoritas adalah yang terbanyak menjadi korban. Improvisasi ekonomi besar-besaran yang menghamburkan banyak uang juga ditempuh. Untungnya, layanan kesehatan di sana menjadi lebih baik karena banyaknya pendanaan dari publik daripada swasta.

“Saat ini masih belum ada perlindungan besar-besaran terhadap warga Inggris seperti mengadakan lockdown. Kebijakan mengatasi pengangguran di Inggris adalah memberikan stimulus secara otomatis apabila ada seseorang yang menjadi pengangguran tanpa harus mendaftar dan melakukan pemeriksaan”, pungkasnya. (FNJ/ESP)

30 April 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/04/respon-inggris-amerika-covid-19-uii.jpg 450 654 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-04-30 13:55:572020-04-30 14:01:55Membandingkan Inggris dan Amerika Merespon Pandemi Covid-19

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mengkaji Dugaan Pelanggaran HAM Tiongkok atas Pandemi Covid-19 Link to: Mengkaji Dugaan Pelanggaran HAM Tiongkok atas Pandemi Covid-19 Mengkaji Dugaan Pelanggaran HAM Tiongkok atas Pandemi Covid-19covid-19 Link to: Delapan Tips Ramadan Produktif Meski Di Rumah Saja Link to: Delapan Tips Ramadan Produktif Meski Di Rumah Saja Delapan Tips Ramadan Produktif Meski Di Rumah Saja Scroll to top Scroll to top Scroll to top