Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) KOMISI Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) bersama Program studi Akuntansi selenggarakan Accounting Passion Test (ASSET) serta Seminar Motivasi pada Sabtu, (25/03) dan minggu,(26/03). Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Arif Bachtiar, Drs,. MSA,. Ak, dan Arif Fajar Wibisono, SE,. Msc, yang merupakan akademisi di FE UII, serta Analisa Widyaningrum,M.Psi,. Psi,. Psikolog sekaligus Founder of Analisa Personality Development Center dan diikuti oleh 105 peserta yang merupakan mahasiswa Prodi Akuntansi FE UII.

Menurut ketua panitia ASSET, Muhammad Ihsan F., acara ini diadakan untuk membantu mahasiswa, khususnya di Prodi Akuntansi, yang masih mengalami kesulitan dalam menentukan passion yang tepat bagi dirinya sendiri pada berbagai cabang ilmu Akuntansi. “kami bekerjasama dengan prodi untuk menyelenggarakan acara ini yang bertujuan membantu mahaiswa akuntansi untuk menentukan passion yang tepat bagi dirinya dibidang akuntansi” jelas M. Ihsan.

Ihsan menyampaikan pula bahwa acara ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, di mana pada hari pertama peserta diagendakan untuk mengikuti passion test yang terdiri dari enam cabang akuntansi yaitu Auditing, Akuntansi Keuangan, Sektor Publik dan Perpajakan Sistem Informasi, Akuntansi Syariah, serta Akuntansi Manajemen. Passion test ini dijadikan bahan analisa untuk menentukan kecenderungan passion yang tepat bagi para peserta. Sementara pada hari kedua, peserta mendapatkan feedback dari hasil tes sebelumnya dan seminar motivasi mengenai bagaimana membangun passion yang tepat.

Arif Bachtiar selaku salah satu narasumber, berpesan agar mahasiswa tidak meninggalkan kewajiban untuk memahami materi kurikulum akuntansi demi mempelajari cabang akuntansi yang diminati. “Apapun passion-nya saat ini, selagi masih mahasiswa tetap harus menguasai seluruh materi yang diwajibkan,” imbuhnya.

Sementara, Psikolog Analisa Widyaningrum menjelaskan, mendapatkan pekerjaan sesuai passion membuat kita bisa menikmati dan bekerja dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui di mana passion kita sejak dini. “Dalam membangun sebuah passion, personal branding sangat penting untuk dikembangkan. Selain hardskill yang didapatkan dikelas, personal branding juga dapat dikembangkan melalui softskill di luar kelas,” tuturnya.

Ditambahkan oleh Analisa, dalam membangun personal branding dapat dilakukan dengan beberapa cara di antaranya mengembangkan curriculum vitae (CV) serta portofolio yang mengarah kepada passion yang kita tekuni. Memberikan kesan pertama yang baik, kemampuan dalam berkomunikasi serta gestur yang baik juga menjadi hal yang penting dalam mengembangkan personal branding.

Personal Branding tidak akan berjalan jika tidak mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, karena dengan komunikasi yang baik kita mampu mentransfer resonansi positif kepada lawan bicara,” ungkap Analisa.