• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Indeks Berita2 / Berita Kegiatan3 / Membumikan Kembali Ekonomi Islam
Berita Kegiatan

Membumikan Kembali Ekonomi Islam

Kehidupan sosial ekonomi merupakan kegiatan yang berlangsung fitrah. Artinya orang-orang mempunyai kebebasan untuk memilih alat tukar. Di masa silam, baik di Eropa maupun di kawasan Islam, koin emas dan perak lazim digunakan sebagai alat tukar. Bergantinya sistem pemerintahan menjadi republik dan demokrasi turut mengubah sistem ekonomi dan finansial. Emas dan perak tidak lagi digunakan namun berganti menjadi uang kertas. Bahkan dollar Amerika Serikat menjadi alat tukar yang universal di seluruh dunia.

Dalam kajian spesial Jum’at berkah yang dibawakan Ustadz Zaim Saidi hal itu banyak menjadi sorotan. Ustadz yang merupakan Penulis buku “Ganti Dollar dengan Dirham” dan Pendiri Wakala Adina (Tempat pengedaran Dinar dan Dirham Pertama di Indonesia) memberikan kajiannya yang berjudul Konspirasi Ekonomi Akhir Zaman. Kajian diselenggarakan pada Jumat (19/7) di Masjid Ulil Albab UII.

Dalam kajiannya, Ustad Zaim menjelaskan bahwa ada pemerintah yang dibentuk dan digaji oleh para bankir untuk menjalankan bisnis. Pemerintah kemudian membuat anggaran guna menjalankan pemerintahan. “Kemudian darimana uangnya untuk mengisi anggaran? Salah satunya harus berhutang pada bank ini.” Ucapnya.

Untuk mencetak dan mengedarkan uang, diperlukan peran bank sentral yang juga memberikan proyek-proyek pembiayaan berbunga. Hal inilah yang dikritisi oleh konsep ekonomi Islam.

Ia juga menyebut 5 fase akhir zaman ke Islaman, yakni yang pertama masa kenabian, kedua masa kekhalifahan yang ditandai dengan kemajuan Islam semakin pesat, kemudian ada masa “Mulkan Adlon” (kerajaan yang menggigit), setelah itu ada masa “Mulkan Jabariyyah” (pemimpin diktator) dan Khilafah An-Nubuwwah (saat khalifah kembali tegak di muka bumi untuk kedua kalinya)

Menurutnya, umat Islam kini berada pada fase akhir yang akan diikuti runtuhnya kapitalisme dan sistem riba. “Nabi mengatakan bahwa akan datang masa di mana apa yang kita miliki tidak akan ada apa-apanya kecuali emas dan perak.”, ujarnya.

Kemunculan kembali dirham dan dinar adalah merupakan tanda-tanda akan berakhirnya masa mulkan jabariyyah ini. “Allah menyebutkan di dalam Al-Quran bahwa setiap peradaban, setiap umat akan tiba pada ajanya. Ibnu Khalid menjelaskan secara empiris bahwa satu peradaban siklusnya adalah 4 generasi (150 tahun). Ada beberapa tanda pembusukan sebuah peradaban, yakni pajak merajalela (hutang yang menggunung), apa yang kamu miliki tidak bisa kamu manfaatkan (kecuali emas dan perak), dan ketika tidak ada lagi orang yang berkehidupan masyarakat dengan benar”, pungkasnya. (DRD/ESP)

21 Juli 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/07/IMG_9810.jpg 330 481 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Logo-Web-80-1.png humas2019-07-21 14:50:512019-07-22 14:51:02Membumikan Kembali Ekonomi Islam

Berita Terakhir

  • UII Wisuda 31 Peserta Sekolah Lansia EduSia Maharani
  • UII Gelar Bedah Buku Mahfud MD, Angkat Dinamika Hukum dan Politik Nasional
  • UII Bersama BSN Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global Melalui Pemahaman Standarisasi dan Sertifikasi Kompetensi
  • UII Dorong Produktivitas Publikasi Ilmiah Melalui Pelatihan Pemanfaatan Agentic AI
  • Hadirkan Teknologi LC-MS/MS Mutakhir, UII Gelar Workshop dan Resmikan Kolaborasi Industri

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Perkuat Internasionalisasi Link to: UII Perkuat Internasionalisasi UII Perkuat Internasionalisasi Link to: Seberapa Penting Branding Media Sosial? Link to: Seberapa Penting Branding Media Sosial? Seberapa Penting Branding Media Sosial? Scroll to top Scroll to top Scroll to top