Berwirausaha selagi muda adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Diana Fatimat Azzahro. Mahasiswi jurusan Manajemen Universitas Islam Indonesia (UII) itu selain disibukkan dengan urusan akademik perkuliahan, juga tengah serius menggarap bisnis clothing line dengan omset yang cukup menggiurkan. Sejak awal dara pemilik akun instagram dengan nama DYN Clothingline ini memang punya mimpi bisa meraih kesuksesan di usia muda. Tentu saja tidak hanya sukses meraih gelar sarjana namun juga sukses mengembangkan bisnis fashion yang tengah digelutinya.

Diana Fatimat Azzahro

Tertarik Berbisnis Sejak Kecil

Kepada Humas UII di kampus terpadu, gadis asal Pati Jawa Tengah ini mengaku telah belajar bisnis sejak SD. “Pertama kali belajar bisnis, waktu itu dibeliin sama orang tua bolpoin 1 pack untuk dijual. Awalnya rugi, namanya juga anak kecil, bolpoin harga 1.000 tapi saya jual 500”, kenangnya. Sejak saat itu, bermacam-macam barang dagangan pernah ia jual. Mulai dari roti, gelang, makanan ringan, hingga sketsa wajah.

Pada 2012, ia sempat mengikuti kursus fashion di Yogyakarta dan kursus menjahit di Pati. Mulai tahun 2013, ia pun mulai fokus menggeluti bisnis fashion melalui instagram. Bisnis fashion ia pilih karena selain hobinya bisnis, mahasiswi ini juga suka dengan hal-hal berbau desain dan fotografi. Ia menganggap dunia fashion sangat cocok untuk menjadi ladang bisnis sekaligus sebagai salah satu cara menyalurkan hobinya. Melakukan sesuatu yang diawali dari hobi tentu lebih menyenangkan.

Tonjolkan Keunggulan Produk Lewat Foto

Produk yang dihasilkan dari DYN Clothingline berupa kemeja dengan model loss. Keunggulan produknya dibandingkan dengan yang lain yaitu model produknya yang simple tapi casual dan cocok dipakai untuk orang yang berbadan kurus maupun gemuk. Selain itu, DYN Clothingline juga menawarkan koleksi baju-baju daily, seperti kemeja, sweater, long shirt dll.

Awalnya Diana Fatimat mencoba model pemasaran langsung yakni ditawarkan dari teman ke teman. Namun menyadari besarnya peluang di dunia internet, ia pun memutuskan untuk menggunakan model pemasaran online. Diana mengaku punya trik khusus untuk menggenjot penjualan dan menarik perhatian konsumen pada produknya.

”Kuncinya dengan serius mempresentasikan produk lewat foto”, ujarnya singkat. Ia percaya bahwa setiap orang yang ingin membeli produk melalui online tentu pertama kali melihat foto produk. Terlebih di dunia fashion, apabila ada produk yang sama namun difoto dengan kualitas yang berbeda, maka customer cenderung akan lebih memilih produk dengan foto yang lebih bagus dan menarik.

Dan hal inipun dibuktikan oleh Diana yang memotret kembali produk lamanya dengan kualitas foto yang lebih bagus, ternyata produk tersebut habis terjual. Sehingga saat ini selain produk yang ditawarkan memang bagus, Diana juga mengandalkan foto sebagai salah satu strategi pemasarannya. Selain itu, kunci dari bisnis online adalah selalu update dan melihat tren terbaru.

Ingin Mengembangkan Bisnis Butik

Customer DYN Clothingline, selain dari Jogja juga tidak sedikit yang berasal dari luar Jogja. “Kebanyakan dari Bandung, Tangerang, Jakarta, dan Banten yang notabene adalah kawasan yang terkenal akan fashionnya. Mereka menyukai produk DYN Clothingline karena salah satunya melihat foto yang bagus dan produknya enak untuk digunakan”, terang Diana.

Untuk membuat bisnis ini, awalnya Diana hanya memiliki modal awal sekitar Rp 1.000.000. Namun dengan kejelian dalam strategi pemasaran, sekarang ia mampu meraup omset hingga mencapai 50 juta dalam kurun waktu 3 bulan.

Diana menceritakan pernah mengalami jatuh bangun dalam berbisnis. Meski demikian hal itu dinilainya sebagai hal yang sudah biasa. “Dalam bisnis yang penting jalani saja dulu, jangan terlalu banyak berpikir. Soal untung atau rugi urusan nanti. Karena dalam bisnis hal itu sudah biasa”, pesannya

Saat ini untuk mengembangkan bisnis tersebut, ia sedang berproses untuk membuat butik di kampung halamannya daerah Juwono, Pati, Jawa Tengah. “Insyaallah akan diresmikan sebelum lebaran nanti. Harapan ke depannya, pengen juga buat butik di Jogja karena sayang banget sudah banyak customer di sini, tinggal menunggu izin dari orang tua”, pungkasnya. (NA, ESP)