• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan dengan Meneladani Rasulullah
Berita Kegiatan

Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan dengan Meneladani Rasulullah

Kepemimpinan adalah proses hubungan antarpribadi yang di dalamnya mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain. Kepemimpina harus bisa mempimpin diri sendiri dengan mengutamakan qalbu daripada akal dan nafsu.

Demikian disampaikan Ustadz Dr. Fuad Nashori, S.Psi., M.SI., M.Ag., Psikolog, pada sesi kedua kegiatan Pesantren Ramadan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII). Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (15/4) itu dihadiri sekitar 200 peserta.

Ustadz Fuad Nashori dalam tausiyahnya menyampaikan materi berjudul “Peningkatan Aspek Leadership dengan Meneladani Rasulullah saw”. Ia menuturkan, setiap orang itu memimpin atas dirinya sendiri. Setiap orang juga memimpin orang lain, dalam skala kecil ataupun besar. Ada formal leader dan informal leader, semuanya dipertanggungjawabkan.

“Rasulullah bukan hanya mengajarkan ajarannya tetapi juga melakukannya dan itulah yang menjadikan beliau sebagai suri tauladan,” tutur Ustadz Fuad Nash.

Dalam materinya, ia mengungkapkan bahwa Muhammad adalah pemimpin paling besar sepanjang zaman. Muhammad berasal dari kota di tengah gurun, namun pengaruhnya hingga sampai ke semua sudut bumi bahkan hingga ke akhirat.

Ada beberapa prinsip leadership atau jiwa kepemimpinan yang dapat kita teladani dari Muhammad saw sebagai muslim. Pertama, mendahulukan tujuan akhirat daripada maksud duniawi. Muhammad saw menunjukkan bahwa jalan akhirat itu lebih utama daripada seluruh isi dunia. Karena pandangannya yang selalu melihat akhirat sebagai tujuan, maka tidak ada yang sanggup menggoyahkan keyakinannya untuk menegakkan kebenaran.

Ditinjau dari beberapa teori, salah satunya adalah Path-Goal Theory, bahwa kepemimpinan Nabi Muhammad saw telah menetapkan tujuan dan jalur atau cara mencapainya didunia ini, yaitu melalui ibadah dalam arti luas.
Berikutnya yang kedua adalah menomorsatukan fungsi sebagai landasan dalam memilih orang atau sesuatu. Hal ini dibuktikan oleh keempat sahabat yang dikenal sangat dekat dengan Muhammad saw yakni Abu Bakar Assiddiq, Umar bin Khtab, Ustman ibnu Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Ini adalah gambaran jelas kemampuan Muhammad SAW dalam melihat fungsi.

Ketiga, mengutamakan segi kemanfaatan daripada Kesia-siaan. Nabi Muhammad saw suka terhadap orang yang bekerja keras dalam memimpin dan memberikan manfaat terhadap orang banyak dan ketidaksukaan beliau terhadap orang yang menyusahkan orang lain.

Selanjutnya yang keempat, sebagai seorang muslim dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi, haruslah mendahulukan yang lebih mendesak daripada yang bisa ditunda. Sebagai seorang pemimpin harus teguh pada komitmen dan pintar dalam mengatur prioritas sehingga segala hal dapat teratasi dengan baik.

Sebagai seorang pemimpin, Nabi Muhammad saw juga selalu memilih jalan yang tersukar untuk dirinya dan termudah untuk umatnya. Hal ini menunjukkan jiwa leadership Nabi Muhammad saw yang sangat tinggi dan selalu mengutamakan umatnya. Dan yang terakhir adalah selalu mementingkan pemaafan daripada konflik dan balas dendam.

“Inti dari kepemimpinan ini adalah bahwa Rasulullah adalah jalan menuju kebaikan dunia akhirat, dimana dan menunjukkan kepada umatnya,” Tutup Ustadz Fuad Nashori. (APA/RS)

17 April 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/FTSP-UII-2.jpg 450 674 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-04-17 13:58:432022-04-21 08:50:46Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan dengan Meneladani Rasulullah

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Motivasi dalam Kehidupan Seorang Muslim Link to: Motivasi dalam Kehidupan Seorang Muslim Motivasi dalam Kehidupan Seorang Muslim Link to: Cilacs UII Terima Studi Banding UPB UINSI Samarinda Link to: Cilacs UII Terima Studi Banding UPB UINSI Samarinda Cilacs UII Terima Studi Banding UPB UINSI Samarinda Scroll to top Scroll to top Scroll to top