• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menyelesaikan Persoalan dalam Arsitektur
Berita Kegiatan

Menyelesaikan Persoalan dalam Arsitektur

Dalam upaya mewujudkan arsitektur yang pandai menyelesaikan persoalan dalam dunia arsitek, Program Studi (prodi) Arsitektur UII menyelenggarakan supporting lecture pada Senin (14/3) yang disiarkan langsung melalui channel YouTube prodi Arsitektur UII.

Ir. Ahmad Saifudin Mutaqi, M.T., IAI., AA., GP. selaku pembicara menyampaikan tentang apa yang biasanya dilakukan oleh arsitektur ketika menghadapi persoalan dalam proses memformulasikan karyanya. Maka dari itu, ia menyesuaikan tema yang diusung pada kuliah umum tersebut, “Problem statement and Initial Idea (Critical Thinking, Issues, Design Problems).”

Biasanya seorang arsitektur berproses melalui persoalan, bagaimana berfikir secara kritis, membuat sebuah isu, permasalahan-permasalahan yang melatarbelakanginya, bisa menemukan persoalan sendiri dan berusaha menyelesaikannya. Proses ini berada di jalan pikiran arsitek untuk menghadapi karya rancangannya.

Ahmad Saifudin menjelaskan bahwa dalam pemecahan masalah dan cara berpikir analitis diperlukan latihan dari hal yang sederhana. “Apa itu masalah arsitektur?,” tanya Ahmad Saifudin. “Tentu define sebagai masalah, berkaitan dengan hak-hak yang bersifat konseptual dan apa yang kemudian menjadi satu tujuan di dalam menyelesaikan persoalan itu, karena lebih bersifat kualitatif. Oleh karenanya arsitektur berusaha mencari apa-apa yang dianggap memiliki keunikan, ini merupakan poin penting,” terangnya.

Lebih lanjut dikemukakan Ahmad Saifudin, hal yang menjadi suatu cerminan adalah bagaimana arsitek mengeksplorasi, kemudian mendapatkan keunikan yang khas tertentu dan tidak terjadi di tempat lain, atau fenomena lain yang harus diselesaikan. Tahapan-tahapan dalam menyelesaikan persoalan, bisa dengan memikirkan, menganalisa, membuat eksplorasi, evaluasi lalu muncul gagasan-gagasan. Berikutnya gagasan-gagasan ini menjadi konsep arsitektur.

“Konsep arsitektur adalah makna atau alasan untuk suatu tujuan akhir dari apa yang akan dibuat. Meskipun dikaitkan dengan tujuan akhir, tapi ini bagian pertama dari proses desain dan harus dikembangkan.” tutur Ahmad Saifudin.

Konsep arsitektur menjadi awal dari proses-proses lanjutan, ketika akan ditanamkan dalam satu setting tertentu, maka kemudian akan melahirkan banyak alternatif, dan seterusnya. Disampaikan Ahmad Saifudin, dalam hal ini digambarkan seperti menanam suatu benih, dari fenomena-fenomena yang ditanam, akan melahirkan banyak hal yang memunculkan pemikiran-pemikiran. Sehingga konsep arsitektur digambarkan suatu ide, gagasan, kalau diformulasikan menjadi satu pandangan atau pendapat atau abstrak atau di level yang lebih mendalami lagi satu filosofi atau suatu keyakinan tertentu.

“Keunikan tergantung juga pada keadaan-keadaan setting tertentu, misalnya mempertimbangkan sebuah lokasi, lokasi bisa memberikan info banyak, mulai dari bentuk apakah memanjang, berkelok-kelok, square, apakah ireguler, dan sebagainya. Ini akan menimbulkan gagasan-gagasan,” ujar Ahmad Saifudin.

Ahmad Saifudin menjelaskan, permukaan akan memberikan pengaruh berbeda, ketika ada kontur, ada tinggi rendah, lalu bagaimana memanfaatkan tinggi rendah. Contoh paling sederhana, dari daerah resapan air, tutupan lahan tidak boleh lebih dari 10 % misalnya. Arsitek tentu berpikir bagaimana supaya bisa menghadirkan bangunan tidak melebihi aturan yang ada.

Faktor lokasi memiliki keunikan dan setiap lokasi memiliki perbedaan. “Ketika Anda semua memilih suatu lokasi, tentu tidak seperti memotong roti, Anda bisa mencari satu lokasi dengan keunikan yang melekat,” tegas Ahmad

Di akhir sesi, Ahmad Saifudin juga memberikan contoh desain arsitektur untuk dianalisis serta tujuan dari pembentukan desainnya. (LMF/RS)

16 Maret 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/FTSP-UII-2.jpg 450 674 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-03-16 15:56:242022-03-17 15:58:54Menyelesaikan Persoalan dalam Arsitektur

Berita Terakhir

  • UII Buka PPDS Patologi Klinik, Perkuat Kemitraan dengan Pemkab Sragen
  • UII dan Badilag MA RI Gelar Seminar Nasional, Bahas Arah Baru Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Era Digital
  • UII Lepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat SINERA 2026 ke Kabupaten Buton
  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Perkuat Nilai Alam dan Budaya Melalui Arsitektur Link to: Perkuat Nilai Alam dan Budaya Melalui Arsitektur Perkuat Nilai Alam dan Budaya Melalui Arsitektur Link to: Kunci Fire Protection pada Bangunan Link to: Kunci Fire Protection pada Bangunan Kunci Fire Protection pada Bangunan Scroll to top Scroll to top Scroll to top