• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pentingnya Kejujuran dan Hubungan Baik Agar Usaha Makin Maju
Berita Kegiatan, Pilihan

Pentingnya Kejujuran dan Hubungan Baik Agar Usaha Makin Maju

Prodi Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan sesi sharing bersama alumni Arsitektur lulusan tahun 2004, Yanuar Iwan Pandria. Ia merupakan alumni UII yang getol menggeluti berbagai bidang usaha hingga membuatnya memiliki jiwa entrepreneur. Jatuh bangun menggeluti dunia usaha pun pernah dialaminya. Acara ini berlangsung melalui Zoom meeting pada hari Senin (18/04).

Yanuar Iwan Pandria dalam sharingnya menyatakan bahwa ia menyukai wirausaha karena itu dapat menumbuhkan kemandirian kuat dalam dirinya. Memang harus melalui tahap yang begitu panjang untuk bisa melangkah dengan mandiri.

“Saya di semester 5 sudah memulai proyek dan membangun cafe di Jln. Kaliurang bersama teman-teman,” ujar Yanuar. Hal yang disukainya adalah diberikan kesempatan project yang bersifat suka-suka, dan semua atas kendali kemauan dirinya. Ini menjadi pengalaman menarik baginya.

Pengalamannya yang tidak pernah terlupakan ketika pelepasan sarjana, ia tiba-tiba diminta untuk berpidato. “Ini dadakan dan saya mengatur konsep bicara yang akan saya utarakan” ujar Yanuar.  Dalam pidatonya ia menyampaikan bahwa wisuda bukan akhir dari segalanya, tetapi merupakan awal untuk meniti karir masa depan. 

Singkat cerita, Yanuar membeli perusahaan bersama 10 temannya. Ketika membeli perusahaan untuk memulai karirnya, ia belum mengerti tentang dunia kerja, informasi mengenai pekerjaan dan sistematika dalam bekerja. Jadi semua serba otodidak. 

Sayangnya, dalam kurun setahun, perusahaan yang dibelinya bangkrut, karena memang tidak mengetahui sistematika dalam mengelola perusahaan dan mengkoneksikannya. 

Ia pun memetik pelajaran sehingga mulai berkolaborasi dengan perusahaan lain dan dipercaya sebagai direktur. “Semua perusahaan saya dibantu dan dimodali oleh orang lain,” imbuh Yanuar. Inilah yang menjadi salah satu keistimewaan Yanuar, dipercaya oleh semua orang. “Saya berjuang habis-habisan untuk kesuksesan perusahaan saya, sampai motor kakak saya, saya jual” ungkap Yanuar. 

Jatuh dan bangun sudah dirasakan Yanuar. Ketika mengingat kegagalannya, justru membuat Yanuar bangkit dan bersemangat. “Berwirausaha tidak hanya ke satu titik saja, tetapi mengalir secara alami,” ungkap Yanuar. 

Menurutnya, berwirausaha dapat menempa mental seseorang sehingga ia pun sudah merasakan titik di mana harus melangkah atau berhenti. Ia juga sempat mencoba merubah komposisi teman-teman bisnisnya yang bisa diajak bertumbuh dan menatanya dari awal. 

Menjalin Hubungan Personal dengan Klien

“Interaksi dan hubungan yang baik dengan klien adalah yang utama,” ungkap Yanuar. Ia menekankan bahwa hubungan dengan klien tidak sekedar order setelahnya sudah. Tetapi harus ada hubungan yang baik setelah itu, tetap menjalin komunikasi. Dengan hal ini maka klien akan merasa diistimewakan. “Klien saya banyak yang kembali ke saya setelah puluhan tahun lamanya, karena saya suka ngajak ngobrol mereka,” tekan Yanuar. 

Yanuar berprinsip menjunjung kejujuran sangat penting di manapun tempatnya. “Jangan sampai berbohong,” ujar Yanuar. Menurutnya desain itu nomor 2 setelah kejujuran. Maka dari itu dengan kejujuran dapat membawa keberkahan perusahaannya. Selain itu, membangun kepercayaan dengan pelanggan juga tidak kalah penting. 

Di akhir sesi pemaparannya, Ia mengatakan bahwa dalam pengembangan kewirausahaan tidak hanya berfokus pada 1 produk saja, tetapi memang memulainya dari 1 gagasan, kemudian bisa berkembang ke bisnis yang lain. Misalnya dengan membangun bahkan dengan mengoperasionalkannya. (LMF/ESP)

20 April 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/05/Yuk-Kenali-Prinsip-dan-Jenis-Investasi-Syariah.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-04-20 23:55:502022-04-21 10:15:57Pentingnya Kejujuran dan Hubungan Baik Agar Usaha Makin Maju

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Islam Memperhatikan Ketahanan Pangan Link to: Islam Memperhatikan Ketahanan Pangan Islam Memperhatikan Ketahanan Pangan Link to: Menelaah Pasal 24 UUD 1945 tentang Kekuasaan Kehakiman Link to: Menelaah Pasal 24 UUD 1945 tentang Kekuasaan Kehakiman Menelaah Pasal 24 UUD 1945 tentang Kekuasaan Kehakiman Scroll to top Scroll to top Scroll to top