,

Pentingnya Kejujuran dan Hubungan Baik Agar Usaha Makin Maju

Prodi Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan sesi sharing bersama alumni Arsitektur lulusan tahun 2004, Yanuar Iwan Pandria. Ia merupakan alumni UII yang getol menggeluti berbagai bidang usaha hingga membuatnya memiliki jiwa entrepreneur. Jatuh bangun menggeluti dunia usaha pun pernah dialaminya. Acara ini berlangsung melalui Zoom meeting pada hari Senin (18/04).

Yanuar Iwan Pandria dalam sharingnya menyatakan bahwa ia menyukai wirausaha karena itu dapat menumbuhkan kemandirian kuat dalam dirinya. Memang harus melalui tahap yang begitu panjang untuk bisa melangkah dengan mandiri.

“Saya di semester 5 sudah memulai proyek dan membangun cafe di Jln. Kaliurang bersama teman-teman,” ujar Yanuar. Hal yang disukainya adalah diberikan kesempatan project yang bersifat suka-suka, dan semua atas kendali kemauan dirinya. Ini menjadi pengalaman menarik baginya.

Pengalamannya yang tidak pernah terlupakan ketika pelepasan sarjana, ia tiba-tiba diminta untuk berpidato. “Ini dadakan dan saya mengatur konsep bicara yang akan saya utarakan” ujar Yanuar.  Dalam pidatonya ia menyampaikan bahwa wisuda bukan akhir dari segalanya, tetapi merupakan awal untuk meniti karir masa depan. 

Singkat cerita, Yanuar membeli perusahaan bersama 10 temannya. Ketika membeli perusahaan untuk memulai karirnya, ia belum mengerti tentang dunia kerja, informasi mengenai pekerjaan dan sistematika dalam bekerja. Jadi semua serba otodidak. 

Sayangnya, dalam kurun setahun, perusahaan yang dibelinya bangkrut, karena memang tidak mengetahui sistematika dalam mengelola perusahaan dan mengkoneksikannya. 

Ia pun memetik pelajaran sehingga mulai berkolaborasi dengan perusahaan lain dan dipercaya sebagai direktur. “Semua perusahaan saya dibantu dan dimodali oleh orang lain,” imbuh Yanuar. Inilah yang menjadi salah satu keistimewaan Yanuar, dipercaya oleh semua orang. “Saya berjuang habis-habisan untuk kesuksesan perusahaan saya, sampai motor kakak saya, saya jual” ungkap Yanuar. 

Jatuh dan bangun sudah dirasakan Yanuar. Ketika mengingat kegagalannya, justru membuat Yanuar bangkit dan bersemangat. “Berwirausaha tidak hanya ke satu titik saja, tetapi mengalir secara alami,” ungkap Yanuar. 

Menurutnya, berwirausaha dapat menempa mental seseorang sehingga ia pun sudah merasakan titik di mana harus melangkah atau berhenti. Ia juga sempat mencoba merubah komposisi teman-teman bisnisnya yang bisa diajak bertumbuh dan menatanya dari awal. 

Menjalin Hubungan Personal dengan Klien

“Interaksi dan hubungan yang baik dengan klien adalah yang utama,” ungkap Yanuar. Ia menekankan bahwa hubungan dengan klien tidak sekedar order setelahnya sudah. Tetapi harus ada hubungan yang baik setelah itu, tetap menjalin komunikasi. Dengan hal ini maka klien akan merasa diistimewakan. “Klien saya banyak yang kembali ke saya setelah puluhan tahun lamanya, karena saya suka ngajak ngobrol mereka,” tekan Yanuar. 

Yanuar berprinsip menjunjung kejujuran sangat penting di manapun tempatnya. “Jangan sampai berbohong,” ujar Yanuar. Menurutnya desain itu nomor 2 setelah kejujuran. Maka dari itu dengan kejujuran dapat membawa keberkahan perusahaannya. Selain itu, membangun kepercayaan dengan pelanggan juga tidak kalah penting. 

Di akhir sesi pemaparannya, Ia mengatakan bahwa dalam pengembangan kewirausahaan tidak hanya berfokus pada 1 produk saja, tetapi memang memulainya dari 1 gagasan, kemudian bisa berkembang ke bisnis yang lain. Misalnya dengan membangun bahkan dengan mengoperasionalkannya. (LMF/ESP)