Menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah. Tidak semua orang mampu menjadi pemimpin yang baik, bahkan untuk dirinya sendiri. Diperlukan ilmu, keahlian, serta pengalaman yang mumpuni agar kepemimpinan seseorang dapat mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya guna mewujudkan tujuan organisasi.

UII Golden, sebuah komunitas di bawah naungan Kantor Urusan Internasional (KUI) UII, mengadakan webinar dengan judul ‘Leadership in Millennials Era’. Acara ini menjadi satu rangkaian dengan webinar lain yang berlangsung selama enam hari, sejak 1 Juni lalu. Akmal Maulana L, S.Psi., alumni Program Studi Psikologi UII, menjadi pengisi webinar tersebut. Saat ini, dirinya ditempatkan di Kalimantan Timur sebagai Group Leader of HCGA (Human Capital and General Affair) salah satu perusahaan kontraktor batubara ternama.

Di awal webinar, Akmal Maulana selaku pembicara banyak menjelaskan tentang generasi milenial dan karakteristiknya. Kemudian ia menyebut aspek yang sering generasi milenial abaikan.

“Teman-teman saya yang mungkin dulu seangkatan masih ada yg belum lulus, atau ada yang sudah lulus tapi tidak tau mau mengerjakan apa, atau susah mendapatkan kerja,” ceritanya mengawali.

“Kesalahan ini yang sering terjadi. Banyak mikirin tentang kuliah, tapi lupa akan life skill yang lain, soft skill lain dilupakan. Nah ini yang salah ya, hindari lah. Kuliah itu memang penting, berorganisasi itu juga penting. Karena life skill itu bukan hanya soal akademik, tapi juga soal leadership,” sambungnya.

Ia juga menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan atau leadership bagi milenial. Menurutnya, berbagai hal yang ada saat ini mengalami perubahan begitu cepat, sehingga sulit untuk terprediksi. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aktivitas yang saat ini, di tengah pandemi Covid-19, dapat tetap berjalan dengan bantuan teknologi. Ia memberi contoh sidang skripsi yang dilakukan secara daring.

“Sekarang ini ada tren pola kerja industri 4.0, mulai dari digitalisasi hingga perubahan demografi. Model bisnis baru juga pasti terjadi. Contohnya startup, atau wirausaha sosial yang berkaitan dengan teknologi itu sudah banyak sekali. Pasti di situ banyak yang namanya perubahan pasar dan pola kerja. Jadi rata-rata pola pikirnya sudah dengan digital. Akan ada tantangan nih teman-teman. Pengurangan karyawan misalnya, calon karyawan juga. Karena semua sudah digital,” jelasnya.

Oleh karena itu, jiwa kepemimpinan menjadi nilai lebih tersendiri yang menjadikan seseorang unggul dibandingkan yang lain. Ia menjadi penting untuk dimiliki karena berguna pada berbagai hal dan kesempatan. Jiwa kepemimpinan yang baik akan sangat penting di dunia kerja maupun dalam memimpin diri sendiri.

Webinar berjalan menarik dan interaktif. Tidak sedikit peserta, baik mahasiswa maupun masyarakat umum, mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Acara usai setelah berlangsung hampir dua jam lamanya. (HR/ESP)