• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pentingnya Menyikapi Perbedaan Budaya
Berita Kegiatan

Pentingnya Menyikapi Perbedaan Budaya

Di era keterbukaan saat ini intensitas komunikasi yang melibatkan beragam latar belakang tidak dapat dihindarkan. Dorongan adaptif dalam menjaga hubungan antar budaya hingga antar negara menjadi sebuah hal yang perlu dikedepankan. Hal ini mengemuka dalam kuliah tamu bertajuk ‘Intercultural Learning and its Importance in Education’ pada Jumat (13/9) di auditorium Gedung Soekiman Wirjosandjojo, Kampus Terpadu UII.

Di Indonesia pendidikan karakter dan pendidikan budaya hanya sebagai proyek. Tapi apakah sudah kita pahami? Tanya Irid Rachman Agoes, MA. Ph.D, dosen tamu yang diundang bersama dengan Irianti Usman, Ph.D. Irid Rachman menunjukan data terbaru yang mengatakan bahwa ada 124 kepala daerah terjerat kasus korupsi sejak tahun 2004 hingga 2019. Ia menerangkan contoh autentik terkait pendidikan karakter dan budaya.

“Kita ini seperti sedang mencari orang setengah dewa. Tapi lihat yang sedang terjadi sekarang, seakan-akan KPK sedang dilemahkan,” Kata Irid setelah mengawali kuliahnya dengan memutar video singkat profil Alm. B.J. Habibie. Apakah korupsi itu budaya? Tanyanya retoris. “Bukan, tetapi jika diulang terus menerus, bukan tidak mungkin bisa menjadi budaya,” ungkap Irid.

Irid Rachman melihat bahwa misi interkultural tidak hanya mengenai dampak hubungan antar budaya atau antar negara, tetapi juga antar personal yang seharusnya dipelajari secara eksplisit dalam pendidikan di Indonesia.

Irid Rachman lalu menjelaskan 4 pilar pendidikan yang digagas United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Bahwa pertama perlu belajar mengetahui, kedua belajar untuk mengaplikasikannya, ketiga belajar untuk menjadi sesuatu, dan keempat belajar untuk sadar bahwa manusia hidup bersama. Dengan begitu fungsi pendidikan tinggi bisa terealisasi.

Sementara Irianti Usman lebih banyak bercerita pengalamannya selama menyelesaikan studinya di Amerika. “Saya mengalami double culture shock,” ungkap Irianti Usman setelah menceritakan dirinya belajar dan menetap di Amerika, lalu kembali ke Indonesia. Dijelaskan bahwa ia telah beradaptasi dan menemukan identitas barunya selama studi di Amerika.

“Intercultural itu tentang pertukaran perspektif yang mencakup nilai, budaya, pengetahuan, dan norma umum,” jelasnya. Dengan kata lain, kemampuan komunikasi untuk saling memahami dalam hubungan antar budaya menjadi krusial dalam proses peleburan budaya.

Kuliah tamu ini juga menghadirkan Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII, Dr.Phil. Dra. Emi Zulaifah, M.Sc. Dalam sambutannya disampaikan bahwa penting bagi warga negara mengenali identitasnya melalui nilai-nilai kebangsaan sehingga dapat merespon dengan bijak perubahan-perubahan budaya maupun informasi yang sedang terjadi di dunia. (IG/RS)

17 September 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/09/Pentingnya-Menyikapi-Perbedaan-Budaya.jpg 325 487 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-09-17 15:29:522019-09-17 15:29:52Pentingnya Menyikapi Perbedaan Budaya

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: IBISMA UII Pertemukan Wirausahawan Mahasiswa dengan Investor Link to: IBISMA UII Pertemukan Wirausahawan Mahasiswa dengan Investor IBISMA UII Pertemukan Wirausahawan Mahasiswa dengan Investor Link to: PMTS UII Komitmen Tingkatkan Kualitas Link to: PMTS UII Komitmen Tingkatkan Kualitas PMTS UII Komitmen Tingkatkan Kualitas Scroll to top Scroll to top Scroll to top