• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Sebaran Dokter di Indonesia Belum Merata
Berita Kegiatan, Covid19, Pilihan

Sebaran Dokter di Indonesia Belum Merata

Pernyataan Sikap UII

Tidak meratanya pendistribusian dokter di Indonesia masih menjadi persoalan, terlebihi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang saat ini sudah di tetapkan sebagai bencana nasional oleh pemerintah. Hal ini diharapkan juga menjadi perhatian para dokter lulusan Fakultas Kedokteran UII yang secara resmi dilantik dan diambil sumpahnya pada Kamis (23/4).

Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter periode XLIX ini berbeda dari biasanya, yakni dilakukan secara daring. Pada periode ini Fakultas Kedokteran UII melantik 13 dokter baru dengan rincian 9 dokter perempuan dan 4 dokter laki-laki.

Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK. menyampaikan harapannya kepada para dokter yang baru saja dilantik, terlebih di saat mewabahnya Covid-19. “Mulai hari ini warnailah hari-hari kalian dengan pengabdian, karena tenaga kesehatan sangat dibutuhkan pengabdiannya pada masa pandemi ini. Jadilah dokter yang mampu berperan dalam situasi sulit sekalipun, karena dokter adalah sebagai benteng terakhir dalam upaya penanganan Covid-19,” paparnya.

Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T. M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa lulusan kedokteran UII diharapkan menjadi dokter muslim yang baik. “Tiga ciri dokter muslim yang baik adalah mempunyai kompetensi keilmuan yang luas, mempunyai pemahaman praktik keislaman yang istiqomah, dan yang terakhir yaitu profesionalisme yang tinggi,” ungkapnya.

Fathul Wahid juga menyinggung tiga hal yang perlu diingat dalam mendefinisikan profesionalisme. Sebagai profesional maka harus mengasah kemampuan komunikasi yang baik. Keterampilan komunikasi meliputi keterampilan berbicara tetapi juga sekaligus keterampilan dalam mendengarkan. Dokter yang baik seharusnya tahu kapan mulai berbicara dan kapan mata dan telinga terjaga. Cara dokter mengkomunikasikan informasi kepada pasien sama pentingnya dengan informasi yang dikomunikasikan.

Selain itu, Fathul Wahid juga mengajak para dokter untuk mengasah rasa empati. Menurutnya sangat penting bagi seorang dokter memahami perasaan pasien. Dokter yang berempati akan merasakan, menghayati dan menempatkan diri sendiri layaknya yang dialami pasien tanpa harus tenggelam di dalamnya.

Lebih lanjut disampaikan Fathul Wahid, keinginan yang tulus membantu pasien juga merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki seorang dokter. Dokter yang tulus dalam membantu pasien tentu akan membuatnya menjadi pribadi yang disukai oleh pasien. “Hal ini akan memudahkan aktifitas dokter karena pasien menjadi lebih terbuka untuk memberikan informasi yang sebenarnya,” terangnya.

“Saya berharap minimal tiga kemampuan tersebut, yaitu mengasah komunikasi, rasa empati dan ketulusan bisa anda kembangkan, meskipun Anda sudah lulus. Saya ingin menitipkan nama almamater kepada anda dengan cara menjaga nama baik anda sendiri. InsyaAllah dengan anda menjaga nama baik anda sendiri nama almamater juga terjaga,” pungkasnya. (DRD/RS)

25 April 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-04-25 05:35:382020-04-25 05:37:04Sebaran Dokter di Indonesia Belum Merata

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Membawa Tiongkok ke Peradilan Internasional karena Pandemi Covid-19 Link to: Membawa Tiongkok ke Peradilan Internasional karena Pandemi Covid-19 Membawa Tiongkok ke Peradilan Internasional karena Pandemi Covid-19 Link to: Kiat Universitas di Inggris dan Taiwan Menyiasati Pandemi Covid-19 Link to: Kiat Universitas di Inggris dan Taiwan Menyiasati Pandemi Covid-19 covid-19Kiat Universitas di Inggris dan Taiwan Menyiasati Pandemi Covid-19 Scroll to top Scroll to top Scroll to top