,

Teliti Senyawa Turunan Xanton Terhadap Sel Kanker Kolorektal, Dosen FK UII Raih Gelar Doktor

Kanker saat ini menjadi salah satu pembunuh paling mematikan di dunia. Pengobatan kanker dengan kemoterapi dinilai belum maksimal dalam menyembuhkan pasien. Oleh karena itu, dunia medis selalu berupaya mencari alternatif pengobatan yang lebih efektif. Salah satunya yakni terapi pengobatan dengan memanfaatkan senyawa xanton.

Bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK), Universitas Gadjah Mada, pada Rabu (25/7) dosen Fakultas Kedokteran (FK) UII, dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes berhasil meraih gelar doktor pada program doktor ilmu kedokteran dan kesehatan FKKMK UGM dengan meraih predikat cumlaude IPK 3,92. Ia menjadi doktor ke 4.082 yang lulus di UGM. Momen tersebut semakin spesial karena bertepatan dengan hari lahir dr. Isnatin Miladiyah.

Adapun yang menjadi penguji pada sidang doktor tersebut yaitu Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt selaku promotor, Prof. Drs Jumina, Ph.D dan Prof. dr. Sofya Mubarika, M.Med.Sc, Ph.D sebagai co-promotor, serta dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D, Dr.med. dr Indriyani Astuti, Dr. Drs. Hari Purnomo, MS, Apt, dan Dr. dr. Etik Nuraini Solechah, M.Kes.

Penelitian yang dilakukan oleh dr. Isnatin Miladiyah itu sendiri yaitu “Uji Sitotoksisitas dan Kombinasi, Kajian Quantitative Structure-Activity Relationship (QSAR) Senyawa Turunan Xanton Terhadap Sel Kanker Kolorektal (WiDR) dan LIMFOMA (Raji) Serta Mekanisme Aksinya Secara Molecular Docking : Kajian Ekspresi mRNA COX-2, VEGF, dan Telomerase”.

Dalam penelitiannya, ia menjelaskan bahwa pada saat ini kanker merupakan penyebab kematian utama di negara maju sedangkan di negara berkembang menempati urutan kedua. Tingkat keberhasilan kemoterapi sebagai modalitas utama terapi kanker masih rendah karena timbulnya efek samping dan resistensi sel kanker akibat sifat kerja antikanker yang tidak selektif dan spesifik, yang ditunjukan terhadap abnormalitas genomik dan molekuler.

Risiko efek samping dan resistensi yang muncul akibat penggunaan kemoterapi dapat diatasi salah satunya dengan penggunaan agen kemoterapi secara kombinasi, yang memungkinkan pemberian dosis lebih rendah, namun dengan efikasi yang setara dengan penggunaan secara tunggal.

“Hal ini disebabkan karena penggunaan obat secara kombinasi pada konsentrasi tertentu menghasilkan efek yang setara atau lebih baik daripada penjumlahan efek antikanker yang dihasilkan oleh masing-masing obat pada penggunaan secara tunggal” pungkasnya.

Ia juga menambahkan saat ini membuat suatu senyawa yang sama dan secara sintetis dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. “Akan jauh lebih baik apabila kita gunakan senyawa sintetis itu. Apalagi kita mempunyai bahannya, teknologipun kita punya, sehingga otomatis dengan penggunaan senyawa sintetis itu kita akan menjaga keanekaragaman hayati. Namun di sisi lain, pengembangan ilmu tidak terhenti dan masih bisa berlanjut” ungkapnya.

Acara sidang doktor diakhiri dengan pengucapan selamat oleh promotor dan para hadirin atas prestasi yang diraih oleh dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes. Turut hadir Rektor UII, Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D beserta para pimpinan UII lainnya. (AR/ESP)