Proses intensif dalam pembelajaran tidak hanya membantu siswa menerima dan memahami materi pembelajaran di kelas. Yang tak kalah penting adalah memelihara lingkungan pembelajaran yang suportif. Sebagaimana tergambar dalam program English Super Camp (ESC) di Madrasah Aliyah Negeri 3 Yogyakarta (MAYOGA) yang turut dipandu oleh Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Islam Indonesia (UII). Program itu berlangsung dari Senin (23/09) hingga Sabtu (05/10).

Ir. Ami Syamsiah Zainal, M.Pd, selaku penanggungjawab materi menyampaikan bahwa program intensif selama dua minggu itu adalah agenda tahunan dan sudah berjalan selama 10 tahun terakhir. “Memang kebijakan sekolah mengandung muatan untuk program penguatan bahasa,” ungkap Ami. Ini adalah tahun pertama PBI UII menerjunkan 18 tutor untuk program intensif Bahasa Inggris di MAYOGA.
“Karena memang UII dan MAYOGA baru saja melakukan penandatanganan MoU, walaupun di tahun sebelumnya bekerja sama dengan English Pare selama kurang lebih sepuluh hari,” Jelas Ami.

Minggu pertama program ESC dimulai dengan intensif belajar di dalam kelas. Disambung dengan outbound dan susur rute di akhir pekan bersama 262 siswa kelas X MAYOGA dan para tutor yang diakhiri dengan menginap di Desa Wisata Pulesari Turi Sleman pada Senin, (30/09).

Kegiatan selanjutnya adalah kunjungan kampus ke UII, mengunjungi beberapa titik lokasi antara lain Museum UII, Masjid Ulil Albab, Perpustakaan Pusat, Lab Bahasa dan Student Area Center PBI UII. Dalam prosesnya, baik outbound maupun kunjungan, siswa MAYOGA dituntut untuk senantiasa menggunakan Bahasa Inggris baik kepada sesama siswa maupun kepada tutor.

Ami mengaku bahwa penampilan seni siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran intensif Bahasa Inggris tidak hanya menjadi parameter untuk mengukur kecakapan berbahasa Inggris siswa, tetapi juga sebagai tolak ukur antusiasme siswa dalam proses kreatif. “Harapan ke depan agar bisa berlanjut dalam bentuk mutual benefit antara MAYOGA dan UII, evaluasi secara keseluruhan dan mempertahankan apa yang perlu,” Pungkas Ami.

Salah satu tutor dari PBI UII, Syahrul Yaqin berpendapat bahwa program ini memiliki daya tarik tersendiri, terkhusus bagi tutor. “Beda tutor, beda gaya mengajarnya,” Ungkap Syahrul. Di dalam prakteknya, siswa-siswa masih perlu dibiasakan untuk menggunakan Bahasa Inggris, terkhusus dalam kosa kata, grammar, dan pelafalan.

Menambahkan, Nur Wahyudin Al Aziz, S.Pd –selaku kepala sekolah MAYOGA –yang hadir pada acara penutupan mengucapkan terima kasih kepada tutor yang telah diterjunkan dari PBI UII. Nur salut terhadap kinerja para tutor yang tidak hanya mengajarkan materi Bahasa Inggris, tetapi juga menyalurkan nilai-nilai kepada para siswa. (IG/ESP)