Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah proposal terbanyak yang didanai DIKTI melalui kompetisi hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) V Bidang tahun pendanaan 2019. PKM merupakan program yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan RISTEKDIKTI yang ditujukan sebagai kompetisi nasional bagi mahasiswa.

Disampaikan oleh Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UII, Beni Suranto, ST. M.SoftEng pada Selasa (2/4) di ruang kerjanya bahwa PKM merupakan program yang memilki aspek kompetitif yang tinggi. Ini tercermin dari banyaknya proposal yang menyentuh angka tiga puluh ribu hingga lima puluh ribu se-Indonesia. Sedangkan yang terdanai sekitar sepuluh persen dari proposal yang masuk. Ditambah lagi yang lolos ke tahap Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), hanya mencapai dua ratus hingga empat ratus proposal.

“Ada 47 proposal PKM dari mahasiswa kita yang mendapat pendanaan DIKTI dari total proposal yang diunggah sebanyak 553 proposal. FMIPA menjadi penyumbang terbanyak dengan 32 proposal, disusul FTI 8 proposal, FH 2 proposal, FE 1 proposal, FIAI 1 proposal, FK 1 proposal, FPSB 1 proposal, dan FTSP 1 proposal”, ungkapnya.

Menurutnya, budaya kontestasi di momen PKM ini juga tidak hanya terjadi di luar kampus, namun sudah terjadi di dalam kampus pada periode seleksi proposal. Beni lalu memaparkan mekanisme yang harus ditempuh untuk meloloskan proposal. Pertama dengan sosialisasi yang dilakukan pada bulan Oktober tahun lalu, kemudian pengunggahan proposal pada paruh Desember hingga pertengahan Januari, lalu Monitoring dan Evaluasi (MONEV) internal, kemudian MONEV eksternal.

Tahun ini, ada tiga jenis PKM; PKM V Bidang, PKM Karya Tulis (KT), Gagasan Tertulis (GT) dan dengan satu tambahan jenis baru, yakni PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (GFK). Beni Suranto, ST. M.SoftEng. Berbeda dengan tiga jenis sebelumnya, PKM GFK mirip dengan karya tulis, namun gagasannya dituangkan di dalam video yang diunggah ke kanal youtube.

Beni menambahkan bahwa output yang dihasilkan melalui kegiatan PKM ini cukup menjanjikan karena selain dilatih melalui seleksi yang kompetitif, mahasiswa juga dihadiahi insentif dan kesempatan yang prospektif, baik dalam membuka usaha atau dalam publikasi hasil penelitian.

Dengan modal raihan pendanaan ini, Beni cukup bangga sekaligus optimis dengan karya yang diusung teman-teman mahasiswa UII. “Tahun ini kita menargetkan minimal ada tujuh proposal yang tembus ke PIMNAS dengan capaian 2 medali, dan salah satunya kita harap medali emas”, pungkasnya. (IG/ESP)