Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan dari Universitas Islam Riau (UIR) pada Senin, (12/18) di Ruang Audiovisual Gedung Prabuningrat UII. Kunjungan tersebut dalam rangka diskusi mengenai Teknologi Informasi yang digunakan oleh kedua perguruan tinggi serta penandatanganan kerjasama. Kerjasama yang disepakati di bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah Islamiyah.

Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., menyambut baik kunjungan UIR. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan UII serta pimpinan UII lainnya yang hadir pada acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa UII berprinsip selalu bekerjasama secara ekuivalen.

“UII berprinsip sebisa mungkin kerjasama itu bersifat ekuivalen atau saling sejajar. Sehingga tidak terjadi ketimpangan di salah satu pihak. Walaupun bisa berbeda program, minimal kita bisa menjadi setara.” Jelasnya.

Sementara Prof. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L. selaku Rektor UIR menyampaikan rasa terimakasih kepada UII yang telah menyambut rombongannya dengan sangat baik. “UIR pernah mendatangi UII beberapa tahun yang lalu untuk penandatanganan MOU sekaligus MOA untuk pelaksanaan pembukaan Program Studi Magister Ilmu Hukum UIR. Jadi, jasa UII terhadap UIR sangat luar biasa.” Ujarnya.

Syafrinaldi juga menambahkan bahwa semua kemajuan yang diperoleh UII selalu menjadi pantauan radar UIR dan penyemangat untuk bergerak ke arah yang lebih baik lagi. “Dalam hal berkoordinasi dengan berbagai lini, sebagian masih terkendala di bidang teknologi dan informasi. Inilah misi utama kami datang ke UII untuk menggali lebih dalam lagi bagaimana UII mengelola teknologi dan informasi.” Lanjutnya.

Memulai diskusi, Fathul Wahid yang juga berkecimpung dalam perubahan teknologi informasi yang ada di UII menjelaskan peran Badan Sistem Informasi (BSI UII). BSI telah memasang sekitar 800 access point yang tersebar di seluruh lingkungan UII serta memasang kabel sepanjang 40 km dan 6,6 km untuk fiber optic. Usaha perubahan tersebut kini dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa dan civitas akademika UII dengan pelayanan akses internet dengan kecepatan hingga 108 Mbps.

Sedangkan Muhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Kepala BSI UII menambahkan kemajuan teknologi dan informasi yang ada di UII bersifat kontinyu sehingga tidak ada kata stagnan. “Salah satu terobosan adalah akses Eduroam di lingkungan UII. Ketika saya pergi ke kampus lain, bahkan kampus yang berada di luar negri, saya cukup buka laptop dan otomatis terhubung ke wifi disana. Menggunakan akun siapa? Akun saya di UII.” Lanjutnya.

Eduroam adalah layanan education roaming yang digagas oleh negara di Eropa, yang memungkinkan sivitas akademika di seluruh dunia mendapatkan koneksi WiFi secara otomatis di 101 negara dan di lebih dari 12.000 institusi, UII termasuk salah satu di antaranya. (NIQ/ESP)