Tak bisa dipungkiri lagi bahwa masa depan bangsa Indonesia berada di tangan para pemuda. Oleh karena itu Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia terus berupaya mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang tinggi tentunya. Salah satu upaya UII adalah dengan memberikan akses pendidikan kepada siapa saja.

Setelah dinyatakan lulus pada tahapan seleksi, sebanyak 5.791 cendekiawan muda UII pada jenjang Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2019/2020 mengikuti kuliah perdana sebagai gerbang awal menuju pemimpin masa depan di Auditorium Prof. Dr. Abdulkahar Mudzakkir UII, Selasa (13/8). Pada tahun ini, tercatat jumlah pendaftar UII mencapai 24.173 pendaftar.

“Kami ucapkan selamat bergabung sebagai sivitas akademika Universitas Islam Indonesia. Para mahasiswa baru sekalian telah melewati persaingan yang cukup berat untuk dapat diterima di UII. Tentunya ini adalah sebuah pencapaian yang patut mendapat apresiasi. Sebab untuk berhasil masuk UII, Saudara harus berkompetisi dengan 24.173 pendaftar UII yang tercatat pada tahun ini.” ungkap Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. dalam laporannya,

Lanjut Imam Djati Widodo dalam laporannya, pada tahun akademik ini UII diantaranya menerima 54 mahasiswa Hafiz Alquran, beasiswa duafa berupa berupa pembebasan biaya studi dan Dana Catur Darma kepada 39 mahasiswa dan 27 mahasiswa asing.

“Diharapkan dengan kehadiran para hafiz, suasana keislaman di UII semakin semarak serta tumbuh generasi muda yang cinta Alquran. UII juga menerima mahasiswa internasional dari beberapa negara yang berasal dari Thailand, Pakistan, Mesir, Yaman, Somalia, dan Afganistan.”

Imam Djati menambahkan, mahasiswa baru UII berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dengan penyebaran yang cukup merata. Dimana 5 dari 10 provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak berasal dari luar Jawa. “10 besar provinsi tersebut yakni, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Riau, Banten, Lampung, Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan,” paparnya.

Sementara Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menuturkan mahasiswa yang telah lolos seleksi merupakan kalangan elit bangsa ini. Hanya 31,5% anak yang bisa menikmati bangku kuliah. Sehingga agar bisa memaksimalkan kesempatan melanjutkan jenjang kuliah semaksimal mungkin. “Tidak semua anak bangsa seusia saudara yang bisa menikmati bangku kuliah. Maka maksimalkan kesempatan itu dimulai pada hari ini karena masa depan Indonesia ada di tangan Saudara.” Ungkapnya.

Dikatakan Fathul Wahid kepada mahasiswa baru bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan yang tidak mungkin dapat menghindarinya. Sikap paling masuk akal adalah dengan menyiapkan diri menghadapi masa depan sebaik mungkin bukan dengan menghindari perubahan yang ada. “Tidak ada pilihan lain. Melempar handuk atau mengibarkan bendera putih tanda menyerah tidak ada dalam kamus pemimpin masa depan,” katanya.

Fathul Wahid menambahkan Masa depan membutuhkan manusia dengan karakteristik berbeda dengan masa kini, apalagi masa lampau. Masa depan tidak memberi tempat untuk mereka yang tidak adaptif dan tidak mentoleransi respon yang lambat. Karenanya, perlunya kemampuan dalam mengambil keputusan yang cekatan dan tangguh. “Masa depan tidak untuk mereka yang berpikir sempit dan berorientasi lokal. Karenanya, Saudara perlu menyiapkan diri menjadi warga global,” pungkasnya. (ENI/RS)