Konsistensi Universitas Islam Indonesia (UII) dalam meningkatkan kualitas pendidikan berkelanjutan berbuah manis. Berdasarkan data dari Hasil Klasterisasi Perguruan Tinggi Non Vokasi Tahun 2018, Kemenristekdikti menempatkan UII sebagai perguruan tinggi pada peringkat ke-29, menjadikan UII menempati peringkat tertinggi untuk perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Terdapat lima klaster yang mengelompokkan sejumlah 2.010 perguruan tinggi non vokasi di seluruh Indonesia. Pengklasteran tersebut didasarkan pada penilaian dari lima komponen parameter, yakni kualitas SDM, kelembagaan, kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian pemberdayaan masyarakat, serta inovasi. Skor dari kelima komponen tersebut dijumlahkan dan hasil akhirnya digunakan sebagai acuan dalam melakukan pemeringkatan perguruan tinggi.

Data yang digunakan sebagai acuan Kemenristekdikti bersumber dari beberapa Direktorat Jenderal, di antaranya Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Kelembagaan, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan, dan Ditjen Penguatan Inovasi. Pada klaster 1 terdapat 14 PT yang ada di dalamnya dengan skor 3.06, sementara klaster 2 berisi 72 PT dengan skor 1.96, klaster 3 diisi 299 PT dengan skor 1.26, sedangkan klaster 4 dengan jumlah PT terbanyak yakni 1470 dengan skor 0.63, serta klaster 5 berisi 155 PT dengan skor 0.10.

Klasterisasi perguruan tinggi Indonesia oleh Kemenristekdikti telah dilakukan sejak tahun 2015 dan diumumkan pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringkat UII dalam klasterisasi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan berkelanjutan, di mana pada tahun 2017 UII menempati peringkat 41 nasional.

Sebelumnya pada tahun 2016, UII juga meraih predikat sebagai perguruan tinggi swasta terbaik tingkat nasional berdasarkan Hasil Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi (HPKPPT) 2013-2015 dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Hal ini menunjukkan bahwa sebagai perguruan tinggi, UII konsisten dalam mempertahankan kualitas pendidikan termasuk berbagai komponen pendukung di dalamnya. Konsistensi UII dalam raihan prestasi merupakan hasil kerja keras dan doa dari segenap sivitas akademika UII.

Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa pemeringkatan perguruan tinggi bukanlah target akhir UII. “Dalam daftar 100 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Vokasi Tahun 2018, UII memang mendapat peringkat sebagai universitas swasta terbaik, namun capaian tersebut bukan tujuan utama,” ungkap Fathul Wahid.

Ditambahkan Fathul Wahid, lebih dari sekadar capaian dalam pemeringkatan, UII bertekad mendidik cendekiawan dan pemimpin bangsa. “Peringkat itu berkah karena UII mengerjakan tugasnya,” tuturnya.