2 Tim Mahasiswa UII Raih Prestasi di Ajang Istanbul International Invention 2017

Tim mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali cetak prestasi di kancah Internasional. Kali ini dalam ajang 2nd Istanbul International Inventions Fair (ISIF) 2017 yang di selengarakan di Istanbul, Turki pada 2-4 Maret 2017. Ajang ini diikuti lebih dari 300 tim berpengalaman  dari 32 negara seperti, Turki, Jepang, China, India, dan Pakistan Tim Mahasiswa UII berhasil membawa pulang medali perak oleh tim 1 dan perunggu oleh tim 2 dalam ajang inovasi tahunan bergengsi dan terbesar di Istanbul, Turki.

Tim yang beranggotakan Muhammad Alfan Auliya (Prodi Kimia) selaku ketua Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M Aushaf) UII, Mohamad Rahman Suhendri (Prodi Pendidikan Dokter) dan  Sandy Vrianda (Prodi Teknik Informatika) dengan dosen pembimbing Hazhira Qudsyi, S.Psi., MA mengusung inovasi tentang kesehatan mental yang berangkat dari keprihatinan terhadap krisis mental yang tidak pernah ada ujungnya, terlebih di kalangan mahasiswa yang notabene rentan terhadap penyakit mental seperti Depresi, dan Anexietas sehingga, berkaca dari temuan tersebut, Tim 1 Mahasiswa UII mentransformasi tampilan inovasi mereka ke dalam bentuk aplikasi android yang tujuannya untuk memudahkan mahasiswa terhubung dengan peer konselor maupun expert konselor secara langsung. Mengingat sejatinya, hampir seluruh universitas di Indonesia memiliki komunitas peer konselor (PIK-M) yang saling terkoneksi ke berbagai penjuru di Indonesia dibawah naungan BKKBN (Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional) setempat.

Muhammad Alfan Auliya selaku ketua PIK-M Aushaf UII menuturkan, “Untuk pengembangan ke depan, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan aplikasi lebih dalam sehingga aplikasi ini siap di akses dengan mudah kapanpun dan dimanapun secara gratis oleh seluruh mahasiswa di Indonesia khususnya Mahasiswa UII sehingga dapat menurunkan permasalahan mental yang terjadi di lingkup mahasiswa.” Ujarnya.

Disisi lain, berbeda halnya dengan tim kedua UII yang merupakan 3 mahasiswi dari Fakultas Kedokteran yaitu Finanda Nisa Amani, Siska Marina dan Diva Avissa dibawah bimbingan Dosen dr. Syaifudin Ali Akhmad M.Sc berhasil mengkolaborasikan tema tentang kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan dengan menciptakan GREENTI sebagai green tissue aromatherapy.

GREENTI memanfaatkan material limbah kulit singkong sebagai pengganti bahan baku utama tissue yaitu, kayu.  Pemilihan material ini mempertimbangkan tingginya angka deforestasi di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menurunkan tingkat penggundulan hutan yang marak terjadi dalam beberapa dekade terakhir
Kulit singkong dinilai ramah lingkungan serta memiliki kadar selulosa yang tinggi dengan kisaran antara 80-85% yang setara untuk membuat tisu dan kertas. Hal tersebut merupakan poin yang cukup krusial karena bahan baku utama pembuatan tisu adalah selulosa.

“Kami berharap dengan memanfaatkan potensi ini dapat mengurangi kontribusi sampah dari kulit singkong. Terlebih selama ini limbah tersebut acap kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat sebagai pakan hewan dan dibuang begitu saja karena dianggap tidak memiliki nilai jual.” pungkas Finanda Nisa Amani.

dr. Syaifudin Ali Akhmad menyampaikan apresiasinya terhadap ketiga mahasiswinya ini, agar bisa menjadi tradisi publikasi ilmiah yang baik untuk di wariskan kepada almamater, serta warisan yang bermanfaat untuk dibaca oleh generasi selanjutnya.

Ajang ISIF sendiri di prakarsai oleh International Federation of Inventors (IFIA), Turkish Patent and Trademark Office (TPE), Anatolia Inventions and Investors Association, Republic of Turkey Ministry of Science Industry and Technology dan World Intellectual Property Organisation (WIPO) yang bertindak sebagai wadah bagi para investor untuk mencari para penemu dan teknologi hasil penelitian dari seluruh dunia agar dapat dikomersilkan.