• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menggali Akar Krisis Politik di Myanmar
Berita Kegiatan

Menggali Akar Krisis Politik di Myanmar

Penangkapan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, pasca kudeta militer masih hangat diperbincangkan. Sebagaimana dalam Program Ngalir Live Talk #18 yang diadakan prodi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (HI UII) pada Sabtu (13/2). Acara bertemakan “Kudeta Militer Myanmar” ini menghadirkan pembicara Irawan Jati, M.Hum., M.S.S.

Di awal diskusi, Jati menuturkan bahwa dalam lima tahun terakhir saat beralih dari junta militer, Myanmar mendapat banyak sokongan dari dunia dalam memperkuat proses transisi demokrasi yang belum lama dibangun.

“Dari transisi ini, sebenarnya kita mengharapkan Myanmar punya peluang untuk menjadi negara yang demokratis. Tetapi ini adalah langkah mundur bagi Myanmar ketika militer mengambil kekuasaan sipil,” ucap Jati yang kini tengah menempuh studi doktoral di Australia.

Menurutnya, sejak masa transisi demokrasi telah banyak perubahan positif di sana. Perubahan ini juga dapat dilihat dari sikap mayoritas respon masyarakat Myanmar yang menolak pemerintahan militer. Artinya, ada aspirasi masyarakat di Myanmar untuk mempertahankan demokrasi.

Ia pun menambahkan beberapa perspektif tentang faktor pemicu kudeta itu. Faktor pertama, apabila menengok ke belakang, bisa dikaitkan dengan kekalahan dari fraksi militer dalam memperoleh suara di pemilu yang lalu. Pada bulan November suara dimenangkan telak oleh National League for Democracy (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.

Partai dukungan militer yakni Union Solidarity and Development Party (USDP) hanya memperoleh persentase kecil. Militer tidak puas dengan hasil pemilu karena dianggap memiliki kecurangan sehingga terjadilah kudeta. Faktor kedua, adanya tekanan dari masyarakat global untuk menjalankan demokratisasi. Faktor ketiga, faktor dari personal militer-free. Hal ini memungkinkan adanya motif personal dari pelaku kudeta, yaitu Jenderal Min Aung Hlaing selaku pemimpin militer di Myanmar.

Namun, ia menilai berbagai spekulasi yang ada hanya dari pengamatan di permukaan. Pasalnya informasi di Myanmar cukup tertutup dan dibatasi, salah satunya sensor penggunaan internet. “Adapun ketika muncul laporan dari sumber yang valid tapi mereka sanggah, itulah yang sering terjadi di lapangan”, ujarnya.

Sebagai pernyataan penutup, Jati berharap semoga apa yang terjadi di Myanmar menjadi kasus kudeta terakhir. Dan dalam konteks internasional, negara-negara di luar ASEAN diharapkan memberikan apresiasi atas apa yang telah diusahakan Myanmar yakni melakukan pembukaan diri menjadi negara demokratis dan tidak memberikan tekanan berlebih pada Myanmar. (MRS/ESP)

15 Februari 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/mobilitas-global-UII.jpg 450 676 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-02-15 10:25:562021-02-15 10:30:49Menggali Akar Krisis Politik di Myanmar

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Cermati Pedoman PKM Agar Sukses di PIMNAS 2021 Link to: Cermati Pedoman PKM Agar Sukses di PIMNAS 2021 Cermati Pedoman PKM Agar Sukses di PIMNAS 2021 Link to: Ni’matul Huda Sosok Srikandi Konstitusi Link to: Ni’matul Huda Sosok Srikandi Konstitusi Ni’matul Huda Sosok Srikandi Konstitusi Scroll to top Scroll to top Scroll to top