• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membangun Jaringan dan Berkolaborasi Tingkatkan Riset di Indonesia
Berita Kegiatan, Pilihan

Membangun Jaringan dan Berkolaborasi Tingkatkan Riset di Indonesia

Riset merupakan sebuah kebutuhan yang harus dilakukan baik oleh institusi pemerintah, perguruan tinggi maupun pihak swasta. Ketika riset telah terlaksana, maka konferensi merupakan salah satu ajang untuk menguji riset tersebut. Konferensi sendiri tidak hanya semata-mata ditujukan sebagai ajang penilaian riset namun juga harus dimaknai sebagai ajang mencari partner untuk berkolaborasi. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia (UII), Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D. 

Ia menyampaikannya pada pembukaan Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bertema Teknologi Pengolahan dan Pengembangan Material Maju. Acara berlangsung di Grand Zuri Malioboro Hotel Yogyakarta pada Kamis (20/10).

Eko mencontohkan bagaimana dirinya mampu bekerjasama dan menjadi rekan riset dengan seorang Profesor dari Jepang yang ia temui ketika menghadiri konferensi di Dubai beberapa tahun silam. Hubungan keduanya pun berlanjut dengan program pengiriman mahasiswa Teknik Lingkungan UII ke Jepang untuk mengikuti berbagai program riset ketika ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Teknik Lingkungan UII.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Organisasi Riset Elektro dan Nanoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN), Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng, yang hadir sebagai pembicara menyatakan bahwa pihaknya membuka berbagai bentuk kerjasama dan program bantuan riset. Salah satu program yang dimiliki BRIN untuk meningkatkan riset di Indonesia adalah manajemen talenta yang bisa diikuti melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), hibah penelitian tugas akhir hingga program post. Para peserta yang mengikuti program ini nantinya akan diberikan bantuan berupa dukungan dana. 

Program lain yang tengah digalakkan oleh BRIN adalah Degree by Research yang menjadi kerjasama BRIN dengan beberapa kampus di dalam dan luar negeri. Peserta dari kegiatan ini terdiri dari berbagai pihak, baik pegawai BRIN maupun pihak swasta atau mahasiswa yang hendak menempuh studi magister dan doktor. Salah satu keunggulan program ini adalah tersedianya pembimbing dari pihak BRIN dan kampus tempat studi. 

Terdapat juga skema fasilitasi yang diberikan BRIN melalui riset dan inovasi untuk Indonesia maju. Namun, banyak proposal fasilitasi yang tidak memenuhi kriteria administrasi sehingga banyak yang ditolak secara langsung. Skema pusat kolaborasi riset ini merupakan hibah untuk pengelola riset di Indonesia. Namun Ratno menyoroti kurangnya persiapan administrasi para lembaga riset sehingga selalu gagal ketika hendak mengajukan hibah riset melalui skema ini.

Timbulnya berbagai program riset yang dirancang oleh BRIN tidak terlepas dari kurangnya jumlah periset di lembaga ini sendiri. Selain itu, Ratno menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mengejar pertumbuhan angka riset dan pembangunan. Saat ini, Indonesia sangat tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain baik di kawasan Asia maupun dunia. Salah satu parameter ketertinggalan tersebut adalah jumlah dana riset dan pembangunan Indonesia yang masih didominasi dari sumber APBN. Sedangkan, negara-negara lain memiliki dana riset dan pembangunan yang jauh lebih besar dari pihak swasta.

Terkait dengan riset di bidang nanoteknologi, saat ini BRIN memiliki 7 pusat riset yang terdiri dari pusat riset teknologi pertambangan, metalurgi, material maju yang berlokasi di Tanjung Bintang Lampung, kimia maju, teknologi polimer, fisika kuantum, hingga fotonik. Dalam perjalanannya, pusat riset tersebut berjalan dengan adanya kolaborasi dari sektor SDM, budaya riset, anggaran dan infrastruktur. Riset yang dihasilkan pun cukup beragam mulai dari implan tulang, implan energi, aplikasi medis, keramik kreatif di Bali, hingga riset untuk penanggulangan COVID-19.

Pada seminar nasional ini sendiri, pihak panitia menerima 50 hasil riset dengan total yang berhasil lolos sebanyak 22 riset penelitian dan 24 pengabdian. Para peserta berasal dari 25 universitas dari 9 provinsi di Indonesia. Terkait topik yang diterima panitia, sebagian besar periset mengirimkan tema terkait kesehatan. (AP/ESP)

21 Oktober 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/10/Membangun-Jaringan-dan-Berkolaborasi-Tingkatkan-Riset-di-Indonesia.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-10-21 07:07:002022-10-23 07:13:51Membangun Jaringan dan Berkolaborasi Tingkatkan Riset di Indonesia

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Masuk Pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings 2023 Link to: UII Masuk Pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings 2023 UII Masuk Pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings 20... Link to: IKI UII Ajak Sadari Pentingnya Menjaga Kesehatan Lansia Link to: IKI UII Ajak Sadari Pentingnya Menjaga Kesehatan Lansia IKI UII Ajak Sadari Pentingnya Menjaga Kesehatan Lansia Scroll to top Scroll to top Scroll to top