• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Bambooland Latih Masyarakat Berdayakan Hutan Bambu Secara Berkelanjuta...
Berita Kegiatan, Pilihan

Bambooland Latih Masyarakat Berdayakan Hutan Bambu Secara Berkelanjutan

Sorot mata antusias nampak di wajah masyarakat Dukuh Ngepring, Purwobinangun, Pakem manakala melihat hutan bambu di sekeliling desanya berubah menjadi kawasan ekowisata yang tertata rapi. Dalam satu bulan terakhir, segenap warga di pedukuhan tersebut bahu membahu menata kawasan hutan bambu dengan membangun sarana pendukung, seperti saung, gazebo, dan aula terbuka berbahan utama material bambu. Tidak hanya itu mereka juga belajar bagaimana mengolah tanaman bambu menjadi produk yang bernilai jual tinggi, contohnya furniture dan hasil kerajinan untuk diekspor.

Upaya ini merupakan bagian dari program Bambooland yang diinisiasi oleh Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel  Surabaya (UINSA). Puncak dari program ini adalah penandatanganan piagam Bambooland oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si bersama dengan Rektor UII, Rektor UINSA, dan perwakilan dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Dukuh Ngepring, Kamis (9/8).

Faruq Haqi, M.RgnlUrbPlan selaku Team Leader Bambooland mengungkapkan program tersebut bertujuan mengajak masyarakat untuk mengolah tanaman bambu secara berkelanjutan sehingga dapat mengangkat perekonomian dan kehidupan sosial warga. Sleman sendiri memiliki 11 jenis spesies bambu yang memiliki berbagai macam penggunaan.

Pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia selama menjalankan program. Melihat dampak positif program, pemerintah Australia bersedia mengucurkan bantuan guna melihat kesuksesan program bagi masyarakat.

“Selama ini warga hanya menjual bambu secara mentah ke pemasok. Bambooland memberi keterampilan bagaimana mengolah bambu dan meremajakan hutan bambu yang telah gundul”, kata pengajar UINSA yang juga alumni Arsitektur UII itu. Dosen UII, Yulianto Purwono Prihatmaji, Ph.D menjadi mitra baginya yang juga banyak memberi ide program Bambooland.

Hasil akhir dari program ini adalah Dukuh Ngepring dapat menjadi sentra pengolahan, pelestarian, dan ekowisata bambu di wilayah Sleman. Hal ini diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke desa dan menggerakkan ekonomi warga.

Sementara itu, Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si mengapresiasi inisiatif yang ditempuh Bambooland. Pemerintah Daerah Sleman juga berupaya mengangkat potensi bambu di beberapa kawasan, di antaranya melalui promosi dan pameran. “Bambu memiliki fungsi ekologis yang besar sebagai penyimpan air dan mencegah banjir. Semakin banyak bambu maka akan semakin baik bagi kelestarian lingkungan”, ujarnya.

Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum.,Ph.D mengatakan kawasan hutan bambu semakin terancam oleh pembangunan dan eksploitasi secara berlebihan. Tanpa upaya pelestarian nyata dikhawatirkan tidak tersisa lagi kawasan hutan bambu yang masih asri dalam beberapa dekade ke depan.

“Model kerjasama antara universitas, masyarakat, dan pemerintah sangat tepat dalam upaya melestarikan hutan bambu. Keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama sangatlah penting. Oleh karenanya hutan bambu harus dapat memberi insentif sosial dan ekonomi tanpa harus dieksploitasi berlebihan”, katanya.

Selama pelaksanaan even, Bupati Sleman juga melantik pengurus satgas bambu di Dukuh Ngepring. Satgas berperan menjamin program ini dapat tetap berjalan secara berkelanjutan ke depannya.

11 Agustus 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/08/DSC12971.jpg 330 527 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2017-08-11 10:16:292017-08-11 10:30:07Bambooland Latih Masyarakat Berdayakan Hutan Bambu Secara Berkelanjutan

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mahasiswa KKN UII Selenggarakan Pelatihan dan Simulasi Penanganan Bencana Link to: Mahasiswa KKN UII Selenggarakan Pelatihan dan Simulasi Penanganan Bencana Mahasiswa KKN UII Selenggarakan Pelatihan dan Simulasi Penanganan Bencana Link to: Pusat Bahasa UIN Walisongo Semarang Studi Banding ke Cilacs UII Link to: Pusat Bahasa UIN Walisongo Semarang Studi Banding ke Cilacs UII Pusat Bahasa UIN Walisongo Semarang Studi Banding ke Cilacs UII Scroll to top Scroll to top Scroll to top