• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Dialog Kebangsaan, Ikhtiar UII Dalam Merawat Tenun Kebangsaan
Berita Kegiatan, Pilihan

Dialog Kebangsaan, Ikhtiar UII Dalam Merawat Tenun Kebangsaan

Dialog Kebangsaan’Indonesia Merdeka, Indonesia Beradab’ yang digagas oleh Universitas Islam Indonesia (UII) menuai respon positif dari kalangan akademisi dan masyarakat umum. Hal ini tampak dari penuhnya Gedung Auditorium Prof. Dr Abdulkahar Mudzakir pada Rabu (5/9), sebagai tempat penyelenggaraan acara yang dapat menampung lebih dari seribu peserta.

Antusiasme tersebut dinilai tidak lepas dari relevannya tema yang diusung dengan kondisi saat ini. Selain itu juga para pembicara yang hadir yakni Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Pakar Hukum Pidana Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LLM., Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., Cendikiawan Muslim, Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE serta Budayawan dan Penyair, D. Zawawi Imron.

Jalannya dialog yang dipandu oleh Direktur CNN Indonesia, Alfito Deannova terbagi dalam dua sesi dengan dua tema. Sesi pertama mengusung tema Penegakan Hukum Kunci Merangkai Kebhinekaan dan sesi kedua dengan tema Nilai Religi Sebagai Penggerak Kemajuan Bangsa.

Rektor UII Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menuturkan dialog kebangsaan merupakan ikhtiar UII untuk ikut berandil dalam merawat tenun kebangsaan. Menurutnya, UII dan Republik ini lahir dari rahim yang sama. Indonesia dalam nama UII, tidak hanya berarti tempat, tetapi juga sifat. Begitu juga Islam dalam I yang pertama, tidak hanya bermakna penciri, tetapi juga sifat.

“Karenanya, saya sering memanjangkan UII sebagai ‘Universitas Islami Indonesiawi’, persis dengan artinya dalam bahasa Arab, Al-Jami’ah Al-Islamiyyah Al-Indunisiyyah, yang kedua sifatnya ditandai dengan ya’ nisbah,” tuturnya.

Disampaikan Fathul Wahid, saat ini banyak muncul anasir anti-kedamaian yang mengancam tenun kebangsaan. Anasir anti-kedamaian dapat mewujud dalam banyak bentuk. Seperti korupsi yang tiada henti, penegakan hukum yang masih tidak pasti, kepentingan bangsa yang terbeli, dan menjamurnya ujaran kebencian yang memicu polarisasi.

“Saya yakin bahwa praktik-praktik ini sangat jauh dari keadaban. Usia republik yang sudah 73 tahun nampaknya tidak serta merta mematangkan keadaban bangsa ini. Karena itulah, dialog kebangsaan kali ini mengambil tajuk Indonesia Merdeka, Indonesia Beradab,” paparnya di hadapan pembicara dan peserta.

Menurut Fathul Wahid keragaman adalah keniscayaan. Keragaman adalah fakta sosial di Indonesia yang tak terbantah. “Kita tidak mungkin lari darinya. Para pendiri bangsa telah memberikan rumus besarnya ‘bhinneka tunggal ika’. Kita memang berbeda, tetapi kita satu bangsa,” ujarnya.

Disampaikan Fathul Wahid, di era paskakebenaran (post truth) yang lebih mengedepankan emosi dibanding fakta, mengembangkan lensa kolektif yang dapat menerima keragaman dengan ikhlas, menjadi sangat menantang. Dua hal yang berbeda, sudah seharusnya tidak selalu dianggap berdiri berseberangan secara diametral.

“Dalam banyak kasus, yang berbeda bisa saling melengkapi ketika nilai-nilai abadi, seperti kejujuran, tidak dilanggar. Semangat ko-eksistensi perlu dijaga dan dipupuk. Mozaik yang indah justru tersusun dari warna yang beragam dan bentuk yang tidak kongruen,” paparnya.

5 September 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/09/UII-Gelar-Dialog-Kebangsaan.jpeg 325 487 Humas UII https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas UII2018-09-05 23:38:282018-09-06 04:59:24Dialog Kebangsaan, Ikhtiar UII Dalam Merawat Tenun Kebangsaan

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Raih ICSB Indonesia Presidential Award 2018 Kategori Riset Link to: UII Raih ICSB Indonesia Presidential Award 2018 Kategori Riset UII Raih ICSB Indonesia Presidential Award 2018 Kategori Riset Link to: Nilai Religi Penggerak Kemajuan Bangsa Berkeadaban Link to: Nilai Religi Penggerak Kemajuan Bangsa Berkeadaban Nilai Religi Penggerak Kemajuan Bangsa Berkeadaban Scroll to top Scroll to top Scroll to top