Karichips dan Syamart Jadi Usaha Unggulan Berbasis Syariah

Berbisnis meski masih berstatus mahasiswa kini menjadi suatu hal yang tidak mustahil. Seperti dicontohkan oleh seorang mahasiswa UII, Adi Tejendra. Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UII itu kini tengah menekuni bisnis pembuatan makanan ringan, keripik yang mengusung brand Karichips. Tidak hanya itu, ia juga tengah serius mengembangkan gerai minimarket modern yang diberi namaSyamart. Kedua lini bisnis ini menjadi andalannya untuk meraih keuntungan. Pemuda asal Jambi ini bercita-cita mengembangkan usaha berbasis syariah lewat kedua bisnis tersebut.

Dikisahkan Bang Adi, begitu sapaan akrabnya bahwa dirinya sudah mengenal dan memiliki kemauanberbisnis sejak duduk di bangku sekolah. Sejak menginjakkan kaki di Jogja pada tahun 2012 silam, ia pun mulai menggeluti berbagai macam bisnis. Kesibukan mengikuti kuliah tidak menyurutkan niat pemuda kelahiran tahun 1992 untuk berbisnis.

“Berbagai jenis usaha pernah saya jalani. Seperti menjual masakan fried chicken yang di kos dan membuka gerai makanan jagung manis. Sayangnya kedua usaha ini hanya bertahan selama 3 bulan sebelum gulung tikar”, kisah Adi kepada Humas UII pada Ahad (16/4).

Tidak patah arang, ia pun kembali dengan ide baru yakni membuat cafe bagi pecinta buah durian. Cafe bernama Gena Duren itu sempat tersebar di 7 cabang walaupun akhirnya juga kandas. Cafe terakhir yang ia kelola justru menjadi awal dari munculnya karichips yang menjadi salah satu menu di cafe tersebut.

Mendulang Sukses dari si keripik Turki, Karichips

Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, Adi Tejendra mulai fokus membangun Karichips. “Karichips sendiri merupakan sebuah snack keripik tortilla Turki yang awalnya bernama Eljefa. Keripik ini memiliki berbagai macam varian rasa yang menggugah selera”, ungkapnya. Brand keripiknya sekarang sudah masuk ke pasar modern dengan menggandeng gerai Indomaret di 130 toko cabangnya.

Rencananya Adi Tejendra juga ingin memasarkan keripiknya di level nasional dengan menggandeng gerai retail lainnya, seperti Lotte Mart, Circle K, dan Alfamart. Tidak mengherankn jika Karichips kini setiap bulannya mencetak omset hingga puluhan juta rupiah. Bahkan jika sudah mapan, ia juga berambisi melebarkan sayap pasar hingga ke Qatar dan Yordania.

Syamart Berdayakan Produk Unggulan UMKM

Bisnis lain yang juga dijalani oleh Adi adalah gerai minimarket Syamart. Yang unik dari Syamart adalah gerai ini menerapkan sistem mudorobah atau kedua belah pihak dapat diuntungkan bersama maupun dirugikan bersama. Syamart menampung produk-produk UMKM yang selama ini kesulitan masuk ke pasar.

“Kemaslahatan bersama merupakan salah satu kunci dari Syamart ini dengan memberikan keuntungan kepada masyarakat sekitar seperti memberikan akses masuk terhadap produk dan masyarakat tidak akan takut tersaingi”, katanya. Syamart tidak akan hadir di sekitar toko warga merupakan bentuk implementasi dari kemaslahatan bersama.

Adi membeberkan beberapa kunci utama dari bisnis yang dijalaninya. “Orang melakukan usaha harus jujur, apa adanya dan percaya pada Allah. Jujur dan bersikap apa adanya kepada relasi bisnis akan memperkuat kepercayaan orang. Keimanan merupakan pengikat dengan takwa kepada Allah SWT”, jelasnya.

Selain itu ia juga meyakini bahwa berbisnis harus siap berbagai, karena seluruhnya rezeki yang didapat terdapat sebagian dari hak orang lain. ”Ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari berbisnis seperti membantu orang tua, membuka lapangan pekerjaan, dan alhamdulilah saya dapat membiayai kuliah”, pungkasnya kepada tim Humas UII. (BKP/ESP)