• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kurikulum ASEAN Perlu Diintegrasikan Dalam Sistem Pendidikan Nasional
Berita Kegiatan, Pilihan

Kurikulum ASEAN Perlu Diintegrasikan Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Semakin terintegrasinya Indonesia ke dalam kawasan ASEAN perlu diimbangi dengan edukasi nyata kepada masyarakat tentang pentingnya hal itu. Kesadaran akan proses integrasi ini belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat. Padahal tidak sedikit manfaat yang bisa dipetik dengan memahami proses integrasi Indonesia ke dalam ASEAN. Oleh karena itu, salah satu jalan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan meningkatkan pemanfaatan skema integrasi kawasan ini adalah melalui pendidikan.

Demikian disampaikan pengamat Hubungan Internasional UII, Enggar Furi Hardianto S.IP., MA. Menurutnya, ketidaksiapan menghadapi integrasi ASEAN dapat memiliki dampak yang serius. “Ketidaktahuan ini selain memberikan kerugian akan potensi pengembangan pasar, juga akan memberikan kerugian berupa ketidaksiapan dalam menghadapi masuknya persaingan dari negara-negara tetangga. Hal ini dapat dilihat dari mulai banyaknya perusahaan-perusahaan negara tetangga yang sudah mulai mengekspansikan sayap usahanya ke negara kita”, ungkapnya.

Ia menilai, dampak paling besar dapat dirasakan oleh kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang lebih banyak memfokuskan diri ke pasar nasional ataupun pasar negara partner dagang tradisional Indonesia. “Sedangkan perusahaan-perusahaan besar Indonesia cenderung lebih sadar, mengingat mereka telah memiliki persiapan yang lebih matang dan lebih siap dalam memanfaatkan skema yang ada”, tambahnya.

Integrasi Melalui Sistem Pendidikan Nasional

Oleh karena itu ia menilai pendidikan merupakan sektor krusial dalam mendorong peningkatan pemahaman masyarakat tentang integrasi ASEAN, terutama bagi generasi muda. “Kita dapat mengacu pada ASEAN Curriculum 2012 yang digariskan oleh Sekretariat ASEAN sebagai pedoman bagi tenaga pengajar dalam memperkenalkan konsep ASEAN kepada siswa-siswa di tingkat pendidikan dasar maupun menengah”, ujarnya.

Integrasi ASEAN Curriculum ke dalam kurikulum sistem pendidikan nasional menjadi penting dan perlu dilakukan. “Pemanfaatan pembelajaran tematik integratif sendiri memberikan keuntungan bagi proses integrasi ASEAN Curriculum ke dalam sistem kurikulum pendidikan nasional. Materi-materi pengenalan ASEAN dapat mulai diperkenalkan melalui pembelajaran IPS atau bahasa, misalnya”, jelas pria yang sehari-hari mengajar di Program Studi Hubungan Internasional UII itu. Dengan begitu, guru tidak perlu menyediakan slot tambahan mata pelajaran khusus bagi penyampaian materi ini.

Meski demikian, ada beberapa catatan yang ia garisbawahi dalam proses adopsi ASEAN Curriculum ini. “Pertama, wawasan tenaga pengajar mengenai ASEAN perlu ditingkatkan, mereka perlu mendapatkan pelatihan untuk mengajarkan level pemahaman regional kepada para siswa. Tidak kalah pentingnya ketersediaan literatur mengenai ASEAN. Dan yang terakhir, adanya iktikad dari pemerintah untuk mendorong perwujudan adopsi ASEAN Curriculum”, tukasnya.

Walaupun ASEAN Curriculum diresmikan di Indonesia pada 2012, bukan berarti secara otomatis pemerintah Indonesia mendorong implementasinya secara meluas di sistem pendidikan nasional. Hal ini terbukti dari sosialisasi ASEAN yang hanya sampai tingkat workshop ataupun seminar, dan tidak ada indikasi pengenalan lebih mendalam, terutama ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah.

8 Mei 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/05/maxresdefault.jpg 328 547 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2017-05-08 10:32:442024-07-22 11:34:10Kurikulum ASEAN Perlu Diintegrasikan Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Jalan Santai dan Family Gathering FH UII Dimeriahkan Pembagian Doorprize Link to: Jalan Santai dan Family Gathering FH UII Dimeriahkan Pembagian Doorprize Jalan Santai dan Family Gathering FH UII Dimeriahkan Pembagian Doorprize Link to: Faisal Ahmad: Sukses Adalah Memberi Manfaat Bagi Lingkungan dan Sesama Link to: Faisal Ahmad: Sukses Adalah Memberi Manfaat Bagi Lingkungan dan Sesama Faisal Ahmad: Sukses Adalah Memberi Manfaat Bagi Lingkungan dan Sesama Scroll to top Scroll to top Scroll to top