• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Lulusan UII Harus Sensitif Dengan Masalah di Lingkungannya
Berita Kegiatan, Pilihan

Lulusan UII Harus Sensitif Dengan Masalah di Lingkungannya

Universitas Islam Indonesia (UII) mewisuda 1.018 lulusan pada pelaksanaan wisuda periode I Tahun Akademik 2018/2019, di Auditorium Prof. Dr. Abdulkahar Mudzakkir, Sabtu (29/9). Peserta wisuda UII kali ini terdiri dari 1 doktor, 110 magister, 821 sarjana, dan 86 ahli madya. Hingga periode kali ini UII telah meluluskan lebih dari 93.512 alumni, dan telah berkarya di beragam sektor, baik di dalam maupun luar negeri.

Mengawali sambutannya, Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. mengajak seluruh hadirin turut mendoakan warga di Palu, Donggala, dan sekitarnya yang terkena dampak bencana alam gempa bumi dan tsunami pada Jumat petang (28/9). Seperti halnya musibah gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat beberapa pekan yang lalu, UII juga berencana akan memberangkatkan tim medis.

Di hadapan para wisudawan Fathul Wahid menuturkan, cendekiawan atau intelektual atau ulul albab sudah seharusnya tidak hanya mumpuni dalam disiplin ilmu pilihannya, tetapi juga harus sensitif dengan masalah di lingkungannya. Dia juga adalah manusia yang selalu mengembangkan diri, menajamkan kemampuan analisisnya (QS 3:190-191), dan menjaga potensi kemanusiaannya: hati, penglihatan, dan pendengaran (QS 7:179).

“Ulul albab menggabungkan dimensi pikir dan zikir, persis dengan yang disimbolkan oleh gerbang UII: masjid melambangkan zikir dan perpustakaan mengindikasikan pikir. Karenanya, terinspirasi oleh tafsir Al-Azhar karya Prof. HAMKA, ulul albab adalah manusia dengan akal rangkap dan potensi lengkap,” paparnya.

Lebih lanjut Fathul Wahid menuturkan, sensitivitas terhadap masalah bangsa adalah modal dasar menjadi pemimpin bangsa. Pemimpin seharusnya adalah pemecah masalah, bukan bagian dari masalah. Beragam program ko-kurikuler, yang dilengkapi dengan ekstra-kurikuler, didesain untuk mengembangkan potensi kemanusiaan.

Bisa jadi, ketika mengikuti kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ektra-kurikuler dan bahkan sampai saat ini, di antara Saudara masih mempertanyakan manfaatnya. “Tidak mengapa. Pada saatnya, saya yakin Saudara akan merasakan di kemudian hari: satu tahun lagi, lima tahun ke depan, 10 tahun mendatang, atau untuk horison waktu yang lebih jauh. Semuanya tergabung dengan lintasan kehidupan yang akan kita lewati,” tutur Fathul Wahid.

Disampaikan Fathul Wahid, pemikiran kita memang tidak didesain untuk menghubungkan antartitik dalam kehidupan kita secara maju. Kita tidak bisa dengan mudah memprediksi masa depan. Tapi, saya termasuk orang yang percaya, pada saatnya, episode-episode kehidupan kita akan terhubung ke masa lalu.

“Apa yang kita panen sekarang adalah buah dari apa yang kita tanam di waktu lampau. Apa yang mungkin kita nikmati di masa depan, adalah karena ikhtiar yang kita lakukan pada masa lalu dan kini,” tandasnya.

29 September 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/09/Lulusan-UII-Harus-Sensitif-Dengan-Masalah-di-Lingkungannya-1.jpg 325 487 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-09-29 14:28:492018-10-01 09:30:39Lulusan UII Harus Sensitif Dengan Masalah di Lingkungannya

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Teknik Lingkungan UII Jaga Silaturahim Antar Angkatan Link to: Teknik Lingkungan UII Jaga Silaturahim Antar Angkatan Teknik Lingkungan UII Jaga Silaturahim Antar Angkatan Link to: Peran Psikolog Semakin Dibutuhkan Link to: Peran Psikolog Semakin Dibutuhkan Peran Psikolog Semakin Dibutuhkan Scroll to top Scroll to top Scroll to top