Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) lagi-lagi menorehkan prestasinya dalam kompetisi bidang keislaman. Kali ini, prestasi diborong mahasiswa UII dalam ajang Islamic Ramadhan Fest 2019 tingkat DIY dan Jateng, yang diadakan oleh Himpunan Aktivitas Kajian Agama FMIPA UNY pada Sabtu (11/5), di Kampus UNY.

Mereka adalah Supriadi, Mahasiswa Prodi Akhwal Syakhsiyyah 2017 berhasil meraih juara 1 pada cabang perlombaan Da’i. Berikutnya Delima, mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam mendapatkan juara 1 pada cabang poster dan juara 3 cabang lomba Da’i. Sementara Ilham Akbar, mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam mendapatkan juara 3 pada cabang lomba kaligrafi.

Disampaikan Supriadi, motivasinya dalam mengikuti perlombaan ini adalah agar bisa membuat orangtuanya bangga akan prestasinya. “Motivasinya ingin membuat orang tua bahagia, di saat kita berjuang dan alhamdulillah berhasil mendapatkan hasil yang baik,” ucapnya.

Senada dengan adi, Delima juga mengungkapkan motivasinya yakni ingin membuat bangga orangtua. “Selain hobby, ini juga menjadi sarana dakwah kecil-kecilan dan melatih public speaking kita. Disamping itu, dengan berprestasi semoga bisa menghangangatkan hari-hari orang tua di kampung halaman,” ungkapnya.

Dalam memenangkan cabang lomba Da’i, Supradi membeberkan rahasianya dalam mengikuti lomba ini. “Sebelum memulai sesuatu, apapun itu awali dengan basmallah dan paginya dalam kegiatan apapun jangan lupa untuk menelpon orang tua untuk meminta doa restu. Saya yakin doa orang tua itu pasti dikabulkan,” ujarnya.

“Untuk poster harus latihan design grafis, kemudian paham basic design seperti psikologi warna, model font atau tools dari aplikasi apa yang akan kita gunakan. Sedangkan untuk da’i sendiri harus suka cari ilmu dan suka ngomong untuk melatihan public speaking kita.” ucap Supradi yang juga merupakan founder dari sekolah design muslimah.

Adapun tantangan yang dihadapi adalah mengenai managemen waktu. Karena di bulan puasa ini, Ia harus mengisi kultum di beberapa masjid dan juga menjadi bagian dari takmir. Ia bersama dua rekannya dalam kompetisi ini berharap, apa yang diraih tidak berhenti sebatas lomba, karena dakwah sesungguhnya adalah yang berhadapan dengan masyarakat. Selain menambah pengalaman juga relasi, melalui ajang ini juga dapat menginspirasi sesama mahasiswa di UII. (DR/RS)