Manajemen Kontrol Kualitas Air Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang Vannemei

Menurunnya kualitas air di tambak udang vannemei jadi salah satu momok bagi para petambak udang. Kualitas air berpengaruh pada produktivitas tambak udang. Selama ini mereka kesulitan memantau kualitas air tambak karena terbatasnya teknologi yang ada. Universitas Islam Indonesia (UII) mencoba mengaplikasikan program Iptek bagi Masyarakat (IBM) berupa penerapan Manajemen Kontrol Kualitas Air Tambak Udang Vannemei di Pantai Baru Desa Poncosari, Srandakan, Bantul. Program yang diketuai oleh Dekan FTSP UII, Dr.-Ing. Ir. Widodo Brontowiyono, M.Sc ini berlangsung sejak Juni hingga akhir Agustus 2017.

Kegiatan IBM merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Disampaikan oleh Widodo bahwa bentuk kegiatan yang dilaksanakan dengan cara mengajarkan masyarakat tentang penerapan manajemen kontrol kualitas air tambah. Teknologi yang diajarkan adalah terkait dengan bagaimana petambak bisa mengatahui kondisi air tambaknya apakah dalam kondisi baik atau buruk, dan parameter kualitas air yang diajarkan bersifat portable, sehingga mempermudah masyarakat untuk memahaminya.

“Yang melatarbelakangi kegiatan ini yakni adanya masalah penurunan produktifitas udang yang salah satunya disebabkan oleh kualitas air tambak, sehingga dengan adanya teknologi ini dapat mereduksi masyarakat agar bisa mengontrol kualitas air tambaknya.” Ungkap Widodo

Kegiatan ini dimulai dengan dari observasi ke lapangan, dilanjutkan dengan kegiatan Forum Group Discussion (FDG), dan sosialisai terkait kegiatan ini kepada masyarakat. Kemudian diadakan pelatihan dan praktik Manajemen Kontrol Kualitas Air tambak kepada masyarakat yang diikuti para petambak dan Pemerintah Desa.

Pengenalan teknologi ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memulai transfer teknologi sederhana yang mudah diterapkan oleh petambak terkait dengan kualitas air tambak. Dengan meningkatnya kualitas air tambak yang baik maka dapat meningkatkan produktifitas udang.

“Harapan dari kegiatan ini, agar petambak ke depannya bisa menjadi mandiri dalam hal pengelolaan kualitas air tambak, sehingga dapat meningkatkan produktifitas udangnya”. Ungkap Widodo.