• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Melalui KKN, Mahasiswa UII Dapat Menebar Manfaat
Berita Kegiatan, Pilihan

Melalui KKN, Mahasiswa UII Dapat Menebar Manfaat

Sebagai wujud implementasi dari catur dharma, Universitas Islam Indonesia (UII) mendorong mahasiswanya berkontribusi di masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada pelaksanaan KKN angkatan 57 Tahun Akademik 2017/2018 ini, sebanyak 3.087 mahasiswa dari delapan fakultas diterjunkan. Pelaksanaan KKN ditandai dengan acara pelepasan pada Jum’at (27/7), di halaman Gedung Soekiman Wirjosandjojo UII, oleh Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.

Disampaikan Kepala Pusat KKN UII, Dr. Unggul Priyadi, M.Si., peserta KKN terbagi ke dalam 387 unit dan ditempatkan ke beberapa lokasi yang tersebar di 7 Kabupaten, 27 Kecamatan, 67 Desa dan 383 Dusun. Lokasi tersebut meliputi beberapa kabupaten di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, yaitu Purworejo, Magelang, Klaten, Kebumen, Boyolali, Gunungkidul dan Sleman. Adapun kegiatan KKN dilaksanakan selama satu bulan, terhitung tanggal 31 Juli hingga 31 Agustus.

Unggul Priyadi menuturkan, bahwa sebelum melaksanakan program KKN mahasiswa telah memperoleh berbagai pembekalan, antara lain Pesantrenisasi Pra-KKN untuk membekali wawasan ke-Islaman, Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan, serta pembekalan klasikal yang terdiri dalam tiga bidang, yaitu Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif Berbasis Wirausaha dan Etika Berdaya Saing Global, Sistem Pemerintaan Negara Berbasis Undang-undang Desa, serta Pengembangan Virtual Environment (VE) untuk Pendidikan, Pemerintahan dan Bisnis.

Sementara disampaikan Fathul Wahid, KKN merupakan bagian dari pilar pembelajaran learning to live together, yaitu hidup bersama masyarakat. Berinteraksi dengan publik menurut Fathul Wahid adalah hal yang sangat berharga, oleh karenanya KKN menjadi ajang untuk melatih kompetensi tersebut.

Dikatakan Fathul Wahid, KKN sesuai dengan visi dan misi UII. “Kaitannya dengan visi dan misi UII, ini bagian dari Rahmatan lil ‘Alamin, kita ingin menyebar rahmat, menebar manfaat ke banyak tempat, ke banyak orang, banyak konteks, banyak wilayah, semoga dengan KKN ini kita bisa meningkatkan ketersebaran manfaat yang berasal dari Universitas Islam Indonesia,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan KKN, Fathur Wahid menyebutkan bahwa kemampuan mendengarkan menjadi syarat dalam terwujudnya kesuksesan program yang akan dirancang. Kemampuan mendengarkan tersebut meliputi content listening, yaitu mendengarkan dengan fokus kepada isi yang disampaikan.

“Kemudian critical listening, yaitu memahami dengan mengevaluasi apa yang disampaikan, juga empathic listening, yaitu mencoba memahami dari perspektif yang menyampaikan. Ketiga hal tersebut menjadi kunci agar dapat merumuskan program yang tepat sasaran saat KKN,” terangnya.

Fathur Wahid menambahkan, dengan menjadi pendengar yang baik, diharapkan tidak salah menangkap apa yang diinginkan oleh masyarakat, aspirasi-aspirasi publik, dan itu nanti akan menginformasikan dalam desain program. “Sehingga programnya diharapkan walaupun tidak luar biasa, tapi tepat sasaran,” ujarnya.

Terakhir, Fathul Wahid berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa memunculkan semangat untuk berkontribusi terhadap pembangunan. Menurutnya, keberadaan mahasiswa diukur dari manfaatnya terhadap masyarakat yang menjadi lokasi KKN. “Alasan dipilihnya daerah KKN ini nampaknya ada beberapa variebel, salah satunya adalah kebutuhan,” tuturnya.

“Artinya adalah kalau daerah-daerah yang sudah maju kita tidak akan banyak sentuh. Tapi ada beberapa wilayah, karena beberapa aspek perlu sentuhan kita. Dan makanya kita berharap kehadiran KKN betul-betul membawa manfaat, bukan malah memberikan beban,” imbuhnya. (MIH/RS)

27 Juli 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/07/Melalui-KKN-Mahasiswa-UII-Dapat-Menebar-Manfaat.jpeg 325 487 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-07-27 17:09:572018-07-27 17:09:57Melalui KKN, Mahasiswa UII Dapat Menebar Manfaat

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mahasiswa UII Ikuti SEA-Teacher Project 2018 Link to: Mahasiswa UII Ikuti SEA-Teacher Project 2018 Mahasiswa UII Ikuti SEA-Teacher Project 2018 Link to: Rektor UII: Tidak Ada Garis Finis Dalam Belajar Link to: Rektor UII: Tidak Ada Garis Finis Dalam Belajar Rektor UII: Tidak Ada Garis Finis Dalam Belajar Scroll to top Scroll to top Scroll to top