Pemerintah Kota Yogyakarta melanjutkan program pembangunan rumah layak huni berbasis komunitas ke tahap kedua dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Universitas Islam Indonesia (UII). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (09/04) di Kampung Lampion, Kelurahan Kotabaru, Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyampaikan apresiasi atas kontribusi UII dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan program tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UII, Pak Rektor, Pak Dekan, dan seluruh sivitas akademika yang telah membantu dengan luar biasa,” ujar dr. Hasto

Program ini tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menata lingkungan bantaran sungai agar lebih bersih dan sehat. Masyarakat pun diimbau untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D menegaskan komitmen kampus dalam mendukung penataan pemukiman kumuh di Kota Yogyakarta

Dalam hal ini kami (UII-red) bekerjasama dengan NGO dalam payung Pengabdian dan Kolaborasi International untuk mencari Hibah dan Support Pendanaan terkait program permukiman Kumuh di DIY. Salah satunya melalui program Roof Over Our Head dengan SPARC India yang sudah dilaksanakan program nya dalam wujud Penataan Permukiman Kumuh di Kampung Lampion Yogyakarta pada 2025,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur pendukung seperti akses jalan di sepanjang sungai yang pada tahun ini difokuskan di beberapa titik, sebagai bagian dari upaya menghubungkan kawasan bantaran sungai dari hulu hingga hilir dalam empat tahun ke depan.

Tahap pertama telah menghasilkan 38 unit rumah. Dengan dimulainya tahap kedua, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, maka kita mulai tahap dua,” pungkas dr. Hasto Wardoyo. (AHR/RS)

Halalbihalal dan pelepasan jamaah calon haji 1447 H yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Ikatan Keluarga Ibu-Ibu (IKI) Universitas Islam Indonesia (UII) berlangsung pada Rabu (08/04) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus IKI UII, keluarga besar UII, serta para calon jamaah haji, dengan rangkaian acara dari registrasi, penampilan hadroh, sambutan, hingga tausiyah.

Momentum ini menjadi ruang silaturahmi pasca-Ramadan sekaligus penguatan spiritual bagi calon jamaah haji. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan refleksi bersama mengenai keberlanjutan nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua IKI UII, Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D. , mengajak peserta untuk menjaga kesinambungan nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, tidak berhenti pada momentum semata.

“Momen berkumpulnya kita hari ini tidak hanya untuk saling lepas rindu saja, namun juga merawat jejak jejak kebaikan yang telah kita buat selama bulan ramadhan, agar tetap hidup dan berlanjut dalam keseharian kita.”

Perwakilan jamaah calon haji, Dr. Noor Fitri, menekankan bahwa ibadah haji adalah perjalanan yang menuntut kesiapan lahir dan batin, sehingga membutuhkan dukungan doa dari lingkungan sekitar.

“Kami memohon doa dari bapak ibu sekalian, karena kami tahu haji bukan hanya perjalanan fisik saja, tetapi juga proses pembelajaran dan evaluasi diri yang menuntut pengetahuan, kesabaran, serta ketawakkalan kepada Allah SWT dalam setiap tahapnya.”

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang dibawakan oleh Ustadz Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. tentang kemuliaan peran istri dalam rumah tangga sebagai bentuk ketaatan. “Menjadi istri itu adalah bentuk ketaatan yang mulia; ketika ia mampu menenangkan, meneduhkan, dan menghadirkan kesejukan dalam rumah tangga, di situlah ia meneladani kemuliaan Khadijah binti Khuwailid sebagai penopang bagi suaminya.”

Prof. Agung kemudian mengaitkan peran tersebut dengan praktik keseharian, khususnya selama Ramadan yang sarat dengan pengorbanan.“Apalagi di bulan Ramadan, setiap lelah bangun sahur, menyiapkan kebutuhan keluarga, hingga mengorbankan waktu dan tenaga, semua itu bernilai ibadah dan menjadi bukti nyata ketaatan seorang istri di hadapan Allah.”

Sebagai penegasan, Prof. Agung menutup dengan menekankan bahwa nilai utama terletak pada niat dan keikhlasan dalam setiap peran yang dijalankan. “Maka keistimewaan seorang istri tidak hanya terletak pada perannya, tetapi pada niat dan keikhlasan yang menjadikan setiap aktivitasnya bernilai pahala di sisi-Nya.”

Kegiatan ini pun menegaskan bahwa halalbihalal tidak sekadar tradisi silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai, doa, dan kesiapan spiritual dalam menyambut ibadah haji. (IMK/AHR/RS)

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan FTI Expo 2026 pada Rabu-Minggu (08-12/04) di Pakuwon Mall Jogja. Kegiatan ini menjadi ruang ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, kreativitas, dan industri dalam satu rangkaian acara yang interaktif dan inspiratif.

FTI Expo 2026 dikemas dalam bentuk pameran terbuka yang menampilkan inovasi, kreativitas, serta potensi akademik mahasiswa dari delapan program studi di lingkungan FTI UII. Dengan lokasi penyelenggaraan di pusat perbelanjaan yang memiliki tingkat kunjungan yang tinggi, kegiatan ini diharapkan mampu menjangkau siswa SMA/SMK, orang tua calon mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum secara lebih luas.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni FTI UII, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini untuk membuktikan bahwa FTI tidak hanya berfokus pada bidang akademik. Tetapi, juga mampu memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa dalam mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas.

Lebih lanjut,  Arif menjelaskan FTI Expo tahun ini menampilkan pameran interaktif dari delapan program studi di lingkungan FTI UII. Setiap program studi menampilkan stan yang berisi informasi akademik, karya inovasi mahasiswa, prototype teknologi, serta demonstrasi alat dan sistem yang telah dikembangkan.

“Selain itu, akan diselenggarakan talkshow dari masing-masing program studi. Kami juga menyelenggarakan berbagai perlombaan bagi siswa SMA di wilayah DIY, seperti lomba storytelling, lomba vokal, dan lomba tari saman di hari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa di FTI, tidak hanya aspek akademik yang dikembangkan, tetapi juga minat dan bakat mahasiswa serta pelajar.” jelas Arif.

Melalui kegiatan ini, FTI UII berupaya inovasi, kreativitas, dan potensi mahasiswa dari tujuh program studi, sekaligus membuka akses informasi dan layanan pendaftaran mahasiswa baru secara langsung di lokasi acara. Diharapkan, FTI Expo 2026 dapat menjadi wadah yang mempertemukan ide, bakat, teknologi, dan peluang masa depan dalam satu pengalaman yang edukatif sekaligus menghibur. (AHR/RS)

Dalam upaya strategis meningkatkan mutu dan jangkauan layanan kebahasaan bagi civitas akademika, Lembaga Bahasa Asing Universitas Islam Malang (LPBA UNISMA) melaksanakan kunjungan studi tiru ke Cilacs Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Kamis (02/04). Kunjungan ini difokuskan pada penyerapan ilmu tata kelola pusat bahasa modern dan inovatif.

Delegasi LPBA UNISMA yang dipimpin langsung oleh Ketua LPBA, Ika Hidayanti, S.Pd., M.Pd., beserta staf manajemen, diterima dengan hangat oleh Kepala Cilacs UII, Rr. Ratna Roostika, SE., MAC., Ph.D., yang didampingi oleh jajarannya antara lain  Kadep Aditya Suci (kadep Pemasaran), Aisyiyah (Kadep Keuangan), Enggar Solichatun (Kadep SDM), Suprihatin (Kadep Akademik), dan Sudharmanto (Kedep Layanan Tes) di Kantor UII Unit Demangan.

Dalam sambutannya, Rr. Ratna Roostika menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan LPBA UNISMA memilih Cilacs UII sebagai rujukan belajar. Beliau memaparkan perjalanan panjang, transformasi, serta berbagai inovasi layanan yang telah dilakukan Cilacs UII hingga menjadi salah satu pusat bahasa terkemuka.

Kunjungan ini didasari komitmen LPBA UNISMA untuk mengoptimalkan layanan kebahasaan yang saat ini dirasa belum sepenuhnya maksimal. Melalui diskusi interaktif, kedua pihak membedah kendala-kendala operasional yang dihadapi lembaga bahasa, termasuk strategi pengadaan tes internasional resmi seperti TOEFL ITP, serta pengembangan program kursus, BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), dan layanan penerjemahan.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan (knowledge sharing), tetapi juga membuka peluang kolaborasi formal antara kedua institusi di masa depan untuk pengadaan program-program kebahasaan yang diperlukan. Acara diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi. (ANK/AHR/RS)

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar prosesi Janji Dokter Muda Periode I Tahun 2026 pada Kamis (02/04). Acara yang diselenggarakan di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII diikuti oleh 172 dokter muda FK UII yang akan memasuki tahap pendidikan klinik di rumah sakit pendidikan. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan universitas dan pimpinan FK UII, Ketua Komkordik FK UII, dan perwakilan dari rumah sakit pendidikan utama dan satelit FK UII yang menyaksikan jalannya prosesi acara ini.

Dalam sambutannya, dekan FK UII, Dr.dr.Isnatin Miladiyah, M.Kes mengatakan tahapan profesi yang akan dilanjutkan adalah fase yang unik. Menurutnya, dalam fase ini ilmu bertemu empati, teori bertemu realitas, dan idealisme bertemu keterbatasan.

“Perjalanan Anda ke depan tidak selalu mudah. Akan ada jaga malam, kurang tidur, dimarahi konsulen—kadang tanpa salah yang jelas, dan mungkin juga salah menulis SOAP di awal-awal. Akan ada hari-hari ketika Anda merasa lelah. Bangun pagi, pulang malam, revisi laporan, jaga malam, lalu besoknya mulai lagi dari awal,” ungkapnya.

Tak lupa, Dr. Isnatin berpesan agar tidak takut ketika merasa belum cukup untukkarena setiap dokter hebat pernah beraada di titik yang sama. Belajar, jatuh, bangkit kembali—itulah proses menjadi profesional sejati. “Pada saat ada rasa payah, jangan menyerah karena dokter hebat lahir dari usaha yang tak kenal lelah,” pesannya.

Senada, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si menekankan bahwa pendidikan klinik merupakan fase pembelajaran yang sesungguhnya. Para mahasiswa akan menghadapi berbagai permasalahan nyata di lapangan yang mungkin belum sepenuhnya ditemui di ruang kelas. Proses ini diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

“Para dokter muda harus senantiasa menjadikan pasien sebagai sumber pembelajaran utama, serta menjaga etika, profesionalisme, dan integritas dalam setiap tindakan.”

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Penelitian RSUD Dr. Soeodno Madiun sebagai perwakilan dari rumah sakit pendidikan utama FK UII berpesan agar para dokter muda senantiasa menghormati pasien sebagai guru terbesar, menjaga integritas, dan etika, serta tidak ragu dalam mengeksplorasi ilmu dari para spesialis dan sivitas rumah sakit.

“Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya selama masa stase Anda. Belajarlah dari semua sisi karena menjadi dokter yang baik adalah belajar seumur hidup,” jelasnya.

Acara Janji Dokter Muda ini merupakan momentum penting yang menandai awal perjalanan para dokter muda dalam menimba pengalaman dengan penuh tanggung jawab moral serta menjunjung tinggi etika kedokteran. Momentum ini diharapkan tidak hanya sebatas pengucapan ikrar janji, tetapi juga menjadi titik awal bagi dokter muda untuk terus belajar, menjaga profesionalitas, serta mengasah empati dan integritas dalam praktik kedokteran. (AHR/RS)

Masih dalam suasana Idul Fitri, Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji 1447 H pada Selasa (31/03) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar UII serta para calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Ungkapan halalbihalal menjadi momen paling bermakna bagi hadirin yang diwakili oleh tiga pemangku kepentingan penting keluarga besar UII yaitu Annisa Fidanta Shafir selaku Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa UII sebagai perwakilan mahasiswa. Drs. Achmad Tohirin, M.A., Ph.D. selaku Ketua Ikatan Keluarga Pegawai UII, serta Ir. M. Samsudin, M.T. yang mewakili Paguyuban Pensiunan Pegawai UII.

Dalam sambutannya, Rektor UII, Fathul Wahid menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin seraya berdoa agar Allah Swt senantiasa memudahkan langkah dalam menjaga dan merawat nilai-nilai kebaikan.

“Dalam konteks organisasi dan kehidupan kita bersama, terdapat banyak pesan penting yang perlu kita pegang teguh. Di antaranya adalah nilai ketakwaan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling tolong-menolong dalam kebaikan. Kita juga diingatkan untuk tidak saling mencela, tidak mencari kesalahan orang lain, tidak memanggil dengan sebutan yang buruk, serta tidak saling merugikan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan yang sehat dan harmonis,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pemberdayaan Masyarakat YBW UII, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. Aden menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara ini dengan baik serta mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat kolegialitas dan spiritualitas yang ada di UII.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Halal Bihalal yang disampaikan oleh tokoh nasional sekaligus dosen Fakultas Kedokteran UII, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. Dalam tausiyahnya, dr. Agus membahas manfaat silahturahmi sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperpanjang umur, serta melapangkan rezeki. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki hubungan antarsesama dan memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan kampus.

Acara ditutup dengan doa dan jabat tangan antar hadirin sebagai simbol saling memaafkan. Para undangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Melalui kegiatan ini, UII tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung nilai-nilai keislaman. (AHR/RS)

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menggelar acara “Reuni dan Halal Bihalal” pada Sabtu (28/3). Bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, kegiatan yang mengusung tema “Membangun dan Menguatkan Tali Silaturahmi, Persaudaraan Tanpa Batas, Menuju Alumni sebagai Saudara Dunia Saudara Surga” ini menjadi momentum berharga untuk merajut kembali persaudaraan antar-alumni.

Ketua DPW IKA UII DIY yang juga menjabat sebagai Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa momentum ini adalah sarana strategis untuk meneguhkan komitmen kebersamaan. “Status sebagai alumni perguruan tinggi, terlebih dari institusi bersejarah seperti UII, adalah mandat moral dan sosial,” tegasnya. Harda juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Slemansangat terbuka berkolaborasi dengan alumni sebagai mitra strategis, dan berharap kerukunan ini diwujudkan dalam aksi nyata untuk pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kepedulian sosial.

Menyelami esensi tema acara, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, Ph.D., menyoroti pentingnya membina hubungan secara mendalam. Beliau memaparkan basis saintifik dari ajaran Islam, di mana silaturahmi terbukti secara medis dapat memperpanjang umur dan menjaga kesehatan. “Kebahagiaan tidak hanya berasal dari pencapaian profesional, tetapi darimomen sederhana berbagi tawa dan dukungan bersama orang tercinta,” jelasnya. Ia juga mengingatkan hadirin untuk meneladani sosok pendiri sekaligus Rektor pertama UII, Prof. Kahar Mudzakkir, yang selalu menyempatkan diri bersilaturahmi dengan kerabat di sela-sela perjalanannya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pakar DPW IKA UII DIY sekaligus Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., turut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Beliau mengucapkan selamat kepada pengurus karena telah memfasilitasi ruang berharga bagi para alumni untuk kembali saling menyapa. “Seperti pesan yangdisampaikan Bapak Harda dan Bapak Fathul, momentum silaturahmi ini sejatinya adalah jalan kita untuk memperpanjang umur dan keberkahan,” tuturnya.

Acara akbar yang dipandu secara interaktif oleh Jova selaku Master of Ceremony ini juga dihadiri oleh tokoh nasional sekaligus alumni kebanggaan UII, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., S.H., yang tampak hangat membaur bersama ribuan alumni lainnya tanpa sekat. Menambah kehangatan suasana reuni, acara turut dimeriahkan dengan penyerahan doorprize secara simbolis oleh Bapak Budi Sudjiono. Sebagai Pendiri sekaligus Ketua DPP IKA UII pertama, kehadiran beliau di atas panggung mewakili seluruh donatur dan kontributor yang telah bergotong royongmenyukseskan gelaran hari ini.

Di tengah suka cita reuni, keluarga besar IKA UII DIYjuga diselimuti duka mendalam atas berpulangnya Drs. H. Syafaruddin Alwi, M.Si., Anggota Dewan Pembina DPW IKA UII DIY Periode 2024-2029.Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai guru dan teladan berdedikasi tinggi, acara diselingi dengan sesi doa bersama. Sesi doa yang khusyuk ini dipimpin langsung  oleh  Ustadz  Anant Pimpinan/Pendiri/Pengasuh Ponpes Usia Senja GUA HIRO). Seluruh hadirin menundukkan kepala, memanjatkan doa terbaik agar Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum dan memberikan ketabahan bagi keluarga.Momen ini menjadi wujud nyata dari semboyan “Persaudaraan Tanpa Batas”—sebuah ikatan yang tidak hanya terjalin di dunia, tetapi bersambung dalam doa hingga ke akhirat.

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan UII Ramadan Fair 2026 sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda melalui lomba fotografi dan penulisan opini. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni, Menebar Kebaikan” ini menjadi bagian dari upaya UII memaknai Ramadan tidak hanya sebagai momentum spiritual, tetapi juga sebagai ajang memperkuat kepedulian sosial melalui karya dan gagasan. Program ini terbuka bagi pelajar hingga mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia UII Ramadan Fair 2026, Rifqi Sasmita Hadi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pemilihan fotografi dan penulisan opini didasarkan pada kedekatannya dengan generasi muda dalam menyampaikan gagasan. “Melalui fotografi, peserta diajak menangkap berbagai potret kehidupan masyarakat selama Ramadan—mulai dari kebersamaan, ibadah, hingga praktik kepedulian sosial. Sementara melalui penulisan opini, peserta didorong menyampaikan gagasan reflektif mengenai peran generasi muda dalam menghadirkan kebaikan dan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ujarnya .

Antusiasme peserta pada tahun ini tercatat cukup tinggi, dengan total 1.096 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 721 peserta lomba menulis opini dan 375 peserta lomba fotografi, dengan latar belakang 778 mahasiswa serta 318 pelajar SMA/sederajat. Partisipasi ini menunjukkan bahwa ruang berekspresi melalui karya visual dan tulisan masih sangat diminati oleh generasi muda.

Dalam sambutannya saat penutupan, Sekretaris Eksekutif UII, Hangga Fathana, S.IP., B.Int.St., M.A. menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis melalui karya. Ia mengutip pemikiran George Orwell untuk menegaskan keterkaitan antara menulis dan berpikir. “Jika seseorang tidak mampu menulis dengan baik, maka ia tidak akan mampu berpikir dengan baik. Dan jika seseorang tidak mampu berpikir dengan baik, maka orang lainlah yang akan membentuk cara berpikirnya,” ungkapnya .

Hangga juga menegaskan bahwa lomba dalam Ramadan Fair bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi menjadi sarana pembentukan cara pandang generasi muda. “Melalui lomba menulis opini maupun fotografi, kita tidak hanya mengejar luaran berupa karya, tetapi juga mengajak generasi muda untuk belajar berpikir kritis dan kreatif, sehingga mereka mampu membangun cara pandangnya sendiri,” jelasnya .

Ke depan, UII berharap Ramadan Fair dapat terus menjadi tradisi yang berkontribusi bagi masyarakat luas. Karya-karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga membawa pesan sosial tentang harmoni, kebersamaan, dan kepedulian. “Kegiatan ini merupakan ikhtiar sederhana untuk terus menumbuhkan literasi, kreativitas, dan semangat kebaikan,” tutup Hangga. (AHR/RS)

Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi. Penandatanganan berlangsung pada Senin (16/03), bertempat di Ruang Rapat Srikandi Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman.

Acara penandatanganan dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaeni, M.P.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perguruan tinggi di wilayah Sleman yang telah bersedia menandatangani perjanjian tersebut. Kehadiran perguruan tinggi dalam upaya bersama ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Lebih lanjut, dr. Novita juga membuka peluang kerjasama yang lebih luas antara Dinas P3AP2KB dengan perguruan tinggi, baik dalam bidang penelitian maupun penyediaan tempat magang bagi mahasiswa.

“Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi pemerintah dan akademisi dalam menangani isu-isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengendalian penduduk di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, UII diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. yang turut menandatangani perjanjian kerjasama tersebut. Beliau didampingi oleh Muhammad Aly Sa’id, S.Pd., M.Pd. selaku Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UII terpilih periode 2025–2027. Kehadiran Satgas PPKPT dalam momen penandatanganan ini menegaskan komitmen UII dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi secara kelembagaan dan terstruktur.

Acara berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara seluruh peserta. Penandatanganan perjanjian kerjasama ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi kolaborasi berkelanjutan antara UII dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika. (MAS/AHR/RS)

Pada bulan Ramadan, setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah Swt, termasuk dalam hal bersedekah. Guna mendukung program pengabdian masyarakat “Relawan Ramadhan” yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus Dakwah Hijrah Mahasiswa (DHM) Universitas Islam Indonesia, LAZIS UNISIA menyalurkan bantuan sembako kepada 50 warga kategori kurang mampu. Para penerima manfaat tersebut tersebar di dusun binaan DHM yang mencakup tiga kecamatan, yakni Pakem, Cangkringan, dan Turi. Acara yang bertajuk “Distribusi Program Bingkisan Ramadhan” ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahim, Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem, Sleman pada Sabtu (7/3) pagi.

Farhan, selaku perwakilan relawan, mengungkapkan bahwa penyaluran paket sembako ini merupakan amanah dari LAZIS UNISIA bagi warga membutuhkan di wilayah binaan. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi warga dalam menyambut sukacita hari raya Idulfitri mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Takmir Masjid Baiturrahim, Danang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LAZIS UNISIA atas dukungan terhadap kelangsungan program Relawan Ramadhan. “Semoga menjadi berkah untuk semuanya dan Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda, Aamiin,” ucapnya. Ia juga berharap program ini tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang, mengingat pentingnya kehadiran mahasiswa dalam memperkuat pemahaman agama masyarakat di dusun binaan tersebut. (NKA/AHR/RS)