Divisi Pembinaan, Kepribadian dan Kesejahteraan Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan tokoh budayawan dan seniman, Supriyanto GS atau lebih akrab dikenal dengan Prie GS, untuk memberikan pelatihan Cerdas Spiritual kepada penerima beasiswa di UII (Excellent Community) angkatan 2016 pada pertengahan bulan Oktober yang lalu, di Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito UII.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan dan kepribadian bagi Penerima Beasiswa di UII. “Tujuan diadakannya Training Cerdas Spiritual ini adalah agar para penerima beasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga cerdas secara spiritual. Harapannya mereka bisa mengamalkan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari,” Ungkap Hazhira selaku Kepala Divisi Pembinaan, Kepribadian dan Kesejahteraan Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UII.

Prie GS dalam kesempatannya memberikan banyak nasihat bagaimana menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual di era sekarang, sekaligus tantang-tangan yang harus dihadapi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pelaksanaan workshop dinilai memberikan banyak pelajaran berharga bagi mahasiswa. Sandi, salah satu peserta pada kegiatan tersebut, mengungkapkan banyak mendapatkan pelajaran dari training Cerdas Spiritual tersebut. Menurutnya banyak ilmu yang didapat dan yang paling melekat adalah bagaimana kita menghargai dan membuat diri kita berharga untuk diri sendiri dan orang lain.

“Bagaimana memposisikan diri sebagai hamba di antara hamba-hamba yang lain (lingkungan, hewan dan tumbuhan), serta bagaimana kita membuat porsi sukses diri sendiri, bukan sukses yang hanya mencontoh orang lain,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Rizka, penerima beasiswa pada acara tersebut. Ia mengaku banyak mendapat nilai-nilai baru. “Alhamdulillah banyak sekali ilmu yang saya dapat, khususnya nilai kemanusiaan tentang bagaimana kita menyikapi individu yang berbeda dan bagaimana kita selalu meningkatkan kebaikan dalam diri kita, dan tidak pernah mengabaikan kebaikan,” ujar Rizka.