• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pembelajaran Literasi Tingkatkan Daya Kritis Siswa
Berita Kegiatan, Pilihan

Pembelajaran Literasi Tingkatkan Daya Kritis Siswa

Guna mempersiapkan mahasiswa yang akan melaksanakan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia (PBI UII) mengadakan workshop bertema “Literacy Strategies for Engaging Students in English Classrooms”. Acara menghadirkan Firman Parlindungan, Ph.D., seorang pakar literasi yang juga berkecimpung dalam Pusat Pengembangan Bahasa dan Kurikulum di Aceh, sekaligus dosen di Universitas Teuku Umar Aceh. Workshop berlangsung pada Selasa (20/06) di Ruang Audiovisual Gedung Perpustakaan Pusat Moh. Hatta UII.

Program pembekalan tersebut juga bersifat terbuka bagi seluruh mahasiswa maupun alumni PBI UII. Melalui pembekalan ini, diharapkan mahasiswa yang nantinya akan terjun ke lapangan untuk mempraktikkan ilmu pengajaran sebagai calon guru, dapat mengimplementasikan strategi mengajar yang tepat berdasarkan kebutuhan dinamika kurikulum pendidikan masa kini.

Dalam materinya, Firman Parlindungan menyebutkan bahwa konsep literasi ini dinilai sangat relevan dengan keadaan siswa di era pesatnya teknologi. Diperlukan penyesuaian dalam menerapkan strategi dan metode ajar seefektif mungkin. Tidak lagi hanya tentang membaca dan menulis, pengembangan kurikulum dalam bidang bahasa, khususnya, tentang konsep literasi sangat penting. Ini melibatkan kemampuan berpikir kritis dan mengevaluasi.

“Literasi itu tidak sekadar membaca dan menulis saja. Literasi adalah juga tentang menemukan informasi, komunikasi, menginterpretasi atau berpikir kritis melalui pemahaman yang mendalam, mengevaluasi dan merefleksi, menanggapi (bertindak), dan yang paling penting adalah berkontribusi secara produktif kepada masyarakat, melalui bacaan, melalui tulisan, melalui komunikasi, kita berkontribusi membuat sesuatu untuk negara atau untuk masyarakat.” jelasnya.

“Apapun yang kita lihat, kita bagi ke orang lain tentang isu-isu ataupun masalah-masalah, itu akan berkontribusi, baik secara positif maupun tidak. Dan itu semua adalah literasi, terutama di era sekarang. Sehingga, kita perlu tahu bahwa mengajar Bahasa Inggris di masa kini tidak lagi terpaku pada teks saja, karena dunia kita sudah berubah,” imbuhnya.

Untuk itu, ia mengajak audiens untuk mempelajari strategi yang menarik bagi siswa agar kemampuan-kemampuan dasar dalam berpikir kritis dapat diintegrasikan secara efektif melalui penerapan literasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Tentunya dengan memanfaatkan segala bentuk fasilitas digital maupun non-digital yang tersedia di kelas. Strategi ini dapat menawarkan pengalaman yang kreatif bagi guru untuk tetap menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa, namun tetap memiliki dampak kognitif yang lebih signifikan.

Diskusi yang diadakan secara terbuka di tengah-tengah pembekalan materi berhasil menambah wawasan dan perspektif baru dari seluruh peserta yang hadir. Seluruh peserta bahkan diajak untuk mempraktikkan langsung strategi literasi yang diajarkan oleh pemateri. Ini membuat acara berlangsung sangat aktif dan memunculkan antusiasme yang tinggi dari tiap peserta.

Terakhir, Firman Parlindungan berpesan agar seluruh mahasiswa calon guru dapat benar-benar sadar akan pentingnya mengajarkan literasi dengan strategi yang tepat. Sebagaimana pemerintah saat ini juga tengah mengupayakan berbagai program pengembangan literasi dalam kurikulum merdeka, melalui distribusi buku-buku ajar ke seluruh penjuru Indonesia, serta program-program pelatihan bagi tenaga pendidik maupun mahasiswa. (AD/ESP)

22 Juni 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/06/Pembelajaran-Literasi-Tingkatkan-Daya-Kritis-Siswa.jpg 450 675 Humas UII https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas UII2023-06-22 15:53:172023-06-30 16:29:19Pembelajaran Literasi Tingkatkan Daya Kritis Siswa

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Tambah Empat Profesor, Persentase Guru Besar di UII Dua Kali Nasional Link to: Tambah Empat Profesor, Persentase Guru Besar di UII Dua Kali Nasional Tambah Empat Profesor, Persentase Guru Besar di UII Dua Kali Nasional Link to: Mendeteksi Kecenderungan Berbohong Pasangan Link to: Mendeteksi Kecenderungan Berbohong Pasangan Mendeteksi Kecenderungan Berbohong Pasangan Scroll to top Scroll to top Scroll to top