Pemuda khususnya yang erat dengan dunia kampus selalu melalui siklus belajar, ujian, berorganisasi, jatuh cinta, dan lulus. Dalam menjalani siklus tersebut, mereka punya banyak kesempatan berbuat kebaikan. Hal inilah yang coba diangkat dalam Kajian Spesial Senja pada Safari Iman Ramadhan Masjid Ulil Albab Universtas Islam Indonesia (UII). Kajian pada hari Senin petang (06/05) tersebut mengangkat tema “Menjadi Pemuda Idaman di Bulan Ampunan” yang dibawakan oleh Ustadz Akbar Nazary Muhammad.

Dalam kajiannya, Ustadz Akbar Nazary Muhammad mengatakan bahwa pemuda itu bukan saja lulus ujian di kampus tetapi juga harus lulus dalam ujian kehidupan. Ia juga mengatakan bahwa istilah pemuda dalam Al-Quran selalu positif dan pemuda seharusnya harus bersyukur karena telah diberi nikmat berupa kesempatan ibadah, mencari ilmu, dan masih berstatus lajang.

Ia kemudian mengutip Al-Quran Surah Ar-Rum ayat 54, yang artinya “Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptkan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa”.

Berangkat dari ayat tersebut, ia mengambil pelajaran bahwa pada dasarnya pemuda itu berada pada 1 kekuatan di antara 2 kelemahan sebab dalam siklus kehidupan pemuda dimulai dari kelemahan dan setelah ia tua kembali lemah kembali.

Adapun dalam kutipan yang lain, menurut Al-Quran Surah Ali ‘Imran ayat 110 yang artinya “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang yang fasik.”

Ustadz Akbar Nazary Muhammad kemudian menekankan pada dasarnya umat yang terbaik adalah umat yang beriman. Pemuda jika merujuk pada asal muasal diturunkannya ayat ini karena pemuda memainkan peranan penting sebagai penggerak Islam menuju masa kejayaan serta menjadi para pemimpinnya. (ANR/ESP)