• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pengajar TPA Hadir Menggerakkan Inspirasi Anak
Berita Kegiatan

Pengajar TPA Hadir Menggerakkan Inspirasi Anak

Pernyataan Sikap UII

Kegiatan pelatihan bagi pengajar TPA (Taman Pengajaran Al-Qur’an) di Universitas Islam Indonesia (UII) telah menjadi agenda dari UII Ayo Mengajar. Di masa pandemi ini, kegiatan mengajar tetap dilaksanakan melalui virtual Google Meet pada Ahad (14/6).

Kegiatan kali ini diberi judul mengutip kalimat milik K.H. Maimum Zubair (Alm), “Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekresi yang paling indah”. Sandi Kurniawan selaku ketua umum UII Ayo Mengajar mengatakan bahwa kegiatan ini penting dilakukan tiap tahunnya, sehingga meskipun ada wabah tetap dilaksanakan. Tujuan dari kegiatan adalah bersilaturahmi serta belajar teknik mendongeng dan motivasi mengajar.

Bambang Bimo Suryono, MDI atau biasa disebut Kak Bimo, pendiri Asosiasi Pencerita Muslim Indonesia dan Pengkisah Nasional, mengatakan seorang guru atau pengajar yang tidak pandai bercerita diibaratkan orang yang hidup tanpa kepala. Sebagai pengajar tidak hanya menyumbangkan kemampuannya saja melainkan juga keterampilan dalam menasehati melalui bentuk dongeng atau cerita. “Padahal di kepala ada mata, hidung, telinga, pipi, dan indra lainnya yang penting, terlebih ada otak juga di situ,” katanya.

Menurutnya nasihat murni atau nasihat secara langsung terkesan menggurui dan kadang kurang diterima oleh anak-anak atau orang dewasa sekalipun. Agar pendengar lebih enjoy dan memiliki cita raa tersendiri, mendongeng dapat menjadi pilihan. Mendongeng adalah budaya lama yang sering dilakukan orangtua kepada anak-anaknya sebelum adanya gadget. Kenikmatan mendengarkan dongeng berbeda jauh dengan membaca cerita di buku atau internet. “Kita dapat bercerita sesuai dengan imajinasi asalkan tidak mengubah keyakinan dan iman orang,” tambahnya.

Kepada para pengajar, Kak Bimo mengajarkan berbagai macam cerita, baik fiksi dan non fiksi. Tips yang dapat dilakukan untuk memperkaya pembendaharaan imajinasi adalah dengan sering melihatnya di youtube, membaca buku, atau menonton aksi-aksi pendongeng lainnya. ia juga mengatakan bahwa penting bagi para pendongeng untuk belajar mengatur suara. “Suara besar untuk tokoh besar dan suara kecil untuk tokoh anak-anak atau hewan. Tekniknya memulainya aja dengan hal yang sederhana,” jelasnya.

Rochiem, MA., Character dan Parenting Nasional mengatakan bahwa anak adalah amanah. Hal ini sesuai dengan QS. An Nissa: 9 yang berbunyi, Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka dzurriyah yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik.

Seperti perkataan Ali bin Abi Thalib, didiklah anakmu untuk jaman yang bukan jaman kamu. Untuk mengajar TPA hal yang penting untuk dilakukan terlebih dahulu menurut Rochiem adalah fokus kepada diri sendiri. Fokus diibaratkan seperti belajar naik sepeda, yakni fokus pada proses berpikir bukan pada “problem on the table”. Fokus ini dapat dimulai dengan yakin bahwa diri sendiri bermanfaat dan berarti bagi orang lain.

“Seorang super CEO yang cemerlang, bertangan dingin saja kemudian besar belum cukup untuk menggerakkan perubahan. Kecuali ia seorang pemimpin yang datang membawa ‘kunci emas’, yaitu hadirnya jiwa leader yang tidak hanya mencerdaskan namun mampu menggerakkan jiwa anak,” ucapnya.

Menurut Rochiem, dunia berubah bukan dimulai dari banyak orang, tetapi dimulai dari sedikit orang-orang pilihan. Saat ini pengajar TPA harus menjadi climber, yakni penggerak dan pemula bukan pengikut atau penunggu. Re-code the leader terdiri dari empat, yakni: vision, skill, resources, action plans. “Tak hanya butuh metodologi yang kreatif dalam pengajaran, namun juga harus recode diri hadir dengan jiwa untuk menggerakkan inspirasi semesta,” jelasnya.

Di jaman serba digital sekarang, banyak anak kecil yang lebih asyik dengan smart phone nya daripada belajar atau berkumpul dengan orang lain. Mulanya mencari kebiasaan tetapi lambat laun dikuasai oleh kebiasaan. Jika tidak sadar akan kebiasaan yang dilakukan, maka kebiasaan akan membelenggu kepada diri sendiri. Hal itulah tantangan yang dihadapi oleh para pengajar.

Untuk menghadapinya dapat dilakukan dengan pola asuh anak jaman now, yakni dengan keteladanan dan komunikasi dengan gaya belajar siswa dengan karakternya maka akan menghasilkan anak saleh. “Setelah sukses merubah diri sendiri, bersiaplah merubah TPA Anda,” tutup Rochiem.(SF/RS)

16 Juni 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-06-16 06:00:112020-06-15 07:48:48Pengajar TPA Hadir Menggerakkan Inspirasi Anak

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Digital Marketing: Solusi Jitu Pemasaran di Kala Pandemi Link to: Digital Marketing: Solusi Jitu Pemasaran di Kala Pandemi Digital Marketing: Solusi Jitu Pemasaran di Kala Pandemi Link to: Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah Link to: Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah Program Studi Kimia UII akreditasi UnggulTips Mendapatkan Beasiswa Kuliah Scroll to top Scroll to top Scroll to top