• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pengobatan Tradisional Terus Berkembang
Berita Kegiatan

Pengobatan Tradisional Terus Berkembang

Pernyataan Sikap UII

Pelayanan kesehatan tradisional telah diakui keberadaannya sejak dahulu oleh masyarakat. Baik upaya preventif, promotive, kuratif, dan rehabilitative. WHO Congress on Traditional Medicine di Beijing pada tahun 2008 menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan tradisional yang aman dan bermanfaat dapat diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan.

“WHO mendorong negara agar mengembangkan kesehatan herbal sesuai kondisi,” jelas dr. Syaefudin Ali Akhmad, M. Sc dalam acara Webinar TBMM Humerus pada Sabtu (30/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian negara maju sudah mengembangkan serta menggunakan penggunaan obat tradisional. Fasilitas kesehatan di Indonesia sendiri sudah mulai memberikan opsi kepada pasien untuk memilih pengobatan modern atau tradisional. Sayangnya belum merata. Contohnya di Rumah Sakit Bethesda pengobatan bekam sudah diterima karena terbukti manfaat dan keamanannya pada pasien.

Pelaku pelayanan pengobatan tradisional berkembang seiring waktu. Menurutnya, dahulu pengobatan alternatif ini dilayani oleh pelaku di luar bidang kesehatan modern. Namun, kini ketertarikan terhadap pengobatan tradisional berkembang pesat seiring kebutuhan pasien. Sehingga banyak para klinisi kesehatan yang mempelajari pengobatan tradisional. Harapannya hal tersebut akan meningkatkan kualitas pengobatan tradisional agar manfaat dan keamanan makin baik.

dr. Syaefudin menambahkan, lebih berkembang lagi di Australia dan Singapura sudah dibuka sekolah bagi tukang pijat yang terverifikasi medis selama empat tahun. Mendapat julukan kiropraksi dengan harapan memiliki pemahaman mengenai anatomi manusia lebih baik.

Pengobatan lainnya seperti diet, herbal, energi dalam, energi eksternal, dan sentuhan sudah banyak dikembangkan. Peran pemerintah Indonesia dalam pengembangan pengobatan tradisional dengan memperjelas pilar dengan regulasi saintifikasi jamu, pembina kemitraan dengan berbagai lintas sektor, dan pendayagunaan sentra pengembangan dan penerapan pengobatan tradisional.

Pengobatan tradisional nyatanya memiliki banyak kelebihan dibandingkan modern dikarenakan lebih holistic (menyeluruh). Pengobatan tradisional akan melihat pola dan penyebab, nyeri diinterpretasikan sebagai pertanda yang membantu dalam mengenali adanya ketidakseimbangan internal. Penyakit akan dimaknai sebagai proses. “Tubuh dilihat sebagai body mind spirit dan medan energi,” katanya.

Kelebihan lainnya yang dijelaskan adalah intervensi yang lebih minimal dengan mengkombinasikan berbagai teknologi non-invasif seperti diet, suplemen makanan, olahraga, dan perubahan perilaku.

Metode terapi lain yang bisa dilakukan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang digunakan untuk pelepasan emosi negatif pada remaja. Dia menjelaskan bahwa “The Set-up” bertujuan untuk memastikan agar aliran energi diarahkan secara tepat guna menetralisir “Psychological Reversal”.

Contoh terapinya adalah dengan mengajak pasien mensugesti dirinya sendiri dengan kalimat “Saya bisa mencapai impian saya”, “Saya dapat berbicara di depan public dengan percaya diri,” terang dr. Syaefudin.

Terakhir, ia berharap kebijaksanaan dari masyarakat bahwa pilihan pengobatan herbal adalah setelah diyakini bahwa pengobatan tersebut dapat menyembuhkan penyakit atau cedera yang diderita.

Contoh kasusnya adalah saat seseorang mengalami cedera patah tulang parah yang dibuktikan oleh hasil x-ray. Maka pilihan lebih baiknya adalah pengobatan modern menggunakan faksinator dibandingkan pengobatan tradisionalitas. “Keamanan, kesembuhan, dan kenyamanan pasien harus diprioritaskan,” tutup dr. Syaefudin. (UAH/RS)

30 Juli 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-07-30 13:43:422022-08-29 13:48:27Pengobatan Tradisional Terus Berkembang

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Berbagi Praktik Pengelolaan Kampus Hijau Lestari Link to: Berbagi Praktik Pengelolaan Kampus Hijau Lestari Berbagi Praktik Pengelolaan Kampus Hijau Lestari Link to: Wisudawan Diharapkan Sikapi Ancaman Keterbelahan Link to: Wisudawan Diharapkan Sikapi Ancaman Keterbelahan Wisudawan Diharapkan Sikapi Ancaman Keterbelahan Scroll to top Scroll to top Scroll to top