• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pentingnya Meningkatkan Resiliensi Ancaman Siber
Berita Kegiatan, Pilihan

Pentingnya Meningkatkan Resiliensi Ancaman Siber

Seiring berkembangnya teknologi digital di berbagai bidang, ancaman keamanan siber menjadi suatu hal yang kerap terjadi. Untuk itu, organisasi dituntut untuk bersikap adaptif terhadap adanya fenomena-fenomena negatif yang ditimbulkan oleh ancaman siber. Merespons hal ini, Badan Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia (BSI UII) melalui program UII Academy bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengadakan seminar Yogyakarta Cyber Resilience 2023. 

Acara yang digelar di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito UII pada Senin (19/06) tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset,  Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si., dan Deputi Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pengembangan Manusia BSSN  Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si. Di samping seminar, acara pada hari kedua juga diisi dengan simulasi menghadapi ancaman gangguan siber.

Dalam sambutannya, Prof. Jaka Nugraha menyebut pentingnya kesigapan dalam menyikapi transformasi digital agar dapat terhindar dari berbagai ancaman di dunia maya. “Transformasi digital yang semakin masif telah menjadikan resiliensi siber semakin mendesak dan relevan, ancaman siber yang terus berkembang secara konstan mengharuskan kita memahami dan menghadapinya dengan kesiapan dan ketahanan yang tepat,” sebutnya.

Ia melanjutkan, kebocoran data di suatu organisasi merupakan salah satu contoh nyata terkait dampak ancaman siber terhadap aspek sosial. “Dampak dari serangan siber tidak hanya terkait dengan infrastruktur yang tidak berjalan seperti seharusnya, tetapi lebih jauh dibandingkan dengan itu, reputasi organisasi dapat runtuh dalam waktu sekejap, reputasi yang tercoreng berdampak kepada kepercayaan publik yang semakin turun,” jelasnya.

Kemudian ia menyampaikan perlunya perencanaan yang tepat dan cepat guna mengantisipasi serangan siber. “Diperlukan perlukan persiapan dan perencanaan yang matang, organisasi harus mempunyai rencana respons insiden dan jika memungkinkan mengadakan latihan simulasi secara berkala,” pungkasnya.

Sementara Dr. Sulistyo dalam pidatonya menguraikan bahwa sebagian besar faktor yang melatarbelakangi tingginya angka persebaran malware dan kebocoran data di Indonesia adalah kurangnya perhatian masyarakat terkait dengan ancaman siber. “Faktor penyebab utamanya adalah masih banyaknya warga negara kita yang menggunakan gadget-gadget yang nggak di update, nggak di patch, yang lisensinya bajakan,” urai Dr. Sulistyo.

Lebih lanjut, dipaparkan Dr. Sulistyo terkait urgensi Undang-undang (UU) 27 Tahun 2022 dalam memberikan proteksi terhadap data. “Akan jadi pekerjaan rumah (PR) di UII ini untuk menyiapkan Data Protection Officer (DPO) itu amanat yang ada di UU 27 Tahun 2022, nggak hanya UII saja tetapi mungkin di sini ada dari pemda, ada dari swasta, dari berbagai macam stakeholder,” imbuhnya.

Disebutkan Dr. Sulistyo, resiliensi terhadap ancaman siber dapat diimplementasikan melalui beberapa proses. “Apa yang dilakukan?. Proteksi, deteksi, identifikasi, penanggulangan, pemulihan, jadi itu yang harus kita lakukan dalam membangun ketahanan, fast response, kemudian kita harus juga melakukan simulasi,” tutupnya.

Sedangkan Kepala BSI UII, Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., dalam presentasinya mengatakan bahwa sistem operasi data di UII menggunakan identitas, berbagai aktivitas digital di dalamnya membutuhkan identitas sesuai dengan yang telah terdaftar. “Identity ini adalah sesuatu yang sangat powerful kalau di UII, segala sesuatunya harus pakai identity, jadi bahkan di tim IT sekalipun, jika kita mau akses server biasanya kita kasih VPN,” papar Mukhammad Andri Setiawan.

Menurut Mukhammad Andri Setiawan, manusia merupakan pemeran utama dalam proses perkembangan sistem pencegahan ancaman siber, untuk itu diperlukan wawasan dan pemahaman yang luas terhadap hal tersebut. “Supaya mengakselerasi prosesnya, pendidikan itu menjadi salah satu hal penting, jadi orang itu kalau dalam rantai keamanan siber itu adalah titik terkuat sekaligus titik terlemah,” tutupnya. (JR/ESP)

20 Juni 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/06/Pentingnya-Meningkatkan-Resiliensi-Ancaman-Siber.jpg 450 675 Humas UII https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas UII2023-06-20 08:00:252023-06-20 11:18:24Pentingnya Meningkatkan Resiliensi Ancaman Siber

Berita Terakhir

  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Ustaz Dennis Lim Ingatkan Pentingnya Jaga Keikhlasan Link to: Ustaz Dennis Lim Ingatkan Pentingnya Jaga Keikhlasan Ustaz Dennis Lim Ingatkan Pentingnya Jaga Keikhlasan Link to: UII Bumi Lestari #2 Percantik Kawasan Wisata Taman Opak Link to: UII Bumi Lestari #2 Percantik Kawasan Wisata Taman Opak UII Bumi Lestari #2 Percantik Kawasan Wisata Taman Opak Scroll to top Scroll to top Scroll to top