• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pentingnya Menjaga Sport Performance
Berita Kegiatan

Pentingnya Menjaga Sport Performance

Pentingnya Menjaga Sport Performance

Pentingnya Menjaga Sport Performance – Medical Football Club Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menggelar webinar bertajuk Kegawatdaruratan Olahraga dengan mengundang pembicara dr. Zeth Boroh, Sp. KO, seorang profesional bidang kedokteran olahraga.

Mengawali acara yang digelar secara daring pada Sabtu (30/10), dr. Zeth Boroh menjelaskan mengenai sport performance yang merupakan kemampuan seorang atlet dalam melakukan atau menampilkan suatu olahraga dalam level tertinggi dan partisipasi atlet dalam olahraga tersebut yang dapat diukur.

Menurut dr. Zeth Boroh ada perbedaan sport performance antara atlet yang bertalenta dan atlet yang dilatih. Salah satu atlet yang bertalenta menurutnya adalah Lionel Messi. Namun, terdapat perbedaan besar diantara atlet yang bertalenta dan atlet yang dilatih. “Atlet yang dilatih akan cenderung memiliki sport performance yang lebih stabil,” katanya.

Membicarakan kenyataan lapangan di Indonesia, dia menuturkan bahwa ada banyak sekali atlet yang mengalami cedera namun tetap melakukan kegiatan olahraga. Dampak buruknya selain akan menurunkan sport performance juga akan mengakibatkan cedera menjadi lebih parah. “Atlet yang cedera harus sembuh terlebih dahulu. Latihan bagi orang yang cedera itu percuma,” katanya.

Aspek lain yang mendukung terbentuknya sport performance yang maksimal menurut dr. Zeth adalah komposisi tubuh. Dia menjelaskan jika komposisi atlet antar olahraga berbeda, terutama dalam bidang sepakbola, seperti antara penjaga gawang dan penyerang.

dr. Zeth Boroh juga menekankan pentingnya kesehatan mental bagi seorang atlet. Seorang atlet harus memiliki motivasi dan goal setting sejak awal karir. Biasanya goal setting akan bertahap seiring berjalannya karir olahraga. “Role model yang baik bagi seorang atlet akan membantu dia mewujudkan goal yang ingin diraih,” katanya.

dr. Zeth berpesan agar para atlet menjaga konsumsi makanan yang seimbang. Tidak perlu melakukan berbagai macam diet, cukup makan yang seimbang setiap hari.

Membicarakan mengenai cedera olahraga yang dialami oleh para atlet, dr. Zeth mengatakan jika atlet kebanyakan menderita cedera ringan yang mengharuskan istirahat kurang dari sepekan. Disusul oleh cedera sedang yang akan sembuh sekitar waktu satu bulan. Terakhir adalah cedera berat yang cukup jarang dialami dan mengharuskan istirahat dalam waktu satu bulan bahkan hingga bertahun-tahun.

Dampak negatif yang dialami oleh seorang atlet saat cedera utamanya adalah menurunkan performance, namun juga bisa menimbulkan gangguan psikologis bahkan cacat permanen. Khususnya pada olahraga sepakbola cedera yang paling sering dialami oleh atlet adalah cedera lutut, namun sayangnya mereka baru akan mendatangi sport clinic antara 6-12 minggu pasca cedera.

“Memang untuk mendeteksi cedera, khususnya lutut tidak dapat dilakukan secara dini dikarenakan nilai ambang nyeri tiap atlet yang berbeda,” tuturnya.

Sebagian besar atlet akan khawatir terjadi penurunan performance pasca cedera yang secara primer dikarenakan jaringan yang cedera dan kondisi psikologis. “Atlit cedera yang ditangani secara operatif dibandingkan konservatif lebih tinggi angka improvement yang operatif,” tutupnya. (UAH/RS)

1 November 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus_UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-11-01 13:51:082021-11-11 13:39:32Pentingnya Menjaga Sport Performance

Berita Terakhir

  • UII Buka PPDS Patologi Klinik, Perkuat Kemitraan dengan Pemkab Sragen
  • UII dan Badilag MA RI Gelar Seminar Nasional, Bahas Arah Baru Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Era Digital
  • UII Lepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat SINERA 2026 ke Kabupaten Buton
  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Visi Baru Islam untuk Indonesia Maju Link to: Visi Baru Islam untuk Indonesia Maju Visi Baru Islam untuk Indonesia MajuVisi Baru Islam Link to: Penegakan Hukum dengan Dukungan Internet of Things Link to: Penegakan Hukum dengan Dukungan Internet of Things society 5.0Penegakan Hukum dengan Dukungan Internet of Things Scroll to top Scroll to top Scroll to top