Kebudayaan adalah salah satu peninggalan bersejarah yang tidak ternilai harganya. Untuk itu dibutuhkan suatu upaya untuk melestarikannya secara berkelanjutan. Salah satu program yang dicanangkan adalah World Heritage Camp Indonesia (WHCI). Program ini diadakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tujuan dari program ini adalah mengikutsertakan para generasi muda untuk berperan langsung dalam pelestarian warisan dunia.

Peserta World Heritage Camp 2018 berkesempatan mengunjungi salah satu candi yang berlokasi di Universitas Islam Indonesia, Rabu 5 September 2018. Sebanyak 48 peserta yang berasal dari beberapa negara di ASEAN seperti Malaysia, Laos, Vietnam, Thailand, Filiphina, dan Indonesia. Mereka terlihat antusias saat mendengarkan penjelasan Rektor UII Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., yang didampingi oleh Wakil rektor IV, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch,Ph.D. Tersirat melalui mimik wajah mereka setelah mengetahui sejarah-sejarah berdirinya berbagai Universitas di Indonesia yang dulunya adalah bagian dari Sekolah Tinggi Islam (STI) atau saat ini bernama UII.

Antusiasme para peserta semakin terlihat saat memasuki kawasan candi. Mereka mendengarkan dengan seksama dan mengamati bangunan candi. Bahkan saat diizinkan menaiki candi, mereka sangat bersemangat dan saling membantu untuk menaikkan teman-teman mereka ke atas candi. Berbagai aktivitas mereka lakukan, berswafoto dan beberapa diantaranya berfoto bersama dengan rektor UII. Pada akhir kunjungan, mereka masih disuguhkan dengan berbagai cerita-cerita bersejarah.

Salah satu peserta Malaysia yang akrab dipanggil Joe menyampaikan kesannya, bahwa hal yang paling menarik dari Candi Kimpulan adalah lokasinya yang berada di dalam kawasan Universitas dan berbagai cerita bersejarah yang sangat menarik.

“Setelah kunjungan Candi Kimpulan, kami akan latihan menari tarian tradisional di Dinas Kebudayaan,” tambahnya. Tarian tradisional yang terdiri dari tari Badui, Angguk, dan Montro akan dipentaskan pada saat acara penutupan program World Heritage Camp Indonesia (WHCI). (NR/ESP)