Program Studi Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat pembelajaran ilmu kimia terbaik di Indonesia. Hal ini ditunjukkan melalui raihan akreditasi internasional dari The Royal Society Chemistry (RSC), London, Inggris. Kimia UII menjadi program studi kimia pertama di kalangan PTS di Indonesia yang mendapatkan akreditasi prestisius tersebut.

Di Indonesia sendiri, saat ini baru empat prodi Kimia dari empat universitas yang terakreditasi RSC. RSC merupakan organisasi internasional yang berbasis di Cambridge, London, Inggris yang memiliki komitmen untuk memajukan ilmu kimia. Selain American Chemical Society, RSC adalah badan akreditasi paling berpengaruh di dunia. Dalam hal publikasi ilmiah, jurnal-jurnal kimia yang diterbitkan oleh RSC memiliki impact factor yang tinggi di dunia.

Secara simbiolis, sertifikat akreditasi diserahterimakan oleh perwakilan RSC, Hilary White kepada Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII, pada Senin (11/3). Turut hadir dan menyaksikan, Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Drs. Suwarsono Muhammad, MA., Ketua Himpunan Kimiawan Indonesia cabang Yogyakarta, Prof. Drs. Sri Juari Santosa, M.Eng., Ph.D., dan Dekan FMIPA UII, Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D.

Apresiasi disampaikan Hilary White kepada UII, khususnya Program Studi S1 Kimia yang telah mengajukan akreditasi internasional kepada RSC, sebagai universitas swasta pertama di Indonesia yang mendapatkan akreditasi internasional ini. “RSC memberikan dukungan untuk pendidikan kimia dan penelitian, hal tersebut merupakan salah satu bagian dari misi RSC untuk memajukan ilmu kimia di dunia,” ujarnya.

Fathul Wahid dalam sambutannya menuturkan, UII patut merasa bangga karena menjadi Universitas swasta pertama di Indonesia yang mendapatkan akreditasi internasional dari RSC UK. “Di Indonesia, S1 Kimia UII menjadi universitas swasta pertama yang mendapatkan akreditasi internasional ini. Raihan ini dapat menguatkan kerjasama antara Program Studi S1 Kimia dan RSC UK, dan juga dengan asosiasi kimia di Indonesia,” tuturnya.

Sementara disampaikan Suwarsono Muhammad, penghargaan akreditasi internasional ini semakin memacu UII untuk lebih meningkatkan prestasi dan kualitasnya. Hal ini menjadi kebanggan bagi Program Studi S1 Kimia UII, dan juga Indonesia karena mencetak sejarah baru.

“Walaupun jangka waktu akreditasi internasional ini hanya berlangsung selama lima tahun. Tetapi bagi kami, lima tahun ini sangat singkat. Setelah lima tahun ke depan dan pada saat jangka waktu akreditasi ini habis, kami akan kembali mengajukan akreditasi internasional,” tandasnya.

Rangkaian acara penganugerahan akreditasi internasional dilanjutkan dengan kuliah umum oleh Direktur Penjaminan Mutu Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. Kuliah umum mengangkat tema “Learning Chemistry in The Era of Industrial Revolution 4.0”.

Aris Junaidi memaparkan tentang Roadmap Akreditasi/Sertifikasi Internasional Program Studi di Perguruan Tinggi Indonesia. Disampaiakan bahwa di Indonesia saat ini memerlukan bukti bahwa pendidikan nasional telah setara dengan dunia internasional sehingga bisa membangun sebuah reputasi. “Salah satu upaya yang strategis dalam menunjukkan kualitas dari pendidikan ini salah satunya adalah pemberian akreditasi internasional dari lembaga internasional,” ungkapnya.

Disampaikan Aris Junaidi, akreditasi atau sertifikasi internasional mempunyai prinsip-prinsip dasar, yaitu memperluas akses dan menjamin pengembangan pendidikan tinggi; mempromosikan pembaharuan dan reformasi system maupun kelembagaan dengan tujuan meningkatkan kualitas, relevansi dan efisiensi; menjamin sumber daya dan dana yang memadai untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan akan pendidikan tinggi; dan mendukung pengembangan kemitraan dan kerjasama internasional. (RSA/RS)