Indonesia kembali menggelar pesta demokrasi pada 17 April mendatang. Berbeda dari periode sebelumnya, pemilu kali ini dilakukan secara serentak bagi calon legislatif dan calon presiden. Hak untuk memilih dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia tidak terkecuali mereka yang sedang berada di luar kampung halaman. Agar partisipasi pemilih meningkat, masyarakat dapat melakukan pemilihan di luar daerahnya. Ini sangat membantu khususnya bagi para mahasiswa yang banyak mengenyam pendidikan di luar kota.

Seperti tergambar dalam kegiatan KPU Goes to Campus yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerjasama dengan UII. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kahar Mudzakkir UII pada Selasa (12/03) ini bertajuk Sosialisasi Pemilu 2019 dan Layanan A-5 Corner UII (Layanan Pindah Tempat Pemilihan) dan dihadiri oleh para mahasiswa serta sejumlah sivitas akademika UII.

Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UII, Beni Suranto S.T.,M.Soft.Eng. dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggarakannya acara ini. Cita-cita UII yang ingin mencetak pemimpin bangsa salah satu langkahnya yakni dengan menjadi pemilih yang baik.

Sesi sosialisasi yang disampaikan oleh dua narasumber membuka wawasan para mahasiswa mengenai pemilihan umum. Pembicara pertama yang disampaikan oleh Syarif Nurhidayat, S.H.,M.H memberikan materi tentang Menjadi Pemilih Cerdas. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pemilihan umum merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil di wilayah NKRI berdasarkan Pancasila. Bahkan ia menganjurkan agar sebelum menentukan pilihan sebaiknya calon pemilih memahami setiap visi misi dari calon presiden dan wakilnya.

Materi kedua disampaikan oleh Siti Ghoniyatun yang merupakan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU DIY. Materi yang ia sampaikan menitikberatkan pada tata cara pencoblosan surat suara pada pemilih mahasiswa. Hal ini untuk mengurangi surat suara yang tidak sah dikarenakan pada pemilihan umum 2019 ditargetkan jumlah pemilih nasional mencapai 77,5% dan target regional DIY sebesar 82%.

Terlihat saat sosialisasi sedang berlangsung para mahasiswa sangat antusias untuk mendengarkan penjelasan para narasumber. Beberapa pertanyaan dilontarkan untuk menjawab semua kebingungan mereka terkait pemilihan umum. Bahkan tingginya minat mahasiswa untuk mendapatkan hak pilih juga terlihat saat melakukan antrian pengisian formulir A-5, hingga beberapa diantaranya melakukan pengisian formulir di lantai. Semakin siang tampak beberapa kali mahasiswa silih berganti mendatangi panitia untuk melakukan pendaftaran formulir A-5. (NR/ESP)