Bulan Ramadan merupakan kesempatan bagi umat muslim di dunia untuk meningkatkan ketakwaan dengan sebaik-baiknya. Berbagai macam amalan dapat dikerjakan yang semata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT. Selain itu, bulan Ramadan bukan hanya sebagai sarana meningkatkan ibadah secara vertikal, namun juga ibadah secara horizontal seperti menyambung silaturahmi.

Disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. silaturahmi merupakan sebuah tindakan alami dari diri manusia yang notabene merupakan makhluk sosial. Bersamaan dengan hal itu guna menyambung dan mempererat hubungan silaturahmi, UII menggelar buka puasa bersama Pimpinan, Pegawai Unit Rektorat dan Purna Tugas di Auditorium Prof. KH. Abdulkahar Mudzakkir, Kamis (23/5).

Dalam sambutannya Fathul Wahid mengatakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan jangan sampai hubungan silaturahmi yang telah dibangun di institusi ini terputus begitu saja karena pensiun. Pasalnya, perkembagan UII hingga saat ini tak lepas dari perjuangan segenap civitas akademika yang masih aktif namun juga yang telah purna tugas juga memiliki peran dalam perkembangan UII. “Semoga dengan acara berbuka bersama ini bukan saja dapat saling mendekatkan hubungan silaturahmi dengan sesama, namun juga hubungan dengan Allah SWT,” ungkapnya.

Pada kegiatan buka bersama ini juga diisi dengan kajian oleh Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., yang juga merupakan Rektor UII periode sebelumnya. Dalam kajian tersebut, Harsoyo menyampaikan mengenai sikap dan sifat yang seharusnya dilaksanakan oleh umat Islam. Terlebih sebagai makhluk sosial, sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim agar mampu menjaga lisannya terlebih dalam momen-momen saat ini di bulan Ramadan.

Seperti dalam hadist dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” Harsoyo menjelaskan dari hadist tersebut bahwasannya lisan yang diucapkan jika sampai menyakiti orang lain atau bahkan berkata dusta adalah perbuatan yang tidak disukai Allah. Dari ucapan yang menyakitkan ini dapat membuat putusnya silaturahmi di antara umat yang akan mengakibatkan perpecahan.

“Maka dari itu saya mengajak kepada apak-ibu semua agar bisa menjaga lisannya dengan baik. Jangan sampai kita mengucapkan perkataan yang menyakiti hati orang lain dan bahkan berkata dusta,” ungkapnya.

Selain itu Harsoyo juga mengajak untuk memanfaatkan bulan Ramadan ini sebagai ladang pahala. Bulan penuh berkah dimana pintu-pintu surga dibuka lebar oleh Allah SWT harus dapat diisi dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat dan meningkatkan ketakwaan. “Alangkah baiknya di bulan suci Ramadan ini kita isi dengan kegiatan yang manfaat serta mampu menegakkan malam hari dengan beribadah hanya semata untuk mencari ridho Allah SWT,” ungkapnya. (ENI/RS)