• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Rusia dan Penegasan Netralitas Indonesia dalam Presidensi Forum G20
Berita Kegiatan

Rusia dan Penegasan Netralitas Indonesia dalam Presidensi Forum G20

Indonesia berhadapan pada situati sulit terkait dengan posisi Indonesia sebagai presidensi dalam Forum G20 yang akan dilaksanakan di Bali tahun ini. Hal ini tercermin melalui pemaparan pemateri dalam webinar bertajuk Krisis Ukraina dan Dampak Presidensi Indonesia di G-20, Rabu (31/3). Acara ini terselenggara berkat kerjasama Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (PSHI UII) dengan Hubungan Internasional Universitas Kristen Satya Wacana. Hadir dalam acara dosen HI UII, Enggar Furi Herdianto, S.I.P., M.A., dan dosen HI UKSW, Trisanto Romulo Simanjuntak, S.I.P., M.A., selaku pembiacara.

Posisi sulit yang dihadapi Indonesia tidak terlepas dari timbulnya koalisi Barat dan Timur di tubuh anggota G-20. Blok barat mengingatkan Indonesia untuk tidak mengundang Rusia dalam forum G-20. Sedangkan, negara-negara blok Timur mendukung kehadiran Putin, karena G-20 dianggap bukan merupakan forum yang mengangkat isu keamanan.

Meskipun dalam situasi yang cukup sulit, Enggar menyatakan bahwa Indonesia akan memposisikan diri negara yang netral sebagai bagian dari prosedur bagi negara yang memegang mandat presidensi untuk mengundang seluruh kepala negara anggota dalam forum G20. Alasan lain mengapa Indonesia tetap mengundang Rusia adalah upaya untuk menghindari G-20 dari isu politik keamanan yang bukan merupakan agenda utama forum ini. Indonesia juga menilai bahwa forum inii tidak memiliki agenda khusus yang berkaitan dengan konflik Rusia – Ukraina dalam forum G20.

Selain yang berhubungan dengan forum G-20, alasan Indonesia untuk tetap mengundang Rusia berhubungan dengan kepentingan nasional Indonesia seperti ketergantungan yang cukup besar terhadap kerjasama dengan Rusia, khususnya dalam aspek kerjasama ekonomi dan teknologi militer. Politik luar negeri bebas – aktif yang dianut Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 membuat Indonesia untuk bersikap senetral mungkin dan tetap menjaga posisinya agar tidak terikat dengan satu kelompok tertentu.

Enggar juga menegaskan bahwa pandangan netral Indonesia dalam konflik ini tidak hanya bisa dilihat melalui kehadiran Rusia dalam forum G20 namun juga dari pernyataan dan posisi Indonesia dalam beberapa forum internasional. Sebagai contoh, Indonesia memang menolak perang namun tidak memberikan pernyataan terkait pihak mana yang salah dalam konflik kedua negara ini.

Enggar juga menambahkan bahwa tuntutan untuk mengundang Ukraina ke dalam forum G20 cukup sulit dilakukan mengingat Ukraina bukan merupakan negara anggota forum G20. Selain itu, kedatangan Ukraina juga dipandang akan mengubah agenda G20 menjadi isu politik keamanan dari sedianya kerjasama ekonomi.

Trisanto menambahkan bahwa posisi netral Indonesia sudah berulang kali dinyatakan khususnya dalam pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. Di dalam beberapa pernyataan, ia menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin ada kaitan berlebih antara forum G-20 dengan isu Rusia – Ukraina yang menurutnya lebih baik diselesaikan lewat Dewan Keamanan PBB.

Trisanto menegaskan bahwa langkah Indonesia sudah cukup tepat dengan semangat bebas aktif untuk mengundang Rusia. Selain itu, Putin berulang kali menyampaikan keinginannya untuk menghadiri forum G20 melalui pernyataan Duta Besar Rusia untuk Indonesia.

“Tantangan Indonesia adalah memanfaatkan forum dan kunjungan kenegaraan untuk meyakinkan dunia bahwa langkah Indonesia untuk mengundang Rusia sudah tepat dan bisa direalisasikan.” Ujarnya. Selain itu, Indonesia juga dihadapkan pada perhatian dunia akan kehadiran seluruh negara anggota jika Rusia tidak diundang dalam forum ini. (AP/RS)

2 April 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/04/Dosen-HI-UII-Enggar-Furi-Herdianto-S.I.P.-M.A..jpg 450 867 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-04-02 11:16:512022-04-04 14:01:39Rusia dan Penegasan Netralitas Indonesia dalam Presidensi Forum G20

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menyoal Radikalisme dan Pendidikan Agama Link to: Menyoal Radikalisme dan Pendidikan Agama Menyoal Radikalisme dan Pendidikan Agama Link to: Melawan Insecure Dalam Diri Sendiri Link to: Melawan Insecure Dalam Diri Sendiri Melawan Insecure Dalam Diri Sendiri Scroll to top Scroll to top Scroll to top