• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Tantang Asumsi
Pojok Rektor

Tantang Asumsi

Saudara adalah generasi yang tumbuh dalam era informasi dan terkoneksi secara global. Saudara memiliki wawasan unik dan pemahaman mendalam tentang berbagai isu sosial dan lingkungan. Saudara adalah generasi yang cerdas, inovatif, dan siap untuk menghadapi tantangan yang ada di luar sana.

 

Tantangan masa depan

Namun, di balik semua potensi dan kemampuan yang Saudara miliki, ingatlah bahwa perjalanan ini tidaklah selalu mudah. Dunia berkarya tidak selalu mulus. Banyak rintangan yang akan Saudara hadapi. Tapi jangan biarkan rintangan-rintangan tersebut menghalangi. Jadikanlah mereka sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

Saat Saudara memasuki dunia berkarya, selalu pertahankan semangat untuk belajar dan berkembang. Dunia terus berubah. Saudara harus siap untuk beradaptasi dan terus meningkatkan kemampuan. Apa yang cukup untuk kemarin, belum tentu serupa untuk hari ini. Apa yang relevan untuk hari, bisa jadi sudah kedaluwarsa di masa depan. Karenanya, jangan pernah berhenti bertanya, mengejar pengetahuan baru, dan menjelajahi peluang baru.

Selain itu, jadilah pribadi yang memiliki integritas tinggi dan memegang erat nilai-nilai abadi. Dunia tidak hanya butuh profesional yang kompeten, tetapi juga individu yang jujur, penuh empati, dan bertanggung jawab.

Saudara memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam masyarakat. Dan, semua itu dimulai dari diri Saudara sendiri.

 

Berpikir ulang

Izinkan saya menitipkan pesan yang insyaallah bermanfaat untuk masa depan Saudara. Pesan ini juga insyaallah valid untuk semua hadirin.

Saat berdiri di ambang perubahan besar, ada satu kata kunci yang ingin saya sampaikan kepada Saudara: “berpikir ulang”. Selalu tantang asumsi yang kita gunakan dalam melihat banyak hal. Jangan-jangan, asumsi yang selalu ini kita pilih telah membatasi kita untuk melihat banyak hal dengan kaca mata lain.

Berpikir ulang adalah seni merenungkan kembali jalan yang sudah ditempuh, menelaah pengalaman yang telah dihayati, dan menggali makna dalam setiap langkah. Inilah momen bagi Saudara untuk merenungkan tujuan, nilai-nilai yang diyakini, dan arah yang ingin  ditempuh.

Dalam dunia yang terus berubah, berpikir ulang adalah peta navigasi untuk menemukan jalan di tengah kompleksitas. Hal ini memerlukan kemampuan untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda, untuk mencari solusi yang lebih baik, dan untuk terus belajar serta bertumbuh.

Ikhtiar ini juga melibatkan pembebasan dari pola pikir yang telah mapan serta eksplorasi ide, solusi, dan kemungkinan baru. Di sini, diperlukan inovasi, pikiran terbuka, pengambilan risiko, adaptasi, ketangguhan, dan penerimaan terhadap kegagalan.

Berpikir ulang juga merupakan panggilan untuk merenungkan dampak dari tindakan kita. Apakah kita telah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat? Apakah kita telah memanfaatkan potensi kita sebaik mungkin? Pertanyaan-pertanyaan ini mengingatkan kita untuk tidak hanya menjalani hidup, tetapi juga untuk memberikan arti dalam hidup.

Berpikir ulang tentu bukanlah tanda kelemahan, tetapi justru menjadi bukti kebijaksanaan. Itu adalah tindakan dari mereka yang berani menghadapi diri sendiri dengan jujur. Ketika berpikir ulang, kita memberikan diri sendiri, kesempatan untuk berkembang dan menjadi versi yang lebih baik dari diri kita.

Berpikir ulang adalah manifestasi dari keingintahuan yang kuat, sensitivitas terhadap perubahan, dan kemauan untuk terus tumbuh.

Sambutan rektor pada wisuda doktor, magister, sarjana, dan diploma Universitas Islam Indonesia, 30 September 2023 dan 1 Oktober 2023.

 

30 September 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/tantang-asumsi.jpg 1333 2000 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png 9852301022023-09-30 06:37:342023-09-30 11:25:37Tantang Asumsi

Berita Terakhir

  • UII Perkuat Kemitraan dengan Pemkab Temanggung dan IKA UII Jawa Tengah
  • UII Umumkan Pemenang Sayembara Mural Nasional Milad ke-83
  • UII Perluas Kemitraan dengan Pemkab Temanggung
  • UII Wisuda 31 Peserta Sekolah Lansia EduSia Maharani
  • UII Gelar Bedah Buku Mahfud MD, Angkat Dinamika Hukum dan Politik Nasional

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: AIMEP dan UII Diskusikan Keislaman di Indonesia dan Australia Link to: AIMEP dan UII Diskusikan Keislaman di Indonesia dan Australia AIMEP dan UII Diskusikan Keislaman di Indonesia dan Australia Link to: Mengingat Kembali Akhlak Rasulullah Link to: Mengingat Kembali Akhlak Rasulullah Mengingat Kembali Akhlak Rasulullah Scroll to top Scroll to top Scroll to top