Program Studi Teknik Lingkungan (PSTL) Universitas Islam Indonesia (UII) dalam usianya yang ke-20 tahun dipercaya menjadi host Musyawarah Nasional (Munas) Badan Kerja Sama Teknik Lingkungan Se-Indonesia (Bakerma TL). Sebanyak 50 program studi Teknik Lingkungan dari seluruh Indonesia ikut ambil bagian dalam Munas yang diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 14-15 Maret 2019 di kampus terpadu UII Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta.

Dijelaskan Ketua PSTL UII, Eko Siswoyo, S.T., MSc.ES., Ph.D., dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Ikatan Ketua Ahli Teknik Lingkungan dan Teknik Penyehatan Indonesia (IATPI) ini akan membahas berbagai isu lingkungan termasuk perumusan warna kurikulum standard yang harus ada di prodi Teknik Lingkungan di Indonesia.

“Selain itu, Prof. Thomas Boving dari the University of Rhode Island (URI) USA yang saat ini sedang mengajar di PSTL UII sebagai dosen international (International Lecturer) juga memberikan gambaran mengenai kondisi Teknik Lingkungan di USA,” tuturnya.

Disampaikan Eko Siswoyo, beberapa capaian dari PSTL UII antara lain terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sejak tahun 2011, akreditasi international oleh the Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) USA, akreditasi international oleh Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) serta Laboratorium Kualitas Lingkungan yang juga terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan ISO 17025 sebanyak lebih dari 60 parameter uji.

“Kondisi di atas menjadikan PSTL UII sering mendapat kunjungan studi banding dari berbagai Prodi TL di seluruh Indonesia baik PTN maupun PTS seperti Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Trisakti, Universitas Andalas, Universitas Hasanudin, Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, ITB, ITS, dan beberapa universitas lainnya,” jelasnya.

“Alhamdulillah kami bisa saling berbagi sehingga visi PSTL UII Mewujudkan Program Studi yang Rahmatan Lil’alamin dan Unggul pada Bidang Rekayasa Lingkungan di Tingkat ASEAN dapat dirasakan”, imbuh Eko Siswoyo.

Selain itu menurut Eko Siswoyo, sejak beberapa tahun terakhir PSTL UII juga mendapatkan kepercayaan dari beberapa universitas di Jepang seperti Hokkaido University, Tokyo University of Science, Gifu University dan Kyoto University sehingga dapat mengirimkan beberapa mahasiswanya untuk mengikuti student exchange program dan juga studi lanjut S2 dan S3 dengan beasiswa penuh dari pemerintah Jepang.

“Saat ini seorang mahasiswa dari URI juga sedang mengambil perkuliahan di PSTL yang dapat meningkatkan warna international di prodi ini,” pungkasnya.

Perkembangan teknologi saat ini tidak dapat terelakkan, hingga dibutuhkan strategi baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di jurusan Teknik Lingkungan untuk menjawab tantangan kedepannya. Perwakilan IATPI, Ir. Tri joko, MSi. berkesempatan membahas Peluang dan Tantangan Lulusan Teknik Lingkungan di Era Revolusi Industri 4.0.

Menurutnya tenaga kerja nasional saat ini membutuhkan kompetensi yang handal sehingga diharapkan lulusan Teknik Lingkungan dapat memenuhi kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh user. Mengingat bahwa Teknik Lingkungan memiliki cakupan bidang yang sangat luas, sehingga dapat ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang pekerjaan salah satunya jasa konstruksi, sanitasi dan lainnya.

Tri Joko menambahkan, melalui musyawarah nasional, Badan Kerjasama Perguruan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Lingkungan (BAKERMA TL) diharapkan dapat menyamakan persepsi secara nasional. Kemampuan mahasiswa Teknik Lingkungan yang didapatkan dari pendidikan formal perlu dilengkapi dengan pendidikan non-formal demi terpenuhinya kompetensi yang dibutuhkan.

Musyawarah nasional yang telah diselenggarakan membahas berbagai strategi demi terpenuhinya kurikulum yang ideal untuk mencetak lulusan Teknik Lingkungan yang memadai. Hal ini dapat menjadi acuan bagi PSTL UII untuk meningkatkan kualitas kurikulum dan kelengkapan fasilitas pembelajaran yang sudah ada, sehingga tercapai lulusan Teknik Lingkungan UII yang berkualitas. (NR/RS)