Teknologi Hijau Penting Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kemajuan teknologi kini tengah menjadi faktor dominan untuk menuju pembangunan berkelanjutan. Hadirnya produk teknologi modern seperti “Green Technology” kini menjadi faktor penting yang mempengaruhi perkembangan di masa depan. Sebagai salah satu fungsi sosial, teknologi hijau harus memberi kontribusi positif kepada masyarakat untuk menarik kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan teknologi hijau, termasuk pengelolaan masyarakat, merupakan suatu keharusan dan akan menjadi keunggulan kompetitif di masa depan.

Sebagaimana disampaikan Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH, LLM, M.Hum, Ph.D saat membuka acara Konferensi Internasional Bidang Teknik dan Teknologi Untuk Pembangunan Berkelanjutan (2nd International Conference on Engineering and Technology for Sustainable Development 2017 (ICET4SD) pada Rabu (13/9) di Hotel East Park Yogyakarta.

Disampaikan Nandang Sutrisno bahwa acara konferensi internasional ini merupakan sebuah wadah bagi para akademisi untuk bertukar ide dan pengetahuan agar nantinya bisa mendapatkan pemahaman mendalam dan bisa merumuskan solusi bagi permasalahan bangsa. “Konferensi ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk berdiskusi dan bertukar ide untuk kemajuan bangsa dalam berbagai bidang teknologi”, ungkapnya.

Dalam kesempatannya, Nandang Sutrisno juga memberikan apresiasi kepada Fakultas Teknik Industri UII yang bekerjasama dengan Universitas Kansai Jepang, Universitas Teknologi Mara, Siridhorn International Institute of Technology Thailand, dan Centre for Energy Studies UGM atas terselenggaranya acara konferensi tersebut.

Sementara itu, Sholeh Ma’mun S.T., M.T., Ph.D selaku ketua panita menyampaikan bahwa konferensi internasional ini diisi oleh beberapa professor luar negeri seperti Prof. Hiroshi Tamura dari Universitas Kansai Jepang, Prof. Dato’ Ir. Wan Ramli Wan Daud dari Universitas Kebangasaan Malaysia, Prof. Somnuk Tangtermsirikul dari Institusi Teknologi Internasional Sirindhorn Thailand.

Soleh Ma’mun menambahkan bahwa jumlah karya tulis yang masuk dalam konferensi ini sebanyak 257 makalah dari Jepang, Malaysia, Thailand dan Indonesia. Panitia memilih 226 karya tulis terbaik untuk dipresentasikan dan makalah tersebut akan diterbitkan dalam jurnal-jurnal internasional yang terakreditasi SCOPUS.

“Seluruh karya yang diterima dalam konferensi ini nantinya akan diterbitkan dalam jurnal internasional seperti Journal of Mechanical Engineering and Sciences Q2 (JMES), International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology (IJASEIT), dan MATEC Web of Conference”, jelasnya. (EF)