CILACS UII sebagai lembaga pendidikan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya di UII, terus meningkatkan perannya melalui kerjasama dengan berbagai institusi. Senin (24/2), CILACS UII dan Internasional Program (IP) FH UII melaksanakan kesepakatan kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Action (MoA) Program Matrikulasi Bahasa Inggris.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur CILACS UII Lizda Iswari, S.T., M.Sc dan Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum-Program Internasional Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., M.H., LL.M., Ph.D.

Program Matrikulasi ini merupakan realisasi dari Nota Kesepahaman tentang program Matrikulasi Bahasa Inggris antara CILACS UII dan Fakultas Hukum UII pada tahun 2019 lalu. Pasca penandatangan kesepakatan, langsung diikuti dengan kegiatan studium generale dan sesi motivasi oleh Mr. Yono Malakiano yang merupakan pengajar senior di CILACS UII.

Sementara itu, dalam hal metode pembelajaran program matrikulasi ini dilaksanakan di dalam kelas dengan serta aktivitas di luar kelas. Selain itu, dalam hal pengukuran pembelajaran dilaksanakan pula tes berupa kuis yang memanfaatkan media daring.

Harapan yang ingin dicapai salah satunya adalah pembekalan awal serta motivasi bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris secara lebih lanjut, termasuk persiapan diri menghadapi tes CEPT sebagai syarat kelulusan dengan tingkat skor 540.

CILACS UII Latih Taruna STPN Debat Bahasa Inggris

Tidak hanya itu, di lingkup eksternal CILACS UII juga menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta. Seperti disampaikan Nanang Joko Susilo selaku Marcom CILACS UII, bahwa pihaknya digandeng untuk melatih kemampuan para taruna yang akan mengikuti ajang perlombaan Debate and Speech Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) yang berada di Curug, Tangerang, Jawa Barat.

“Program berjalan sejak bulan Februari 2020 dan berakhir pada awal Maret 2020. Para taruna dilatih dalam presentasi, speaking maupun debat dalam bahasa Inggris melalui program English for Debate and Speech”, ujarnya.

Menurutnya, sebelum mengikuti sebuah ajang kompetisi tentunya perlu sebuah persiapan yang matang, seperti halnya kompetisi debat berbahasa Inggris. Selain harus fasih dalam berbicara dalam bahasa Inggris peserta harus paham betul dengan topik utama yang akan menjadi pembahasan dalam sebuah kompetisi tersebut. (Ank/Dnr/Adt/ESP)