Universitas Islam Indonesia (UII) akan menginjak usia ke-76 tahun pada 27 Rajab 1440 H, bertepatan dengan 3 April 2019. Sebagai wujud rasa syukur, berbagai program kegiatan digagas dengan tema besar Khidmat UII untuk Bangsa. Tema ini diambil sebagai bentuk kontribusi UII bagi Bangsa, serta wujud dari komitmen UII bagi kemaslahatan umat.

Selaras dengan tema milad, berbagai kegiatan telah dirancang dalam bentuk khidmat untuk agama, rakyat, ilmu, keluarga, masa kini dan masa lalu. Pembukaan kegiatan Milad ke-76 diawali dengan pengukuhan kawasan wisata alam, edukasi, dan budaya desa mitra UII, di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Jum’at (8/2).

Disampaikan Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. memasuki usia ke 76-tahun UII masih mempunyai banyak PR (pekerjaan rumah), untuk diberikan kepada bangsa. “Hal inilah yang kemudian menjadi pemikiran tentang tema khidmat UII untuk bangsa. UII ingin kembali memikirkan ulang apa yang diperbuat untuk bangsa, serta khidmat kami untuk UII,” ungkapnya.

Fathul Wahid menambahkan, bila dilihat dari usia manusia, 76 tahun dapat dikatakan sebagai usia yang sudah cukup tua. Tujuh puluh enam tahun adalah waktu yang cukup lama untuk banyak belajar, tetapi terlalu sedikit untuk berbuat banyak.

“Momen ini menjadi semacam hentakan bagi UII untuk lari lebih kencang. Hentakan bagi UII untuk dapat lebih bermanfaat bagi umat, bangsa dan lainnya,” paparnya.

Disampaikan Ketua Panitia Milad ke-76 UII, dr. Fuad Khadafianto, M.Med.Ed., pengukuhan kawasan wisata alam, budaya dan edukasi di Desa Kebon merupakan sinergitas dari potensi yang ada. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan desa melalui pengembangan wisata alam.

“Bukit Pertapan, pelatihan membatik dan wisata pelestarian motif batik atau museum batik telah diinisiasi UII melalui Pusat KKN sejak tahun 2016,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Fuad Khadafianto, kegiatan yang sudah dilakukan oleh UII di Desa Kebon di antaranya menginisiasi pendirian Badan Usaha Milik Desa, menginisiasi pendirian dan pelatihan kelompok batik jumputan, membuatkan master plan bukit Pertapan dan gambar teknik bangunan.

Selain itu disampaikan Fuad Khadafianto, kontribusi UII lainnya yakni menginisiasi berdirinya museum batik dan membuatkan desain gedung, mengintegrasikan potensi desa, membentuk kelompok produsen makanan tradisional serta meningkatan kapasitas SDM pembatik dan pengelola wisata.

Sementara Kepala Desa Kebon, Sukaca, menuturkan kehadiran mahasiswa KKN UII telah dirasakan manfaatnya oleh warga desa setempat. Terutama para perajin batik dan pengelola wisata Bukit Pertapan. “Sekarang, usaha batik di Desa Kebon semakin berkembang, pendapatan warga juga semakin meningkat,” ungkapnya.